
“ Putri, lo pulang sama siapa? “
Tanya andre dengan berteriak sedangkan dirinya masih berdiri di anak tangga.
Putri pun terkejut melihat kehadiran Andre. Bukan menjawab pertanyaan Andre, Putri malah balik bertanya,
“ Eh lo Bang, kok lo belum tidur? “
Tingkah Putri membuat Andre menjadi marah.
Andre pun turun dari tangga, dan melangkah mendekati Putri.
Sambil menjambak rambut Putri, Andre pun berkata,
“Gue nanya sama lo, kenapa lu nggak jawab, setan! “
“Aduh Bang sakit Bang, lepasin Bang, sakit Bang sakit, “
kata Putri sambil meringis kesakitan.
Melihat Putri kesakitan, Andre pun melepaskannya.
“ Jawab pertanyaan gue, lo pulang sama siapa tadi? “
Tanya andre.
“ Ama temen gue Bang, kenapa sih ribet amat! “
Jawab Putri dengan kesal.
“ Nggak mungkin kalau teman itu mesra pake pegang-pegang segala, “
kata Andre.
“ Itu temen gue kok bang, lagian siapa sih pegang-pegang?! “
Sahut Putri.
Andre tidak terima dengan pernyataan Putri, maka Andre pun menendang kaki Putri.
“ Sakit tau Bang! “
Celoteh Putri.
“ Lo pikir gue nggak lihat, gue lihat lo barusan turun dari motor sama cowok, itu cowok pake megang-megang pipi lo lagi, gue lihat lo barusan dari atas balkon, “
jelas Andre.
Karena merasa malu, Putri pun menghindar dari Andre . Ia bergegas masuk ke dalam kamarnya, dan sebelumnya ya berkata,
“ Udah ah Bang, gue ngantuk. “
Putri pun mengunci pintu kamarnya. Tidak lama kemudian terdengar suara deru mobil.
Andre bergegas keluar untuk melihatnya, ternyata mama Lina yang pulang.
Andre segera membuka kan pintu gerbang, kemudian nama Lina masuk dengan mobilnya dan memarkirnya ke dalam garasi.
Mama Lina keluar dari mobilnya dan menyapa Andre,
“ Kok belum tidur Ndre , sekarang udah jam berapa nih? “
“ Iya mah bentar lagi, “
jawab Andre dengan singkat.
Setelah menutup dan mengunci pagar, Andre segera masuk ke dalam rumah dan langsung menuju kamarnya.
“ Kok belum tidur? Sekarang jam berapa? Terus kalau gue balikin sekarang emang jam berapa Mah, kenapa baru pulang? Bisa aja gue balikin kayak gitu, “
kata Andre pada dirinya sendiri.
########
Pagi pun tiba, seperti biasa Mbok Yen sibuk di dapur. Dan para pekerja Om Faisal pun sudah mulai berdatangan.
Sedangkan mama Lina sibuk dengan mengurus Lisa.
“ Mah, hari ini Lisa bawa bekal apa? “
Tanya Lisa.
“ seperti yang kamu minta sama Mbok Yem roti, panggang kan sama jus? “
Jelas mama Lina.
“ Iya Mah Lisa mau roti panggang sama jus mangga. Lisa lihat teman Lisa bawa itu enak banget, Lisa minta tapi nggak dibagi,”
kata Lisa mengadu.
“ Itu sengaja mama bikin agak banyak. Nanti kalau teman Lisa ada yang minta, dibagi ya, bisa nggak boleh pelit sama temen, “
kata mama Lina.
Lisa pun mengangguk, segera Ia memakai sepatu dan berangkat bersama Mbok Yem.
Setelah Lisa berangkat, Mama Lisa melanjutkan sarapannya.
Tidak lama kemudian Putri pun keluar dari kamarnya dan disusul dengan Andre.
Saat itu Putri sudah mandi rapi dan wangi, sedangkan Andre belum mandi.
Ketika Andre duduk di depan meja makan, kemudian mengambil makanan untuk sarapan, tiba-tiba mama Lina marah .
