
Windi terus berlarian di lorong rumah sakit tanpa memperdulikan teriakan Ken yang terus memintanya untuk tidak berlari.
Pikiran Windi kacau dan kalut ketika mendapat kabar dari Papa mertua nya kalau Wisnu mengalami kecelakaan. Ken dan juga Panji terkejut mendengar kabar itu, Windi dan Ken langsung menuju rumah sakit tempat Wisnu. Sedangkan Panji ia pergi untuk menyelidiki kasus kecelakaan Wisnu.
"Baby Girl, Berhenti." Ujar Ken saat ia berhasil menghentikan Windi yang terus berlari.
"Isnu, Broer." lirih Windi dengan air mata yang terus mengalir.
"Broer tau, tapi kamu harus tetap tenang dan berdoa. Agar Tidak terjadi sesuatu yang buruk kepada Wisnu." Kata Ken sambil menarik Windi ke dalam pelukannya.
"Sekarang kamu tenang, Kita kesana." Lanjut Ken setelah melepaskan pelukan-nya.
Windi dan Ken kembali berjalan menuju ke ruangan dimana Wisnu berada. Sesampai nya di sana ia melihat Fitri yang sedang duduk di kursi yang berada di depan ruang rawat Wisnu.
"Ma." Panggil Windi kepada Mama mertuanya.
Fitri mendongak, dirinya langsung bangkit dan berhambur memeluk erat tubuh Windi.
"Isnu akan baik-baik saja kan Ma?" Tanya Windi setelah Fitri melepaskan pelukannya.
"Isnu Koma, Windi." Jawab Fitri Sambil menangis mengingat keadaan anaknya saat ini.
Windi yang mendengar itu langsung berlari menuju ke ruangan Wisnu, untuk memastikan perkataan Fitri adalah bohong.
Deg!
Lutut Windi terasa lemas dan air mata mengalir deras melihat tubuh Wisnu yang terbaring kaku dengan berbagai macam peralatan yang menempel di tubuhnya.
"Isnu..." lirih Windi sambil berjalan menghampiri bangkar Wisnu.
"Isnu...Bangun..Hiks.." Windi mengelus lembut kepala Wisnu, lalu beralih menggenggam erat tangan Wisnu. Ia berulang kali mengecup punggung tangan Wisnu. Air mata nya sudah tidak bisa di tahan lagi.
Rasa nya sangat menyakitkan ketika melihat orang yang begitu kita cintai terbaring dengan lemah. Hati nya terasa sakit dan sesak, Wajah tampan yang selalu menampilkan senyuman manis. Kini berubah dengan Wajah pucat. Mata nya selalu menatap nya lembut dan hangat kini memilih untuk menutup rapat-rapat. Tubuh kokoh yang selalu melindungi nya kini terbaring lemah dan kaku.
Windi menggelengkan cepat kepalanya."Enggak Isnu...Hiks.. kamu Enggak boleh seperti ini... Kamu harus bangun.. untuk membalas para musuh mu... A-aku... Sudah tau siapa musuh mu.. A-aku sudah tau segalanya... Kita akan membelas nya dengan dua kali.. Tapi kamu haru bangun... kita akan menghadapi nya bersama-sama... Hiks... Ayo bangun Isnu..." Ujar Windi sambil mengguncang pelan tubuh kaku Wisnu.
Ken yang melihat adik nya seperti itu, ikut merasakan apa yang di rasakan Windi. Hati nya merasa sakit melihat adik nya rapuh dan sangat menyedihkan. Dengan langkah gontai Ken menghampiri Windi.
"Windi, Udah yah jangan kayak gini, Kamu juga harus mikirin keadaan mu." Ucap nya lalu kembali menarik Windi kedalam pelukan-nya.
Di pelukan Ken, tangis Windi semakin deras. Tangan nya mencengkram kuat bahu Ken. Ia menyenderkan kepala nya yang terasa berat ke dada bidang Ken.
Mendengar tangisan Windi, membuat diri nya ikut menangis. Dengan cepat ia menghapus air mata yang keluar.
Ia kembali menarik Windi melapaskan pelukannya, Kedua tangannya menangkup kedua pipi Windi. "Baby girl, Kamu harus kuat... Broer Yakin, Wisnu akan baik-baik saja. Jika kamu seperti ini siapa yang akan menjaga Wisnu? Kamu harus kuat dan Bertahan. Percayalah semua akan baik-baik saja!" Ujar Ken dengan tegas.
