
Mama Lina mengundang Andre untuk makan untuk makan siang di restoran sirkuit yang berada di dekat pantai. Di sana mama Lina telah menunggu kedatangan Andri dan Rika bersama Dian.
Dari kejauhan mama Lina melihat kedatangan keluarga anaknya.
“Itu mereka,”
kata mama Lina pada Dian sambil menunjukkan jarinya ke arah pintu gerbang restoran.
Mama Lina Melambaikan tangan dari kejauhan. Andre pun melihatnya, langkah Andre dan Rika lebih dipercepat agar cepat sampai pada meja mama Lina.
“Silakan duduk Ndre, Rika, Halo cucu Oma apa kabar?”
Mama Lina mencium Kanza, Kanza pun mencium balik omanya.
“Kalian mau pesen apa?”
Seorang pelayanan mendekat dengan membawa beberapa lembar menu. Setelah mereka memilih menu, pelayan pun pergi untuk. Mempersiapkan pesanan mereka.
Saat itulah mama Lina memperkenalkan Dian pada Andre dan Rika.
“Ndre, kenalin ini Dian, dia asisten mama selama ini, mangkanya mama belakang ini sering di rumah.
Dian mengulurkan tangannya pada Andre, dan Andre pun menyambutnya. Mereka menyebut nama masing masing. Lalu mama Lina berkata,
“Nanti kamu bekerja sama ama Dian, Dian akan mengarahkan kerjaanmu di ruko, biar kamu bisa fokus dengan pekerjaanmu, mama Minta kamu gak usah sering pulang ke rumah. Dan kamu juga akan nerusin kerjaan papamu yang sempat tutup.”
Andre mengerutkan dahinya, lalu menoleh ke arah Rika.
Dan dia berkata pada mamanya, “Andre enggak ngerti maksud mama, Andre kerja sama ama Dian, trus Andre gak boleh sering pulang dan Andre nerusin usaha om Faisal. Sebelumnya mama gak bilang apa kerjaan Andre, trus apa hubungannya Andre kepulangan Andre ke rumah? Andre kan punya keluarga, masa Andre gak boleh pulang?”
Percakapan mereka terputus manakala seorang pelayan datang untuk menyajikan makanan yang mereka pesan.
Setelah pelayan pergi, Andre ingin meneruskan perkataannya, tetapi di celah oleh mama Lina.
“La..... “
“Mama minta kamu tinggal atau menetap di rumah mama, agar kamu fokus pada, pekerjaan, itu aja. Tapi kalo kamu gak mau, ya sudah, mama bisa nyari orang buat gantiin kamu.”
Rika hanya diam mendengarkan perkataan mertuanya. “Gue yakin, ada sesuatu nih yang bakal geger, ya Tuhan, lindungin keluarga kecilku.”
Mama Lina memperhatikan mimik wajah Rika dan menegurnya. “Kamu kenapa Rika? Jangan berpikir macam-macam, Andre itu kerja, buat kamu juga sama anakmu.”
Rika mengangguk dan berkata, “Iya Ma.”
“Entar dulu Ma, nanti Andre pikirin dulu.”
“Pikirin??? Maksud kamu apa? Bukannya kamu yang minta duluan ke mama, mohon-mohon minta kerjaan, lah sekarang kenapa kamu yang nawar? Emang kamu pikir perusahaan butuh kamu, kamu yang butuh kerja!”
Perkataan mama Lina sangat ketus, hingga Kanza menangis mendengarnya, “Huuhuhuu oma jahat, oma gak sayang papa.”
Tiba tiba Rika berdiri dan berkata, “ Maaf semua, ayo Nak kita jalan-jalan, main pasir yuk.”
__ADS_1
“Lihat istrimu, gak tau di untung, harusnya kan seneng suaminya bisa kerja sama mamanya, gak perlu nyari jauh-jauh, ini malah cemberut gak jelas.”
Andre hanya terdiam mendengar perkataan mamanya. Dia terus menikmati makanan yang di pesan tadi.
Rika menemani Kansa bermain pasir di Pinggir pantai. Angin pantai meniup rambutnya. Tapi pandangannya tetap ke arah meja di mana Andre dan mamanya berada.
Tidak lupa sesekali Rika melihat ke arah Dian. “Cantik banget tuh cewek,” celotehnya.
“Siapa Ma yang cantik?” ternyata celoteh Rika barusan di dengar Kanza.”
“Ya ampun anak mama bikin apa? Oooh ini ceritanya gunung ya?”
Rika mencoba mengalihkan.
Hari semakin sore, tak terasa sudah jam 4 sore. Andre memanggilnya untuk pulang dengan berteriak, karena jarak mereka lumayan jauh, belum lagi angin yang berembus kencang, membuat suara Andre terdengar sayup.