“ stop Ndre jangan kamu makan dulu, Mama nggak suka kalau anak belum mandi tapi dia udah makan, mandi dulu sana! “
perintah mama Lina.
Melihat Andre dimarahi mamanya, Putri pun menertawainya.
“ Hahaha, emang enak, “
Tawa Putri, sambil menutup mulutnya.
Andre pun segera bangkit dan hendak beranjak, sebelumnya ia mengambil potongan roti yang berada di atas piring Putri.
Melihat tingkah Andre, Putri pun mengamuk lalu memukul badan Andre.
__ADS_1
“ Ih lo Bang rese’ loh sana-sana, bau lo bau! “
Teriak Putri.
Melihat tingkah keduanya, mama Lina hanya tersenyum, dan berkata,
“ Dua-duanya sama aja, yang gede begitu yang kecil begitu. Kamu jangan marah kalau dibales, kamu juga tadi usil, ngeledek Abang kamu, “
“ Ih Mama suka gitu deh, selalu ngebela Bang Andre, “
kata Putri dengan wajah cemberut.
“ Terserah apa kata kamu Put, Mama berusaha seadil mungkin sama anak-anak mama, anak mama bukan cuma satu tapi banyak, jangan protes aturan mama. Tapi kamu intropeksi diri, kamu sudah baik atau belum, “
kata mama Lina, sambil membelai rambut Putri.
Setelah menyelesaikan sarapannya, mama Lina beranjak dan menuju ke dapur. Kemudian Andre pun selesai mandi dan duduk di ruang meja makan.
Setelah mengambil makanannya dan meletakkannya di atas piring, Andre pun bertanya sambil berbisik pada Putri, serta menginjak kaki Putri,
“ Heh Jawab nggak yang jujur, semalam lo pulang sama siapa? “
“ Ih, sakit tahu Bang, Kenapa sih nanya itu terus, kayak nggak ada pertanyaan lain aja, Lagian bukan urusan lo juga, urusin tuh si Rika cewek lu, “
Jawab Putri dengan marah.
“ Awas lu ya macam-macam, gua aduin Mama lo! “
kata Andre mengancam.
“ aduin aja sana, emang bener temen gue kok, emang salah kalau gue diantar temen gue? “
kata Putri.
“ Nggak salah kalau cuma nganter, yang salah itu elu dipegang-pegang, ngerti! “
Jawab Andre dengan marah.
Mereka terus berbincang-bincang dengan cara berbisik. Andre pun tidak ingin jika mamanya mengetahuinya.
Andre pun kembali berkata,
“ Pokoknya kalau gue lihat lagi, gue nggak pakai nanya-nanya lagi deh, langsung gue tonjok aja itu cowok! “
Setelah berkata-kata Andri segera beranjak.
Tapi sebelum Andre meninggalkan meja makan Putri pun berkata,
“ Awas aja lo ganggu-ganggu gue, gue aja nggak pernah ganggu lo, lo lagi deket sama siapa kek, gua nggak pernah ganggu lo Bang! “
Andre tidak menghiraukan perkataan Putri ya bergegas menuju kamarnya.
Tetapi sebelum kakinya menginjak anak tangga mama Lina memanggil Andre.
“ Ndre sini dulu Ndre! “
Andre pun menoleh, dan melangkah mendekati mama Lina.
“ Kenapa Mah? “
“ Libur mah, tapi Andre mau pergi, “
Mama Lina mengernyitkan dahinya, ditatapnya wajah Andre, dan mama Lina bertanya,
“ Kamu mau pergi ke mana? “
“ Andre mau ke rumah Rika mah, biasa, mau membicarakan masa depan, “
jawab Andre sambil tersenyum.
“ Masa depan? Maksud kamu, kamu Mau ngomongin soal pernikahan? “
Tanya mama Lina.
“ Ya ke situ situ deh. Masa pacaran terus mah, umur Andri udah berapa nih, Rika juga berapa? Lagian pacaran jangan lama-lama ah, cuma buang-buang waktu aja, “
jawab Andre.
Andre pun duduk di atas anak tangga. Sedangkan mama Lina berdiri di samping tangga.