Percayalah ketika mengatakan itu Ken mati-matian menahan tangis nya. Tangannya terulur menghapus air mata yang terus keluar di ke dua sudut mata Wisnu. "Kamu Harus kuat!" Sambung Ken memberi semangat kepada Windi.
Windi menganggukkan kepala nya. Kakak nya benar ia harus kuat, Ia tidak boleh Lemah. Ia harus kuat, ia pasti bisa menghadapi semua ini.
Aku akan selalu ada di samping mu, Seperti kamu yang selalu berada di samping ku....
***
FLASHBACK ON
"Bagaimana? Apa kau akan mengatakannya?"
Panji menganggukkan kepala nya. Ia menghirup dalam-dalam nafasnya.
"Sebenar nya Tuan Wisnu adalah Anak angkat dari keluarga Witamma." Ujar Panji Dengan tegas.
Mendengar pernyataan itu membuat Windi kaget dan melotot tak percaya."Ba-bagaimana mu-mungkin?"
"Semua itu terjadi karena kesalahan Tuan Jason."
__ADS_1
Alis Windi berkerut tak mengerti, Melihat itu Panji paham dengan apa yang di fikiran Windi. "Tuan Jason, Daddy kandung nya Tuan Wisnu. Ia melakukan kesalahan Fatal hingga membuat nyonya Mariana Pergi meninggal Tuan Jason berserta Tuan Wisnu. "
"Karena kesalahan-nya, Nyonya Mariana kembali Ke Indonesia Tempat Kakak kandung nya Tuan Benny. Sesampai nya di sana Mariana mencerita kan semua nya kepada Tuan Benny."
"Tuan Benny yang mendengar cerita Nyanya Mariana membuat sangat marah, Hingga ia dengan kekuasaan-nya memblacklist Nama Tuan Jason agar tidak bisa Ke Indonesia. Namun Sebelum itu Tuan Benny menghampiri Tuan Jason dan menghajar nya dengan membabi buta."
"Setelah puas dengan Hasrat amarah nya, Tuan Benny kembali Ke Indonesia. Ia berjanji kepada diri nya sendiri akan selalu menjaga adik tercinta dan juga keponakan-nya tuan Wisnu."
"Kehidupan Nyonya Mariana kembali Normal tanpa Kehadiran Tuan Jason. Tapi tidak dengan Tuan Jason, Ia merasa ke sepian dan juga kehilangan Anak dan Istri nya. Ia sudah tidak bisa mengakses keberadaan anak dan juga Istri nya. Ia benar-benar sangat menyesal dan meruntukki kebodoh nya." Ujar Panji. Ia memajamkan singkat mata nya, Ia butuh kekuatan untuk menjelaskan segela nya.
"Karena kebodohnya Nyonya Mariana dan Tuan Benny menyembunyikan Tuan Wisnu. Hingga suatu ketika Nyonya Fitri Mendapati adik ipar nya dengan kondisi tidak bernyawa. Kehilangan Nyonya Mariana membuat Tuan Wisnu Depresi dan puncak nya Tuan Wisnu mengidap Amnesia Psikogenik. Penyakit mental yang melibatkan gangguan pada ingatan, kesadaran, identitas atau persepsi. Pengalaman traumatis, sehingga menyebabkan si individu tidak bisa mengingat poin-poin penting tertentu yang berhubungan dengan traumanya,"
"Dan karena hal itu yang membuat tuan Wisnu melupakan kenangannya tentang segala hal yang berhubungan dengan Nyonya Mariana, Tuan Jason dan juga identitasnya sebagai Tuan Sean Edward." Ucap Panji dengan panjang lebar.
Windi dan juga Ken yang mendengar itu di buat terkejut, Mereka menatap tak percaya ke arah Panji. "Lalu Apakah Isnu sudah mendapatkan kembali Ingatan-nya?"
Panji menggelengkan kepala nya sebagai Jawaban-nya.
"Bagaimana kau bisa mengetahui semua ini?" Tanya Windi yang sudah mengganjel di hati nya.
"Karena aku adalah orang suruhan Tuan Jason, Aku dikirimi oleh Tuan Jason untuk menjaga, Mengawasi, dan melindungi Tuan Wisnu." Panji menundukkan kepala nya.
"Apa hanya kau saja?"
"Tidak, Aku bersama dengan Dito dan beberapa orang untuk melindung Tuan Wisnu. Kami sudah di sumpah untuk menjaga semua ini."
