
Tiba di tujuan, mereka memilih duduk di area luar cafe karena lebih seru dan asik. Apalagi ada live musik yang menemani santap siang mereka membuat suasana jadi semakin santai.
“Mau pesan apa?” tanya Hugo.
“Steak aja enak kali, ya, tapi saya maunya yang matang,” jawab Kaina.
“Oke. Minumnya?”
“Apa aja asal gak pakai es.”
Hugo mengangguk lalu menyebutkan pesanan mereka pada pelayan. “Tunggu bentar.” laki-laki itu beranjak menemui vokalis band yang sedang bersiap-siap menyanyikan sebuah lagu. Membisikkan sesuatu lalu orang itu megangguk dan Hugo kembali ke tempatnya.
“Ngapain?” tanya Kaina.
“Gak cuma sapa kenalan aja.”
“Oh.”
Asik menikmati musik yang mengalun pesanan mereka pun datang.
“Dimakan,” kata Hugo.
Kaina tersenyum sambil mengangguk.
Disisi lain, Zuri yang sedang berada di lantai dua cafe itu bersama bosnya bertemu dengan klien, tak sengaja melihat Kaina sedang menyantap makanan bersama saudara tiri Fatih. Langsung saja gadis itu mencolek atasanya agar melihat ke bawah.
“Itu Ibu Kaina lagi makan siang bareng Hugo," bisisknya.
“Oh.” Fatih melihat sekilas lalu kembali sibuk dengan klien.
Zuri cemberut melihat ekspresi cuek dari atasannya itu.
“Oke, sebuah lagu request-an dari seorang pria untuk wanita yang telah berhasil mencuri hatinya akan saya persembahkan,” kata si vokalis lewat pengeras suara.
“Orangnya mana?” tanya salah satu pengunjung.
“Cari aja yang lagi pakai kaos hitam lagi duduk sama wanita cantik dengan mata besarnya,” jawab si vokalis.
Mendengar hal itu Fatih kembali melayangkan pandangan ke bawah. Mencari orang dengan ciri-ciri tersebut. Ada dua pria yang memakai kaos hitam, tapi hanya satu wanita yang sesuai dengan deskripsi, yaitu Kaina nan tampak cantik dengan mata bulatnya.
Akhirnya ku menemukanmu
Saat hati ini mulai merapuh
Akhirnya ku menemukanmu
Saat raga ini ingin berlabuh
“Kamu yang request lagu ini?” tanya Kaina pada Hugo.
Ayah biologis Kama itu langsung menggeleng cepat. “Gak kok. Palingan pria yang di sudut sana.” Hugo menjawab sambil menunjuk pria lain yang memakai kaos hitam.
Kaina membulatkan mulutnya dan kembali menyantap makanan.
Ku berharap engkau lah
Jawaban sgala risau hatiku
Dan biarkan diriku
Mencintaimu hingga ujung usiaku
Dari posisinya, Fatih memperhatikan interaksi antara istri dan saudaranya. Diam-diam Hugo kembali mengambil gambar dimana Kaina tampak menggemaskan saat mengunyah makanannya. Hal itu menimbulkan sesak di dada, membuatnya berkali-kali membuang nafas kasar.
Zuri yang paham akan perasaan sang bos, menuliskan sedikit pesan di secarik kertas lalu meminta pelayan untuk memberikannya pada vokalis band yang ada di bawah sana.
Jika nanti ku sanding dirimu
Miliki aku dengan segala kelemahanku
__ADS_1
Dan bila nanti engkau di sampingku
Jangan pernah letih tuk mencintaiku
Hugo tak dapat berhenti mengembangkan senyuman sambil menatap dalam wanita yang ada di depannya. Seakan ingin mengatakan kalau lagu itu dia persembahkan khusus untuk ibu yang sudah melahirkan putranya. Namun, untuk saat ini dia belum memiliki keberanian dalam mengungkapkan rasa apalagi Kaina belum resmi menyandang status janda. Jadi, dia akan sabar menunggu hingga waktunya tiba.
Alunan musik untuk lagu selanjutnya pun terdengar. Hugo dan Kaina masih asyik menghabiskan makanan yang mereka pesan, sedangkan Fatih berusaha fokus dengan kliennya meski sesekali mencuri pandang ke arah bawah.
Jauh dilubuk hatiku
Masih terukir namamu
Engkau masih kekasihku
Mendengar lagu itu baik Kiana maupun Fatih sama-sama mengangkat kepala hingga tak sengaja mereka bertemu pandang.
