Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku

Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku
Aku belum Mandi


__ADS_3

Ketika wahana komedi putar berhenti, kali ini Windi memilih untuk turun karena ia sudah merasa lapar sekali setalah bermain wahana dengan puas di tambah lagi ia menaiki komedi putar sama lima kali.


Wisnu yang melihat Windi turun dari kuda-kudaan pun ikut turun. " Baby apa kamu ingin bermain yang lain nya? " Tanya Wisnu


Windi menggeleng kan kepalanya. " Tidak isnu, Aku ingin main lagi, " Ujar Windi


Wisnu Mengerutkan Kening nya heran. " Jadi? kamu menginginkan apa? " Tanya Wisnu dengan lembut


Windi mendekat ke arah Wisnu. " Isnu perut ku sudah lapar sekali, Ayo kita makan. " Ujar Windi dengan Manja.


Wisnu yang mendengar perkataan Windi tentu nya membuat nya terkekeh geli. " Hahaha baik la ayo kita makan, Aku sudah menyiapkan sesuatu yang spesial untuk mu Baby. " Ujar Wisnu seraya mengacak-acak rambut Windi.


Windi mencibik kesal ketika Windi mengacak-acak rambut nya. " Isnu kau menyebalkan, kenapa mengacak-ngacak rambut ku. "


" Ulu-ulu Maafkan aku cinta ku. " Ujar Wisnu seraya mengecup lembut pucuk kepala Windi. Sedangkan Windi yang mendapat kan perlukan yang begitu manis dari Wisnu membuat wajah nya bersemu merah merona.


" I-isnu. "


" Ayo aku akan membawa mu ke tempat yang sangat spesial untuk mu Baby. " Wisnu menarik lembut tangan Windi menuju ke tempat awal mula mereka tadi, terlihat di sana ada sebuah golf car yang akan mengantar mereka ke suatu tempat yang jarak nya tidak terlalu jauh dari taman hiburan.


" Isnu kita akan naik itu?" tunjuk Windi ke arah golf car


Wisnu menganggukkan kepalanya. " Iyah kita akan naik itu baby. "


" Oh." Windi mengangguk-angguk kepala nya mengerti. Wisnu membantu Windi naik ke mobil golf car, Setelah membantu Windi ia juga ikut naik dan duduk di sebalah Windi.


Supir melaju kan golf car nya dengan pelan. Windi menyenderkan kepalanya di bahu Wisnu untuk mencari ke tenangan. Ia mendongak kepalanya menatap intens mata Wisnu seraya tersenyum manis. Wisnu yang melihat Windi tersenyum manis ke arahnya membuat nya sangat gemas, Ia memegang lembut dagu Windi, ia memajukan kepalanya dengan masih terus menatap ke arah Windi, Ia kembali menyatu bibir Mereka dan mel*matnya dengan lembut. Windi membalas l*mat an Wisnu. Seakan tidak memperdulikan orang lain, Wisnu terus ******* bibir Windi dengan lembut dan rakus.


Ciuman mereka terhenti ketika golf car telah berhenti di tempat yang akan mereka tuju, Wisnu membersihkan bibir Windi dengan jempolnya dan tersenyum nakal ke arah Windi.


" Baby bibir mu benar-benar sangat nikmat dan membuat ku sangat candu sekali. " Ujar Wisnu


Windi hanya menundukkan kepalanya dan terasa panas di kedua pipi nya. Wisnu semakin dibuat gemas. " Ayo kita turun. " Wisnu memberi kan uluran tangan nya untuk membantu Windi turun.


Mereka berdua berjalan bergandengan menuju ke restoran sederhana tetapi sudah di desain secantik mungkin, Dan tentu nya semua ini di siap kan oleh Wisnu hanya untuk Windi seorang.


" Selamat Malam tuan dan nona Muda. " Sapa Pelayan Restaurant.


Seperti biasa Wisnu hanya mengangguk kepalanya tanpa menjawab sapaan dari pelayanan, Sedangkan Windi hanya tersenyum tipis.


