
Hasil dari Rapat dengan departemen keuangan adalah menentukan siapa yang akan menggantikan posisi manajer keuangan yang baru. Dari Tiga kandidat yang memenuhi persyaratan yang sesuai untuk menjabat sebagai manager keuangan adalah Tuan Fito Kars yang akan menduduki posisi manager keuangan mengganti kan Manager keuangan sebelum nya.
Tentu saja Rapat itu di lakukan langsung oleh Wisnu dan bagian departemen keuangan, Ia tidak ingin kasus yang kemarin terjadi lagi di perusahaan nya. Ia sangat benci dengan seorang pengkhianatan apalagi menusuk nya dari belakang. Ia sungguh-sungguh teramat membenci nya dan tidak akan membiarkan nya hidup tenang. Tetapi untuk manager yang kemarin ia sengaja membebaskan nya untuk memancing mangsanya agar tergoda dengan umpan yang ia berikan. Wisnu sudah memperhitungkan setiap tindakan nya dalam mengambil langkah mengenai perusahaan, Seperti yang ia duga kalo Hans Raj akan merekrut mantan karyawan nya untuk menjadi pegawai nya. Tentu saja hal itu membuat Wisnu tersenyum puas karena Hans Raj tidak tau kalau Justin Bell Sebenarnya hanya akan berpura-pura menjadi antek nya.
Sehari setelah pertemuan nya dengan Justin Bell, Orang suruhan Hans Raj mengundang Justin Bell untuk datang ke perusahaan mereka. Tujuan nya adalah untuk mengajak Justin Bell untuk bergabung dengan perusahaan mereka.
Flashback on
Setalah pertemuan nya dengan Wisnu Justin keluar dari rumah Hitam dengan sudut bibir yang sedikit berdarah akibat pukulan dari Wisnu sebagai kenang-kenangan akan pengkhianatan Pertama diri nya Tetapi ia masih bersyukur Wisnu hanya memukul dan memecatnya secara tidak terhormat karena selama yang ia tau kalau ada orang yang berani mengkhianati perusahaan Witamma maka di jamin orang itu akan menghilang dari Bumi.
Saat dalam perjalanan kembali Justin mendapat telfon dari nomor tak di kenal, Awalnya ia ragu untuk mengangkat telfon itu tetapi sedari tadi nomor itu terus saja menelfon nya. Akhirnya karena tidak punya pilihan lain ia memberhentikan sebentra mobilnya untuk mengangkat telfon nya.
" Halo?"
" Halo Apakah saya berbicara dengan tuan Justin Bell?'".
Justin Mengerutkan keningnya heran kenapa penelfon itu bisa tau Namanya? " Iya, Siapa kau? kenapa tau nama ku?"
" Kau akan tau siapa aku jadi? Bisa kah kita bertemu besok? Di restauran seafood yang berada di jalan raya Raj?"
Justin tampak memikirkan sejenak apa yang di katakan penelfon untuk bertemu dengannya.
"Halo tuan Bagaimana apa kau mau?"
" Baik la."
" Sampai bertemu besok tuan."
Sambung telfon terputus secara sepihak. Dasar orang aneh.
.
.
.
Keesokkan harinya Justin menepati janji nya untuk bertemu dengan orang yang menelfon nya kemarin sore. Ia sudah bersiap menuju ketempat mereka membuat janji bertemu.
Saat sampai di sana mata nya menatap ke sekeliling tempat mencari orang yang ingin ia temui, sampai ada seorang pramusaji yang menghampiri nya dan mengantar nya untuk bertemu dengan orang tersebut.
Sampai di meja yang di maksud betapa terkejut nya ia ketika mengetahui siapa orang yang ingin bertemu dengannya.
Hans Raj?
