Mertua Yang Jahat

Mertua Yang Jahat
Rumah mama Lina di segel pihak Bank.


__ADS_3

Sudah 3 bulan Andre tinggal bersama Rika, dan persiapan keuangan Andre pun sudah habis.


Secara diam-diam Andre pulang ke rumah Dian. Ternyata kepulangan Andre tidak disambut Dian dengan baik.


“ Untuk apa kamu pulang ke sini? Kamu pasti takut jika kamu pulang ke rumah mamamu,” kata Dian.


Lalu Dian kembali berkata, “ selama ini kamu di rumah Rika kan? Kamu pikir aku tidak tahu! Sekarang lebih baik kamu pergi dari sini dan kamu bawa barang-barangmu!” kata Dian dengan marah.


Dian lalu masuk ke dalam kamarnya ia mengeluarkan semua pakaian Andre dan dimasukkannya ke dalam tas.


Setelah itu Dian keluar dari kamarnya lalu ia berjalan keluar.


“Lihat Dre, apa yang aku buang, sekarang pergi dari sini, Aku sudah muak padamu!”


Dian membuang semua pakaian Andre ke Jalan hingga para tetangga keluar dari rumah mereka untuk menyaksikan kegaduhan itu.


“Apa-apaan sih kamu!” sahut Andre. dengan marah Andre menarik tangan Dian untuk diajak masuk tetapi Dian menolaknya.


Dian mendorong Andre keluar sambil berteriak, “ Keluar kamu Ndre, pergi dari sini Aku sudah muak padamu!”


Dengan berat hati dan muka masam Andre pun pergi meninggalkan rumah Dian.


Langkah Andre yang lunglai karena tidak tahu kemana tujuannya.


Akhirnya Andre memutuskan untuk kembali ke rumah mama Lina.


Di rumah, mama Lina sedang sibuk membereskan berbagai macam arsip. Karena beberapa bulan yang lalu Andre tidak mengurusnya. Mata mama Lina mengarah ke laptopnya.


Di saat Mama Lina bekerja, tiba-tiba Andre muncul. Bukannya Mama Lina menyambut kepulangan Andre, Tetapi malah mama Lina memaki-makinya.


“ Ke mana saja kamu Ndre, pekerjaan kamu terbengkalai,semua, ini semua benar-benar mama nggak ngerti kenapa semua arsip jadi begini, mama sudah lihat di laptop,” maki mama Lina.


Andre hanya menundukkan kepalanya dan membisu.


“Kamu kenapa Ndre? Kenapa Wajahmu seperti itu?” tanya mama Lina.


“Andre diusir Ma sama Dian. Semua pakaian Andre dibuang ke jalan. Dian benar-benar mengusir Andre mah,” kata Andre mengadu.


Mama Lina pun kaget. Matanya terbelalak lalu ia berkata, “Apa? Dian mengusirmu? Apa alasan Dian bisa mengusirmu?”

__ADS_1


“ Dian tahu kalau kemarin Andre pulang ke rumah Rika. Karena itu Dian mengusir Andre, tapi kan dia tahu kalau Rika masih istri Andre, harusnya dia terima keadaan dong,” Andre mengadu.


Sejenak mama Lina terdiam. Lalu mama Lina menghubungi Dian lewat ponselnya.


Tetapi nomor Dian saat itu sedang sibuk. Lalu Mama Lina mengulanginya kembali, tapi sayang nomor Dian masih saja sibuk.


Ternyata dia sedang menghubungi Herman. Ada sesuatu yang Herman sedang kerjakan.


“ Iya sayang. Semua sudah ku kerjakan sesuai perintahmu. Semua miliknya sudah atas namamu,” kata Herman di Saluran telepon.


Dengan senyum yang semringah Dian menjawab, “ Terima kasih kekasihku, kau adalah yang terbaik.”


Saluran telepon pun terputus tidak lama kemudian ponsel Dian kembali berbunyi.


Dian duduk di atas meja sambil melipat kakinya lalu menerima telepon dari mama Lina, “Ya Nyonya ada apa?”


“ Mengapa kau mengusir Andre dari rumahmu, Apa salahnya?” tanya mama Lina di seberang sana.


“Hahaha, kau bertanya tentang salahnya? Anggap saja anakmu tidak memiliki salah apa-apa. Tapi yang jelas saat ini aku sudah tidak membutuhkannya.” Sahut Dian.


