Mertua Yang Jahat

Mertua Yang Jahat
Merindukannya.


__ADS_3

Rika berangkat bekerja bersama Iyan. Dan Iyan pun menanyakan perihal Erna.


“ Kenapa kamu enggak bareng Erna, Emang Erna ke mana? “


“ Eggak tahu Bang, Erna susah di hubungin. Dari tadi siang Rika teleponin dia terus, tapi nggak diangkat, di chat pun juga dia nggak bales, Nggak tahu tuh dia ke mana,”


jawab Rika.


“ Apa kamu ada masalah sama dia? “


Tanya Iyan.


“ Enggak sih nggak ada masalah apa-apa, nggak tahu tuh tiba-tiba dia menghilang dan susah dihubungi, “


jawab Rika.


Mereka pun sampai di depan tempat kerja Rika. Dan Iyan pun berlalu, ia melanjutkan perjalanannya menuju ke tempat kerjanya.


Seperti biasa, Rika masuk melalui lobi dan masuk ke lorong menuju loker karyawan.


Rika berganti pakaian seragam dan merapikan rambutnya serta memoles wajahnya.


Bukan hanya Rika, tetapi karyawan lain pun melakukan hal yang sama.


Ternyata loker Vivi tidak jauh letaknya dari loker Rika. Dan mereka pun saling menyapa.


“ Hai Rika, tumben sendirian ? Mana temanmu? “


Tanya Vivi.


“ Enggak tahu Kak, enggak ada kabar, mungkin dia libur hari ini, “


jawab Rika.


Ketika Rika berjalan melalui lorong untuk masuk ke dalam klub, hati Rika bertambah merasa kehilangan.


Tapi saat itu Rika masih berprasangka baik. Dia pun tidak ingin perasaannya mengganggunya pada saat ia bekerja.


Beberapa saat kemudian, klub dibuka untuk umum. Para pengunjung pun masuk ke dalam klub, mereka menempatkan diri pada lantai sesuai keinginan mereka masing-masing.


Awal buka pun ternyata di ruang billiard sudah banyak peminatnya. Dan para nona pun menyambut mereka untuk bermain.


Saat itu Rika tetap menduduki tugas di kasir bersama Vivi. Tiba-tiba seorang security masuk dan mendekati Vivi, kemudian ia berkata,


“ Siap-siap ya, sebentar lagi kita akan kedatangan tamu. “


“ Tamu, tamu siapa? “


Tanya Vivi.


“Tamu besar, mereka yang memiliki saham di klub ini, mereka akan berkunjung ke sini, makan di sini, tolong servis mereka dengan sebaik-baiknya ya,”


kata security itu pada Vivi.


“ Oke baiklah, tapi kira-kira jam berapa mereka akan datang? “


Tanya Vivi.


“ Belum tahu Waktunya jam berapa, tapi sopir mereka akan memberitahuku. Yang penting kita sudah siap-siap, tolong bilangin bagian kitchen, agar mereka pun bersiap-siap, “


perintah security itu pada Vivi.


“ Baiklah nanti saya sampaikan, terima kasih ya Pak,”


jawab Vivi.


Vivi pun mengabarkan pada bagian kitchen untuk bersiap-siap melalui telepon yang berada di atas meja kasir.


“ Halo Farel, siap-siap ya, nanti kita akan kedatangan tamu besar. “


{.............. }


“ Kata security depan, tadi dia bilang ke aku untuk nyampein ke kamu. “


{.............. }


Vivi pun segera meletakkan telepon ke atas meja.


Saat itu Rika sedang membantu para waiters melayani para pengunjung. Vivi pun memanggil Rika,


“ Rika, sini, “


Panggil Vivi.


Rika pun menoleh, dan meninggalkan pekerjaannya saat itu, lalu melangkah untuk menemui Vivi.


“ Ada apa kak? “


Tanya Rika.


“ Siap-siap, nanti kita akan kedatangan tamu, “


pesan Vivi.

__ADS_1


“ Tamu apa, tamu agung kaki?”