Iyah orang itu adalah Hans Raj musuh bebuyutan nya perusahaan Witamma dari zaman Kakek nya Wisnu kedua perusahaan itu selalu bersaing untuk mendapatkan posisi terbaik di dunia Bisnis. Perusahaan Hans Raj selalu melakukan Hal-hal kotor untuk menjatuhkan perusahaan Witamma tetapi usahanya selalu gagal dan berimbas balik ke perusahaan mereka. Dan itu sudah jadi rahasia umum lagi di kalang pembisnis.
Kembali lagi ke pertemuan Justin dengan Hans, Justin menatap heran dan mengerutkan keningnya.
" Tuan Hans?"
Hans yang merasa terpanggil menatap ke arah Justin dan Tersenyum ramah namun pasti nya ada udang di balik Batu." Ah rupa nya kau sudah mengenal ku Tuan Justin." Hans Berdiri dari duduk dan mengulur kan tangannya untuk menjabat tangan Justin.
Justin yang melihat Uluran tangan Hans pun menyambut dengan ramah. " Ada tuan mencari saya? " Ujar Justin tanpa basa-basi.
__ADS_1
Hans yang mendengar perkataan Justin membuat tertawa kecil. " Seperti nya anda sedang terburu-buru, Jadi baik lah silahkan duduk dulu tuan Justin." Hans mengisyaratkan Justin untuk duduk terlebih dahulu.
Justin yang pegal berdiri pun duduk di hadapan Hans, Matanya menatap menusuk ke arah Hans dan bertanya-tanya apa yang dingin Hans kepadanya. " Jadi tuan? Ada apa anda ingin bertemu dengan saya?"
" Lebih baik anda pesan minum terlebih dahulu tuan Justin."
Justin mencibik kesal dengan perkataan Hans. " Kopi." Ujar singkat Justin
Hans pun mengangguk mengerti dengan perkataan Justin ia pun memanggil Pramusaji untuk membawakan kopi untuk Justin.
Mata Justin masih terus menatap intens ke arah Hans yang menampilkan senyuman misterius dari Wajahnya.
Aneh sekali tiba-tiba saja dia mengajak ku untuk bertemu di sini?
" Tuan bisakah anda mengatakan langsung apa yang membuat anda mengajak saya bertemu di sini?" Justin rasanya benar-benar ingin menendang Hans karena terus saja mengundur-ngundur waktu dirinya.
" Hahaha seperti nya anda sangat tidak sabaran tuan Justin. "
" Aku mengajak bertemu dengan mu karena aku ingin Anda bekerja sama dengan ku Tuan." Sambung Hans
Kedua Alis Justin Mengerut tak mengerti dengan ucapan Hans. Bekerja sama? Apa maksud nya bekerjasama?
" Apa maksudmu tuan?" Tanya Justin tak mengerti
" Maksud ku Aku ingin mengajak mu untuk.." Perkataan Hans terpotong Karena kopi pesanan Justin sudah datang.
" Terima kasih." Ujar Justin
" Aku ingin mengajak Anda bergabung dengan perusahaan ku, Atau lebih tepatnya Anda bekerja di perusahaan saya sebagai posisi Manager keuangan Tuan." Ujar Hans seraya menyeruput kopinya.
Justin mengangguk-angguk paham dengan ucapan Hans. tepat sasaran Seperti yang di katakan tuan Wisnu kemarin kalau Hans Raj akan menemui ku. Dan sekarang belum ada satu hari tuan Wisnu memecat ku dia sudah menemui ku dan mengatakan niat nya untuk mengajak ku bekerja sama dengannya. Justin mengangkat salah satu sudut bibirnya yang nyaris tak terlihat.
" Jadi maksud anda? Anda ingin saya bekerja di perusahaan anda sebagai manager keuangan di perusahaan anda tuan?" Tanya Justin memastikan kembali yang ada di fikiran nya.
Hans menganggukkan kepalanya." Iyah."
Justin tertawa hambar mendengar pembenaran dari pertanyaan." Apa anda punya alasan kenapa Anda ingin saya bekerja di perusahaan anda sebagai manager keuangan tuan Hans?"