“ Apa maksudmu?” tanya mama Lina yang merasakan bingung.


Dian mematikan ponselnya dan meletakkannya di atas kursi.


Dan di seberang sana mendengar perkataan Dian mama Lina bertambah bingung.


Beberapa saat kemudian tiba-tiba ada beberapa orang datang ke rumah. Mereka mengaku sebagai petugas bank.


“Sore bu, Apa benar ini rumahnya Lina hasanati?” tanya salah satu dari mereka.


“Ya benar Ini rumah saya, kalian siapa ya?” kedatangan mereka membuat mama Lina semakin bingung.


“Kami dari petugas bank ingin memberikan surat ini pada ibu, kami memberikan waktu pada ibu sebanyak 3 hari untuk meninggalkan rumah ini. Rumah ini akan kami segel, kami akan mengurungnya dengan pita kuning,” kalta salah satu dari mereka.


Dada mama Lina terasa sesak kepalanya terasa pusing dan tubuhnya lemas. Melihat mama Lina terjatuh Andre pun bergegas mendekati dan bertanya,


“ Ma Mama kenapa bapak-bapak ini siapa?” Tanya Andre.


Kami dari petugas bank, kami akan mengambil rumah ini untuk disegel dan kami akan memberikan penghuni rumah ini sebanyak 3 hari untuk meninggalkan rumah ini pak,” jelas dari salah satu orang di antara mereka.

__ADS_1


Andre pun terkejut mendengarnya. Seingat dia selama dia memegang usaha mamanya tidak ada satupun mamanya yang terlibat hutang oleh bank.


Tapi tiba-tiba sore itu beberapa orang petugas bank datang untuk menyegel rumahnya.


Andre pun berkata pada para petugas bank,


“Tnggu Pak, seingat saya Mama saya tidak pernah punya hutang pada bank. Paling Mama saya menggunakan bank hanya untuk transfer dan menerima pembayaran dari orang.”


“ kalau begitu Coba bapak cek surat ini surat ini ditandatangani oleh wanita yang bernama Dian Sastro Cahyono,” kata petugas Bank.


Andre pun memeriksanya lalu matanya terbelalak melihat nama Dian telah menandatangani surat itu.


“ licik! wanita biadab! Jadi selama ini dia adalah kanker di keluargaku!” maki Andre.


Andre memandangi wajah mama Lina. Saat itu mama Lina sudah tidak sadarkan diri.


Karena mendengar kegaduhan di luar, Mbok Yem pun keluar dan terkejut melihat keadaan di luar sana. Mbok Yem dan Andre membopong tubuh mama Lina, mereka membawanya masuk ke dalam kamar dan merebahkannya di atas tempat tidur.


Andre menangis, begitu pula dengan mbok Yem. Lalu Putri pun keluar dari kamarnya karena mendengar kegaduhan.


“ Ada apa sama mama Bang? Mah Mama! bangun mah! ada apa Ma!”


Putri terus menggoyang-goyangkan tubuh mama Lina sambil menangis.


Beberapa saat kemudian mama Lina pun tersadar. Tetapi keadaannya sudah tidak normal mama Lina depresi dia tidak dapat mengenali orang-orang di sekelilingnya bahkan dirinya pun tidak dikenalinya.


Putri pun berteriak. Ia tidak menyangka semua ini bisa terjadi. Begitu pula dengan Andre. Andre menyesali atas segala peristiwa yang terjadi di rumah itu.


Mbok Yem pun juga ikut menangis tangisannya sesegukan hingga menyesakkan dadanya. Mbak ya membayang-bayangkan masa lalu semenjak Om Faisal meninggal banyak Kejadian aneh terjadi di rumah itu.


Mbok Yem mendekati Andre dan berkata,


“Sabar Den Andre, semua ini adalah ujian.”


Sore telah berganti malam, Saat itu waktunya makan malam. Seperti biasa Mbok Yem Menyiapkan makan malam untuk seluruh anggota keluarga itu.


Dengan air mata yang masih bercucuran dan mata yang sembab Andre membongkar semua isi kamar mama Lina ia mencari sesuatu.


Andre mencari dompet namanya, karena dia tahu ada beberapa ATM di sana.

__ADS_1


Setelah mendapatkannya Andre bergegas keluar menemui Mbok Yem.


__ADS_2