Tanya rika.


“ Iya, tamu agung, para pemilik saham nanti akan datang, mereka akan mengadakan meeting besar di sini, “


sahut Vivi.


Vivi pun memberitahukan kepala weather agar mempersiapkan ruang meeting yang berada di lantai 3.


“Cong, tolong ya ruang meeting dirapihin ntar mau dipakai, “


perintah Vivi pada Acong.


“ Siapa yang mau make ruang meeting? “


Tanya acong.


“ Tamu agung, tapi gue juga belum tahu jam berapa dipakainya, pokoknya kita siap-siap aja, “


Jelas Vivi pada Acong.


“Oke, siap nanti gue juga minta bantuan yang lain deh biar cepet, “


kata Acong.


Acong pun meninggalkan Vivi, dan bergegas menuju rantai 3.


Rika pun berpikir,


“Apakah nanti ada mama lina juga? Bisa jadi, karena dia kan salah satu pemilik saham di sini. “


Rika pun kembali ke meja kasir. Rika melayani beberapa pengunjung yang hendak membayar.


Sesaat kemudian, ponselnya bergetar dari dalam saku celananya. Dengan mengendap-endap, Rika membuka ponselnya dan membaca isi pesan yang tersampaikan,


“ Hai sweety, aku kangen. “


Rika pun tersenyum setelah membaca pesan tersebut. Tanpa membalasnya, Rika menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku celananya.


Setelah memberitahukan rekan-rekan yang lain Vivi kembali ke meja kasir.


Vivi pun berkata pada Rika,


Kita lihat ya kapan mereka pada datang, kalo sampai tengah malem, berarti kita nggak bisa istirahat dong, siap-siap Rik kita bakal ngantuk. “


Mendengar celotehan Vivi, Rika hanya tersenyum tipis.


Rika pun berpamitan pada Vivi untuk ke toilet.


kata Rika.


“ Ya udah sana, tapi cepet ya jangan lama-lama, gak enak aku sendirian, kalau seandainya tamu udah pada datang, “


sahut Vivi.


“ Iya Kak, bentar kok, “


sahut Rika.


Rika pun segera bergegas ke toilet. Menurutnya, di sanalah tempat yang aman pada saat bekerja untuk menelepon andre.


Rika : “ Halo Ndre ya kenapa,? “


Andre : “Aku kangen sweety. “


Rika : “ Ya udah kalau kangen, kita ketemuan aja, kapan kamu libur? Aku besok liburnya. “


Andre : “ Ya udah kalau kamu liburnya besok, aku tukeran deh sama Tomi, mudah-mudahan sih dia mau ya. “


Mereka pun diam sejenak. Kemudian Andre melanjutkan pembicaraannya.


Andre : “ Oh ya sweety kapan kamu siap aku nikahi? “


Rika : “ Ih, apaan sih Ndre, jangan diomongin di sini ah malu, nanti aja ya kalau kita ketemu kita bicarakan soal ini oke ? Lagian aku sekarang ini lagi buru-buru Ndre, lagi sibuk, nanti ada tamu agung yang datang, ruang VIP dipakai untuk meeting. “


Andre : “Tamu agung maksud kamu? “


Rika : “Iya tamu agung, bos bos besar. Mereka akan meeting di sini, kita aja lagi siap-siap pada sibuk semua. Ini aja aku bisa ke sini, aku izin dulu sama Vivi. Udah dulu ya? “


Andre : “Eh ntar dulu, aku mau tanya, tadi kamu berangkat sama siapa? “


Rika : “Aku berangkat sama bang Iyan, kebetulan bang iyan masuk sore. “


Andre : “ Sama Erna juga? “


Rika : “Enggak, aku berdua doang sama bang Iyan. Hari ini Erna libur. “


Andre : “ Oh ya udah deh, kamu hati-hati ya kerjanya, nanti pulangnya juga hati-hati. Jangan lupa ya jaga hati kamu cuma untuk aku, oke sweety? “


Rika : “ Iya iya, udah ah aku jengah dengarnya. Baaaayyy. “


Saluran telepon pun terputus. Dan Rika kembali ke meja kasir.