Tak bisa kutahan lagi angin
Untuk semua kenangan yang berlalu
Hembuskan sepi merobek hati
Hugo yang memperhatikan Kaina sedikit terpaku, menyentuh tangannya hingga membuat istri dari saudara tirinya itu terlonjak kaget.
Meski raga ini tak lagi milikmu
Namun didalam hatiku sungguh engkau hidup
Entah sampai kapan
Kutahankan rasa cinta ini
“Kenapa?” tanya Hugo.
Kaina menggelengkan kepala sambil berkata, “Gak, cuma lagi lihatin lagit aja.”
Mereka pun kembali menyantap hidangan penutup.
Jauh dilubuk hatiku
Masih terukir namamu
Engkau masih kekasihku
Kembali sepasang suami istri yang akan berpisah sebentar lagi saling tatap dari duduknya masing-masing. Hingga akhirnya Fatih memalingkan muka menatap kliennya dan Kaina merasa kecewa.
“Go, kita jalan, yuk!”
“Loh, tapi makanan kamu belum habis loh.”
“Udah kenyang. Yuk, Candra udah kirim alamat mereka di mana.”
Hugo mengangguk setuju. Memanggil pelayan untuk meminta tagihan. Setelah makanannya di bayar, laki-laki itu menarik tangan Kaina keluar dari sana. Hal itu tak luput dari perhatian Fatih.
Dan kuberharap semua ini
Bukanlah kekeliruan seperti yang kukira
Seumur hidupku
Akan menjadi doa untukmu
Jauh dilubuk hatiku
Masih terukir namamu
Engkau masih kekasihku
...🚎🚎🚎🚎...
__ADS_1
Fatih dan Zuri tengah dalam perjalanan ke kantor. Meski ini hari minggu, putra kedua Fadilah itu memilih menyibukkan diri. Mengajak sekretarisnya untuk ikut bertemu klien dan kini membuat beberapa dokumen.
“Pak, anterin saya pulang napa,” rengek Zuri. “Ini libur, Pak, saya mau nyantai di rumah, mau baca novel atau nonton drakor.”
“Ck, sekali-kali kamu kerja di hari libur. Lagian saya kan kasih kamu uang tambahan.”
“Iya, sih, tapi-”
“Udah, jangan berisik. Duduk diam aja.” Fatih tampak sedikit jutek.
Gadis yang suka usil itu tersenyum jahil. Dia menemukan ide untuk menggoda atasannya. Dihidupkan pemutar musik yang ada di mobil lalu di pilih lagu yang rasanya pas dengan suasana hati Fatih.
Aku terbakar cemburu
Cemburu buta
Tak bisa ku padamkan amarah dihatiku
Sakit, menahan sakit hati
Menyimpan perih
Tak bisa kuterima apa yang kualami
Ibaratnya jantung hati
Tersayat pedang tajam
Betapa sakitnya
Kurasakan itu
Dan kini aku tahu 'ku sangat
Begitu dalamnya aku sungguh mencintaimu
Mungkin selama ini 'ku salah
Tak pernah pedulikanmu setulusnya hatiku
Merasa kesal, Fatih mematikan lagu itu. “Apa maksud kamu?”
Zuri bingung. “Maksud, Bapak.”
“Jangan pura-pura bodoh. Kamu sengaja kan?!”
“Bapak kenapa sih?” Zuri merasa heran. “Dari cafe tadi bawaannya sensi mulu. Bapak kesal, marah, atau cemburu melihat Bu Kaina sama Hugo tadi?”
“Sok tau kamu.” Fatih memalingkan mukanya.
“Jujur aja deh, Pak. Sebenarnya Bapak cemburu dan marah sama Hugo tapi Bapak gak mau jujur sama diri sendiri kalau sebenarnya Bapak tuh cinta sama Bu Kaina.”
Di hentikan laju kendaraan di tepi jalan. “Turun kamu,” usir Fatih.
“Loh kenapa?”
“Kamu sudah kelewatan. Terlalu ikut campur urusan pribadi saya dan saya gak suka itu.”
Zuri terkejut. “Oke. Saya akan turun tapi satu pesan saya. Jangan sampai Bapak menyesal.” Setelah berkata, gadis itu keluar dari mobil bosnya dan membanting pintu dengan begitu keras.
Fatih membuang nafas kasar. Lama dia terdiam untuk menenangkan hati yang membara. Hingga kemudian mobilnya kembali dilajukan.
...----------------...
🤭🤭🤭 ada yang terbakar cemburu...
Aku puas 😄😁😆😂🤣
Kalian puas juga gak sih?
__ADS_1
Zuri emang the best... 👍👍👍