Pelayanan mengantarkan Windi dan Wisnu ketempat yang telah di sediakan untuk mereka berdua.


Wisnu Menggeser kan kursi untuk Windi. " Terimakasih. " Ujar Windi


Wisnu tersenyum manis ke arah Windi. " Tidak masalah baby. "

__ADS_1


Mata Wisnu mengisyaratkan kepada pelayanan untuk menyiapkan hidangan spesial yang telah ia siapkan untuk Windi. Tak selang beberapa lama pelayan datang membawakan beberapa hidangan spesial untuk Wisnu dan Windi.


Keduanya makan dengan khidmat, tidak ada satu pun yang berbicara baik Wisnu maupun Windi, keduanya hanya diam dan menikmati makanan yang sudah tersaji di hadapan mereka berdua.


Dua puluh menit kemudian Wisnu dan Windi sudah selesai makan, Wisnu mengelap sisa makanan nya menggunakan tisu, Mata nya menatap ke arah Windi yang sedang minum. Ia melihat ada sisa saus di ujung bibir Windi. Ia mengambil tisu dan bangun dari posisinya. Ia berjalan ke arah tempat duduk Windi.


" Baby. "


Windi menghentikan aktivitas minum nya dan menatap heran ke arah Wisnu. " Iya? "


" Lihat aku. " Titah Wisnu


Windi sama sekali tidak mengerti dengan perkataan Wisnu tetapi ia tetap nurut dan Menatap ke arah Wisnu. Saat Windi sudah menatap Wisnu, Tangan Wisnu bergerak menghapus sisa saus yang berada sudut bibirnya. " Ada saus di bibir mu baby. " Ujar Wisnu seraya mengacak-acak gemas rambut Windi.


" Ha? " Windi hanya melongo dengan perlakuan Wisnu yang begitu manis kepada nya.


Wisnu mencubit pelan hidung Windi. " Baby apa yang kamu Fikir kan? "


" A-ah ti-tidak ada. "


" Kamu memikirkan ku kan? " Goda Wisnu


" Dasar narsis banget deh. "


" Hahaha mari kita berdansa baby. " Wisnu memberikan uluran tangan nya kepada Windi. Windi dengan senang hati menyambut uluran tangan Wisnu.


.


.


.


.


Kini Wisnu dan Windi sudah berada di salah satu hotel bintang lima yang berada di Jakarta, Wisnu sudah menyiapkan kamar presiden suite untuk dirinya dan juga Windi. Lagi dan lagi Windi di buat kagum dengan perlakuan manis Wisnu kepada nya sangat romantis. Ia bahkan tidak bisa berkata apa-apa.


Sesampainya di kamar Wisnu langsung merebahkan tubuhnya di ranjang. Windi yang melihat itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. " Isnu mandi dulu, setelah itu baru tidur. "


" Hemm..."


Windi mendengus kesal mendengar jawaban dari Wisnu, Ia berjalan mendekat ke arah Wisnu yang sudah terpejam. " Isnu mandi dulu." Windi menggoyang-goyangkan pelan bahu Wisnu.


Wisnu yang merasa terganggu mencekal tangan Windi dan menariknya ke dalam pelukan nya. Windi yang masih belum terbiasa menggerak-gerakkan tubuhnya.


" Baby berhenti la atau kamu akan membangun kan siang yang sedang tertidur. " Ujar Wisnu dengan suara Bas nya.

__ADS_1


Sekita bulu kuduk Windi merinding mendengar suara Wisnu yang terdengar Bas. "Le-lepaskan I-isnu. "


" Ssst biarkan seperti ini baby, Ini terasa sangat nyaman. "


Windi hanya diam saja dalam dekapan hangat dari Wisnu, Jujur saja apa yang di katakan Wisnu memang lah benar kalau ini posisi mereka saat ini benar-benar sangat nyaman sekali. Tetapi ia harus tetap Waspada karena bagaimanapun ia juga belum siap jika harus melakukan hubungan intim dengan Wisnu saat ini.


