Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku

Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku
Bimbang


__ADS_3

" Selamat pagi tuan.” ujar andy mengulurkan tangannya.


“ Selamat pagi tuan. “ ujar Wisnu membalas uluran tangan andy


“ Mari kita mulai." Ujar andy


Wisnu pun mulai bahas tentang proposal proyek yang nanti nya akan bekerja sama dengan perusahan prima grup


“ Wah tuan wisnu kerja sama yang anda tawar kan sepertinya sangat menarik dan menguntungkan." Ujar andy


“ Saya jadi bingung harus milih perusahan anda atau perusahan Wilson grup." Ujar andy


Wisnu yang mendengar itu berusaha mungkin untuk rileks


“ Semua keputusan ada di tangan anda tuan.” ujar wisnu dengan tenang


“ Bagaimana jika saya memilih bekerja sama dengan perusahaan wilson." Ujar andy


Wisnu tersenyum. “ Berarti perusahaan kita tidak berjodoh tuan." Ujar wisnu


Andy yang mendengar jawab dari wisnu mengangkat salah satu sudut bibirnya namun senyuman itu nyaris tidak terlihat.


Bahkan dia tersenyum dan mengatakannya dengan santai. Batin andy


“ Tuan Wisnu bagaimana kalau kita sekalian makan siang tuan?” tanya Andy


Wisnu melihat jam tangannya dan benar sudah hampir mendapati waktu jam makan siang . wisnu ingin mengiyakan tawaran andy namun ia kembali teringat tentang windi yang sedang bersama pria lain.


“ Mohon maaf tuan tapi saya mesih ada urusan lagi." Wisnu menolak dengan sangat sopan


“ Yah sayang sekali kalau begitu." Ujar kecewa andy


“ Mungkin lain waktu kita bisa pergi makan siang bersama tuan.” ujar wisnu


“ Ya baik lah kalau begitu segara hubungi saya jika kamu punya waktu untuk makam siang bersama." Ujar andy


“ Iyah tuan. Kalau begitu saya permisi dulu tuan." Ujar wisnu lalu bangun dari kursinya dan mengulurkan tangan untuk berjabatan tangan.


Setelah keluar dari restaurant wisnu berniat menghubungi Refa dan menanyakan hubungannya dengan windi apakah baik-baik saja.


Wisnu merogoh kantung jasnya dan mengambil ponselnya. Ia mencari nama adiknya lalu menekan nomor adiknya. Suara dering telfon pertama terdengar dari telfon namun refa belum mengangkat ya. Sampai suara dering telfon ke tiga kali nya refa mengangkat ya.

__ADS_1


“ Halo kak ada apa?” tanya refa dari sebrang telfon


“ Halo fa kamu serang ada dimana?” ujar wisnu


“ Aku sekarang ada di kantor kaka." Ujar Refa


“ Oh baiklah kalau begitu kakak akan ke sana." Ujar wisnu


“ Oh oke kaka." Ujar Refa


Ada apa dengan kakak kenapa dia tiba-tiba ingin datang ke kantor ku. Apa terjadi sesuatu dengannya atau ada hal penting yang ingin dia bicarakan? Batin Refa


“ Ditto kamu undur jadwal saya sampai 1 jam ke depan dan kalau kaka saya sudah datang suruh langsung masuk ke ruangan saya saja." Ujar refa kepada sekretarisnya


“ Baik tuan."


“ Panji sekarang antar saya ke perusahaan Refa." ujar wisnu


“ Baik tuan."


“ Ah iyah jangan lupa undur kan semua jadwal saya 1 jam ke depan." Sambung wisnu


Panji mengagukan kepalanya sebagai tanda setuju.


Selama di perjalanan wisnu mesih memikirkan kan apa yang harus ia lakukan dan bagaimana caranya menjelaskan semuanya kepada Refa


Apa aku harus mengatakan kepada Refa bahwa ada seseorang yang memintaku untuk membatalkan pernikahan Refa dan windi. Batin wisnu


***


mobil yang membawa Wisnu telah sampai di parkiran perusahaan yang di kelola oleh Refa. ia turun dari mobil dan melangkah kan kaki nya masuk. di lobby semua orang yang berlalu lalang menunduk hormat kepada wisnu karena wisnu merupakan ketua direktur perusahan Kusumo grup dan kaka dari bos mereka Refa


" Selamat siang tuan. " ujar Ditto


Wisnu mengagumkan Kepalanya .


“ Ditto apakah refa ada di ruangannya." Tanya wisnu


“ Ada tuan. Tuan Refa sudah menunggu anda." Ujar ditto sembari membukakan pintu untuk wisnu


Wisnu hanya mengagukan kepala nya lalu masuk ke ruangannya. Sebelum masuk wisnu member tau panji untuk menunggu nya di luar

__ADS_1


Wisnu masuk sendirian keruangan adiknya. Didalam refa sedang sibuk dengan berkas-berkas proyek yang sedang ia jalani.


“ Refa.” panggil wisnu


Refa menegakkan kepala nya dan menatap wisnu dengan tersenyum kepada wisnu


“ Kaka sudah datang." Ujar Refa. Refa menyuruh kakaknya duduk dan menunggu nya sebentar.


Selesai mengecek laporan proposal nya Refa menghampiri wisnu


“ Ada apa? Ada yang ingin kamu sampai kan kepada? “ tanya Refa


Wisnu diam sejenak lalu menghembuskan nafasnya.


“ Fa apakah kamu mencintai windi?” tanya wisnu


Refa heran dengan pertanyaan sang kaka


“ Apa maksud kaka bertanya begitu. Tentu saja aku sangat mencintai nya kak.”


Wisnu kembali diam dan bingung harus mengatakan apa kepada reffa


“ Lalu apakah windi juga mencintaimu.” setalah diam sejenak wisnu kembali bertanya kepada reffa


Reffa semakin bingung dengan ucapan sang kakak


“ Tentu saja dia mencintai ku. Jika dia tidak mencintai ku kenapa dia menerima lamaran ku dan bertunagan dengan ku kaka." Ujar tegas reffa


Wisnu semakin bingung mengatakan kepada reffa bahwa tadi ia melihat windi bersama pria lain dan terliat sangat dekat. Wisnu semakin diam dalam kebisuaanya.


“ Kenapa kakak bertanya seperti ini? Sebenarnya ada apa kaka. Katakana saja apa yang ingin kamu katakana." Ujar reffa


Wisnu menatap kearah reffa ia bisa melihat bahwa adiknya sangat penasaran dengan apa yang dia katakan nantinya. Ia takut jika adiknya akan sakit hati dan terluka ketika mendengar apa yang akan ia katakana.


“ kaka?” reffa kembali membuka suaranya


Wisnu menghembuskan nafasnya.” Apa kamu yakin akan menerima apa yang akan ku katakana?” tanya wisnu


Reffa mengagukkan kepalanya bahwa ia sangat yakin dan penasaran dengan apa yang akan di katakana oleh wisnu


“ Baiklah. Saat aku ingin bertemu dengan klien ku di restaurant CDE aku tak sengaja melihat..” wisnu diam sejenak ia ragu ingin melanjutkan perkataannya.

__ADS_1


“ Melihat apa kak?” desak reffa


__ADS_2