“Rika!!!”
“Rika!!!”
Teriak Andre, tapi Rika tidak mendengar panggilannya.
“Ma, Andre pamit ya, sekalian Rika pamit juga,”
Tanpa menunggu jawaban mamanya Andre segera meninggalkan meja, dan Dian pun tidak di sapanya.
Dian hanya tersenyum. Mama Lina merasa tidak enak terhadap Dian karena sikap Andre.
“Liat aja, aku kasih dia waktu 3 hari, paling juga bakal dateng lagi ke rumah, ngerengek minta kerjaan.”
“Jangan terlalu di paksa Nyonya, beri dia kebebasan untuk memilih, jika dia membutuhkan kita, dia bakal balik lagi kok, tapi jika kita tekan, dia bakal berontak. Sepertinya dia sangat mencintai isttinya,” sahut Dian.
“Ha ha ha, cinta? Cinta katamu? Dia akan lupa nanti saat bekerja, liat aja,” senyum mama Lina menyeringai.
***
Satu minggu berlalu, semenjak pertemuan makan siang bersama mama Lina dan Dian. Keadaan Rika dan Andre semakin tidak baik-baik saja.
Sementara, Rika lah yang mencari nafkah, sedangkan Andre yang menjaga Kanza, saat Rika bekerja.
Semakin hari Andre semakin tertekan dengan keadaannya, dia tidak biasa hidup susah.
Akhirnya suatu hari, terjadi pertengkaran di antara mereka.
“Cari ke tempat lain mang gak bisa Pa, biasain napa sih enggak bergantung ama mama!”
“Aku udah nyari Ma, tapi belom ada peluang juga buat aku!”
Andre membalas omelan Rika. Sambil ia mengacak-acak rambutnya.
“Ya usaha dong, jangan nyerah, jangan cuman di satu tempat aja, kemana kek, tanya ama temen kek, pokoknya usaha dulu.”
__ADS_1
Andre menarik napas dalam-dalam. Dia memandang Kanza yang sedang bermain bonekanya.
Lalu Andre melihat istrinya yang sedang berdandan, dia sedang bersiap untuk berangkat kerja.
Lalu Andre bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Rika yang tengah menyisir rambutnya.
Andre memegang bahu Rika dan berbisik,
“Ingat Ma, kamu lagi berbadan dua, jaga kesehatan.”
Rika tersenyum, “Iya Pa, aku selalu jaga kok, insyaalloh aku kuat bisa tetep kerja. Buat kita Pa.”
Dan pertengkaran mereka pun terhenti dengan sendirinya.
Tapi di saat Rika bekerja, Andre secara diam-diam pergi ke rumah mamanya. Andre menitipkan Kanza pada Desi yang saat itu tinggal bersama Ando.
“Des, bang Andre titip Kanza sebentar ya, mau nyoba cari kerja nih,” pinta Andre pada Desi.
“Ya udah sini Desi jagain. Caca ama ncus dulu ya,” panggilan kesayangan Desi pada Kanza adalah Caca, sedangkan Desi di. Panggil, oleh Kanza dengan sebutan Ncus.
Akhirnya secara diam-diam Andre mendatangi rumah mama Lina. Saat itu mama Lina sedang berada di taman belakang.
“Halo Ma.”
Mama Lina terperangah melihat kedatangan Andre. Senyumnya merekah.
Andre memeluk mamanya dan mama. Lina pun memeluknya.
Dalam hatinya mama Lina berkata, “Akhirnya datang juga, semoga rencanaku berhasil.”
Dari jendela dapur, mbok Yem melihat kedatangan Andre.
“Tumben Den Andre dateng sendirian? Atau jangan-jangan istrinya gak tau siapa ke sini?”
Sengaja mbok Yem membuatkan minuman kesukaan Andre, yaitu es susu.
Setelah membuatkan es susu,bok Yem membawakannya ke taman belakang dan menaruhnya di atas meja.
Sebelum sampai di sana, dari kejauhan mbok Yem mendengar sedikit percakapan mereka.
“ Jadi, kapan Andre mulai Ma?”
Andre menoleh ke arah mbok Yem dan menyapanya,
“Halo mbok, apa kabarnya?”
“He he, baik Den Andre. Kok sendirian Den, Non Rika dan dede Kanza kenapa gak di ajak?”
“Rika kerja mbok, dan Kanza Andre titip ke Desi, adiknya Rika.”
“Kenapa enggak di ajak ke sini Den, kan bisa main sama Satria?”
__ADS_1
“Den Andre mau mulai apa? Apa yang akan di mulai?” celotehnya dalam hati.