Sudah lima menit mereka tetap di posisi seperti itu, Dengan Wisnu yang memejamkan mata nya sembari memeluk Windi yang berada di atasnya, Sedang kan Windi menyenderkan kepalanya di dada di bidang Wisnu.


Mata Wisnu perlahan terbuka, Ia melirik ke bawah melihat Windi yang menyenderkan kepalanya di dada nya, Salah satu tangan nya bergerak mengelus lembut kepala Windi. Ia mencium lembut pucuk kepala Windi. Sejurus kembali ia membalikkan posisi mereka yang kini Windi berada di bawahnya. Mata Wisnu Menatap lembut ke arah Windi, ia menatap menyeluruh bentuk wajah Windi dengan senyuman manisnya. " Baby kamu benar-benar sangat cantik dan sempurna. " Ujar Wisnu dengan serak


Windi dapat melihat di mata Wisnu ada kilatan gairah yang terpancar di matanya. " I-is..." Belum sempat Windi membalas ucapan Wisnu, mulut nya sudah di bungkam terlebih dahulu oleh Wisnu. Bibir Wisnu mel*mat bibir Windi dengan lembut, Tangannya mulai bergeliyar mer*mas milik Windi dengan lembut dari balik baju Windi, Membuat sang empu meng*rang nikmat. Wisnu melepaskan ciumannya dan mulai menc*umi leher jenjang Windi, memberikan sentuhan-sentuhan lembut yang semakin membuat Windi meng*rang nikmat. Wisnu yang mendengar suara Windi yang meng*rang nikmat membuatnya semakin bersemangat. Tidak lupa ia memberikan stempel kepemilikan nya di leher jenjang Windi. Tak sampai disitu ia menj*lat dan meng*git pelan leher dan telinga Windi yang menjadi tempat titik lemah Windi.


"hmmphh ahh."


Windi mati-matian menahan gejolak yang berada di tubuh, hati nya berkata ia belum siap tetapi tubuhnya Justru berkata ia sangat siap untuk melakukan itu dengan Wisnu. Saat tangan Wisnu mulai membuka pakaian dalam Windi. Windi menahan tangan Wisnu, Ia menggeleng kan pelan Kepala nya. " Ti-tidak Isnu, A-aku be-belum Mandi. "


Astaga! Sempat-sempatnya di saat-saat seperti ini di memikirkan belum mandi. Runtuk Wisnu.


Wisnu menghentikan aktivitas nya dan menggeser tubuhnya ke samping Windi. Ia memasang raut kesal nya karena merusak suasana nya. Terlihat jelas raut kesal Wisnu, membuat Windi merasa bersalah tetapi ia juga begitu gugup dan belum siap. " Ma-maaf. " Cicit Windi


Mendengar perkataan maaf Windi membuat Wisnu merasa sengat bersalah, Ia lupa kalau istri nya sangat tidak enakan. " Baby tidak apa-apa jika kamu ingin mandi atau sekalipun kamu belum siap, tidak masalah! Aku tidak akan memaksa mu. "


Perkataan Wisnu semakin membuat nya merasa bersalah, Ia menggelengkan kepalanya dan menatap Wisnu. " Ti-tidak bu-bukan begitu. "


Senyuman manis terukir indah di wajah Wisnu. " Tidak apa-apa baby, bukannya kamu ingin mandi?" Ujar Wisnu


Windi menganggukkan kepalanya, berdiri dari posisi nya dan bergegas menuju kamar mandi dan berlari-lari kecil.


Wisnu yang melihat Windi berlari-lari kecil membuat menggeleng-gelengkan kepalanya dan tersenyum kecil.


Tidak salah lagi dia pasti merasa ketakutan dan belum siap untuk melakukan nya.


Wisnu melirik ke arah tongkat yang sudah berdiri tapi bukan keadilan, menghela kasar nafasnya. " Sabar ya belum saatnya. " Ujar Wisnu seraya mengelus-ngelus lembut tongkatnya.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Hai teman-teman jangan lupa dukung like,koment,vote, Rate 5 dan tambahkan di daftar favorit kalian yah:)


__ADS_2