__ADS_1


Di seberang sana tepatnya di rumah Andre.


Setelah pulang kerja, Andre masih berada di ruang tengah rumahnya. Matanya melihat ke arah jam dinding yang menempel. Waktu telah menunjukkan pukul 12.00 malam.


Andre masih di ruang tengah, ketika tiba-tiba om Faisal bangun dari tidurnya.


Om Faisal keluar dari kamarnya menuju ruang tengah, di sana dia melihat Andre yang masih terjaga.


“ Andre, kamu belum tidur? “


Tanya om Faisal.


“ Belum om, belum ngantuk, “


jawab Andre.


Andre pun bertanya,


“ Mama mana om, mama udah tidur? “


“ Mamamu belum pulang Ndre, katanya sih masih meeting, “


jawab om Faisal.


“ Meeting, meeting apaan jam segini? “


Tanya Andre dengan nada curiga.


“ mama sudah telepon om kok tadi, katanya meeting buat buka counter, “


jawab om Faisal.


Om faisal pun menyuruh Andre agar segera tidur.


“ Ndre, tidur deh udah malem. “


“ Iya om sebentar lagi, Andre mau telepon Tomi dulu, ntar mau tukeran libur buat besok, “


jelas Andre.


“ Emang besok kamu mau ke mana? “


Tanya om Faisal.


“ Besok niatnya Andre mau ke rumah Rika om, “


jawab Andre.


“ Yaudah om tidur duluan ya? “


Tanpa menunggu jawaban dari Andre, karena kantuk nya yang tak tertahan, om Faisal segera melangkah menuju kamarnya kembali.


Sedangkan Andre masih berada di ruang tengah dan hendak menghubungi Tomi.


Sambil menunggu Tomi mengangkat teleponnya, Andre melangkah menuju ruang dapur untuk mengambil minum.


Setelah meminumnya Andri melangkah menuju kamar Putri.


Tak lama kemudian telepon pun tersambung pada ponsel Tomi.


Sambil berbicara dengan Tomi melalui saluran telepon, Andre membuka pintu kamar Putri. Ternyata putri tidak berada di sana.


“ Hai Tom, besok tukeran libur ya, gue mau ke rumah Rika. “


{............. }


“ Oke Tom makasih ya, maafin ya kalau aku gue udah ganggu lo malam-malam. “


Saluran ponsel pun terputus. Mata Andre masih mencari Putri di dalam kamar.


Setelah yakin Putri tidak berada di sana, Andre pun keluar dari kamar Putri dan melangkah menuju kamarnya yang berada di lantai dua.


Pada tengah malam itu Andre berdiri di depan balkon dan menghadap ke jalan.


Jika berdiri di sana dan menghadap ke jalan, maka jelas sekali pemandangan di jalan.


Andre mengambil dompetnya dari saku belakangnya, dan mengeluarkan selembar kertas.


Dibukanya lembaran yang terlipat itu lalu Andre memandangi nya sambil tersenyum.


Itulah selembar kertas kenangan baginya bersama Rika. Andre pun melipat nya kembali dan menyimpannya.


Ketika tangan andre hendak mengambil dompet dari saku nya, matanya tertuju pada satu titik jalan.


Ada sebuah sepeda motor berhenti tepat di depan rumahnya. Lalu turun seorang wanita muda sambil membuka helm yang ia pakai.


Kemudian wanita muda itu menyerahkan helmnya pada pria yang menyetir motor tersebut.


Lalu pria itu membelai rambut wanita muda itu, kemudian pria itu pergi meninggalkannya dan wanita muda itu melambaikan tangannya.


Saat itu andre masih memperhatikan dari atas balkon.


Setelah melambaikan tangannya, wanita muda itu masuk ke dalam rumah Andre.

__ADS_1


Betapa terkejutnya Andre melihat hal itu. Andre pun merasa geram. Segera Andre melangkah ke lantai bawah dengan terburu-buru.


__ADS_2