"Lalu dimana sekarang Tuan Jason?"
"Tuan Jason berada di tempat yang jauh, Saat ini ia belum bisa untuk menunjukkan kehadirannya. Ia hanya bisa membantu dari jauh saja."
"Lalu apakah kau tau siapa Mr. R? " Tanya Windi
"Tentu saja, Dia adalah salah satu pengawal kepercayaan Tuan Wisnu, Aku ingin langsung membunuh nya tetapi itu tidak mungkin karena ia memiliki banyak dukungan dari orang-orang yang membenci keluarga Witamma."
"Termasuk Perusahaan Hans Raj?"
"Lalu siapa dia?"
"Re.." Ucapan Panji terputus karena Ponsel Windi yang sedari tadi berdering.
Dret..
Dret..
Windi merogoh ponsel nya, ia melihat Id pemanggil dari Papa mertua nya. Sebelum mengangkat nya Ia menghapus air mata nya. dan menarik nafas dalam-dalam untuk menetralkan suara nya.
"Halo Pa.."
"Windi, Wisnu kecelakaan.."
Deg!
Windi menjatuhkan ponselnya, mata nya menatap lurus ke arah depan. Pandangan nya kosong, Air mata nya kembali menetes dengan deras. Tanpa suara yang keluar dari bibir nya.
"Halo, Windi..."
"Halo.."
Ken dan Panji yang melihat merasa terkejut, Ken mengambil Ponsel Windi yang terlepas dari genggamannya.
"Halo.."
"Siapa?"
"Ken.."
__ADS_1
"Ken, Tolong antar Windi ke rumah sakit Garuda. Wisnu mengalami kecelakaan."
Mendengar perkataan Benny Ken melihat Ke arah Windi yang masih menatap kosong ke arah Depan.
"Baik la.."
Sambung terputus, Ken langsung menarik Windi ke dalam pelukan-nya. Sedangkan Panji menatap tidak mengerti dengan apa yang terjadi kepada Windi.
Ada apa ini?
Ting!
Panji segara merogoh ponselnya, Tuan Wisnu mengalami kecelakaan.
Panji membelalakan mata nya, Kemudian ia beralih menatap ke arah Windi dan Ken secara bergantian.
Sekarang ia paham kenapa Windi, Hanya menatap kosong dengan air mata yang terus keluar.
Sial! Kecolongan lagi.
"Baby..."
Diam. Windi hanya diam namun tidak dengan air mata nya terus mengalir dengan deras.
Ken dan Panji Menatap Iba ke arah Windi.
"Tuan Ken, saya permisi dahulu. Saya akan menyelediki Kecelakaan Tuan Wisnu." Pamit Panji.
Ken menganggukkan kepalanya. Kini tinggal Ken dan Windi yang masih diam mematung di Pelukan Ken.
"Babby, " Ken melepaskan pelukannya dan mengangkup kedua pipi Windi.
"Udah ya, Sekarang kita ke rumah sakit." Ujar Ken dengan Lembut.
Entah sihir dari mana Windi menganggukkan kepala nya dengan Cepat. Kedua nya bangkit dan meninggalkan Restaurant.
Sedangkan di sisi lain.
Panji dengan Emosi yang akan meledak, Segara menelfon orang suruhan nya untuk mencari tau kecelakaan yang di alami Wisnu.
Mobil Sport Abu-abu melintasi Jalanan hutan lebat menuju ke suatu tempat. Kini Mobil nya terparkir dengan sempurna di Halaman Masion dengan nuasan Eropa, dengan Corak warna Netral.
Langkah tegap nya membawa nya masuk ke dalam Mansion itu, Ia bisa menabak apa yang akan terjadi berikut nya. Mata nya sudah terkunci akan sesosok berperwakan tinggi yang menghadap ke arah Luar Jendala.
"Duduk."
Pria itu membalikkan badannya, Terlihat jelas kelitan kemarahan di mata nya. Ia menghampiri Panji yang memilih untuk tetap berdiri.
Plak!
Satu tamparan keras mendarat dengan sempurna di pipi Panji. "Dasar bodoh! "
"Cari tau siapa pelakukannya secepat nya atau kau akan Mati!"
"Baik Tuan.."
Setelah itu Panji pergi dari Hadapan Jason. Sedangkan Jason ia kembali terduduk dan mengusap kasar rambut nya.
Maaf...
FLASHBACK OF
.
.
__ADS_1
.
.