" Tentu saja ada alasan, Karena anda orang yang hebat dan dapat bisa saya andalkan di perusahaan saya Tuan Justin." Ujar Hans
" Haha... Apa anda tidak tau kalau saya di pecat secara tidak terhormat oleh perusahaan Witamma group karena menggelapkan dana perusahaan Tuan?"
" Tuan Justin, Tentu saja saya tau... saya tidak akan mengambil keputusan tanpa memikirkan resiko yang akan saya terima ketika mengambil sebuah keputusan tuan Justin. " Hans tersenyum kecil sembari menatap ke arah Justin
" Apa anda tidak takut kalau memperkerjakan seorang penggelap dana dan seseorang yang pernah bekerja dengan musuh anda tuan?" Tanya Justin kembali.
" Untuk apa Saya takut? Saya tau anda melakukan nya karena alasan tersendiri bukan? Saya yakin anda orang bisa saya percaya. "
Lagi-lagi Justin tersenyum kecil yang nyaris tak terlihat oleh mata Hans. " Baik la Tuan, Bisakah saya memikirkan nya terlebih dahulu?"
" Silahkan tuan Justin, Saya akan menunggu kabar dari mu. Saya harap secepat nya anda bisa memberikan keputusan yang tepat tuan Justin. " Ujar Hans
Selesai mengatakan keinginan nya Hans pamit undur diri dan pergi dari restaurant itu meninggal Justin yang tampak memikirkan tawaran dari Hans.
__ADS_1
Apa aku harus menerima tawaran nya? Batin Justin.
Saat sedang memikirkan keputusan nya tiba-tiba saja ada pesan masuk dari ponselnya.
Terima saja tawaran yang di berikan karena kemungkinan terbesar kau tidak dapat di terima dari perusahaan manapun setelah aku memecat mu secara tidak terhormat Justin.
Justin terkejut mendapatkan pesan dari Wisnu yang mengetahui tentang pertemuan nya dengan Hans, Ia Menatap ke sekeliling tempat apakah ada mata-mata Wisnu yang sedang mengawasi nya? Kenapa begitu cepat terdengar ke telinga Wisnu.
Justin meletakkan kembali Ponselnya kedalam saku nya, Ia berjalan keluar dari restaurant dan menuju kembali ke rumah nya.
.
.
.
Malam harinya Justin sudah memutuskan untuk menerima tawaran dari Hans, Karena ia juga tidak punya pilihan lain selain menerima tawaran dari Hans. Tetapi ia menerima tawaran dari Hans hanya semerta-merta hanya untuk menjadi mata-mata Wisnu di pihak musuh, Karena bagaimana pun Wisnu sudah berbaik hati untuk mengampuni nyawanya dan masih mau menanggung biaya pengobatan Putri nya yang sedang sakit.
Ia mengambil ponselnya dan menghubungi nomor seseorang, Suara dering pertama masih terdengar sampai suara dering ketiga...
" Halo tuan ini saya Justin Bell."
" Oh Halo Tuan Justin apa anda sudah mengambil keputusan?"
" Sudah, Dan aku menerima tawaran mu."
" Bagus sekali Tuan Justin, Saya harap kita bisa menjadi rekan kerja yang baik Tuan Justin, Besok datang la ke kantor ku Tuan Justin."
" Tuan Hans, Bisakah saya datang ke kantor mu Minggu depan? Saya ingin Melihat Anak dan istri saya yang berada di German."
" Oh tidak masalah Tuan Justin, Kalau begitu saya menunggu kehadiran mu."
" Terimakasih Tuan atas pengertian anda."
" Tidak masalah, Kalau begitu Saya tutup dulu Telfon nya. "
" Selamat malam tuan."
" Selamat malam." Sambung telfon terputus, Justin meletakkan kembali Ponselnya di atas nakas dan berbaring di atas ranjang nya Menatap langit-langit kamarnya.
.
.
Hahaha kita lihat seberapa hebat nya perusahaan mu Wisnu Surya Witamma, Akan ku buat perusahaan mu hancur tak bersisa.
.
.
.
.
__ADS_1