“ Emang kamu udah yakin sama keputusanmu? Benar-benar udah yakin sama pilihanmu? Ingat loh Ndre, menikah itu baiknya sekali seumur hidup, jadi tolong mantapkan hati kamu, “
kata Mama Lina.
“ Andre udah mantep kok mah, tenang aja, Andre yakin Rika bakal jadi istri yang baik buat Andre, “
sahut Andre.
Mendengar penjelasan Andre, mama Lina pun tersenyum tipis, dan berkata,
“Terserah kamu aja lah. “
Mama Lina pun meninggalkan Andre dan melangkah menuju kamarnya.
Sebelum mama Lina masuk ke kamar, Andre berteriak dan berkata,
“ Mah entar Andre pergi ya, jangan lupa.”
Mama Lina pun hanya mengacungkan jempolnya tanpa menoleh, kemudian ia masuk ke dalam kamarnya dan menguncinya dari dalam.
Andre pun kembali ke kamarnya dan mencari ponselnya, kemudian ia menghubungi Rika.
Beberapa kali Andri menghubungi Rika, tetapi Rika tidak menjawab ponselnya.
Andre duduk di tepi tempat tidurnya, dan melihat ke arah jam dinding.
“Apa jam segini dia masih tidur ya? “
Gumamnya pelan.
Andre pun keluar dari kamarnya dan menuju ke lantai bawah.
Putri pun keluar dari kamarnya dengan membawa tas dan hendak keluar rumah.
Andre pun merasa heran Melihat putri yang sudah rapi seperti ingin pergi. Dan Andre pun bertanya,
“ Lo mau ke mana Put udah rapi aja? “
__ADS_1
“ Gue mau les Bang, ada jadwal les salon hari ini, “
Jawab Putri.
Mendengar jawaban Putri, Andre pun mengernyitkan dahinya. Ia merasa heran, karena hari itu adalah hari Rabu. Seingatnya hari Rabu tidak ada jadwal les.
“ Emang hari Rabu ada jadwal les salon? “
Tanya Andre.
“ adalah Bang sekarang, jadwal itu dirubah. Tadinya seminggu cuma dua kali sekarang seminggu 4 kali Bang, “
Jawab Putri, yang berusaha untuk meyakinkan Andre.
“ Masa? Berarti biayanya nambah dong dari 2 hari jadi 4 hari? “
Tanya Andre dengan penuh selidik.
“ Iya nambah biaya, tapi gue belum ngomong sama mama, “
jawab Putri sambil Ia memakai sepatu.
Untuk mengalihkan kecurigaan Andre, Putri pun mengalihkan dengan pernyataan.
“ Eh Bang tau nggak, gue tuh bakal diangkat jadi asisten tahu Bang. Nanti kalau lagi ada event, Gue bakal diajak Bang Lumayan loh uangnya, “
Kata Putri.
Andre pun hanya mengangguk-anggukan kepalanya, sambil mencibir kan bibirnya, dan matanya mengamati handphonenya.
Melihat sikap Andri Putri pun marah lalu berkata,
“ Ih Bang, lu dengerin dong gue ngomong, masa gue ngomong lo cuekin sih! “
Putri pun kesal dan memukul bahu Andre.
Setelah itu Putri pun beranjak keluar, dan berpamitan pada Om Faisal.
“ Om Putri berangkat dulu ya, ‘
Kata Putri sambil bersalaman pada Om Faisal.
“ Iya hati-hati ya di jalan, cepat pulang ya nak, “
Sahut Om Faisal.
Putri pun melangkah ke arah gerbang. Setelah dia berada di luar, dia menutup pintu gerbang kembali.
Setelah menutupnya Putri melangkah beberapa langkah, dan di sana sudah ada seseorang yang menunggunya.
Andre masih berada di ruang tengah, dan dia berusaha untuk menghubungi Rika kembali.
Setelah Andre menyambungkan ponselnya, tak lama kemudian tersambung pada ponsel Rika, dan di seberang sana Rika pun menjawabnya.
Rika : “ Halo Ndre? “
Andre : “ Halo sweety, Kamu udah bangun? “
Rika: “ Udah, baru aja tapi belum mandi. “
Andre : “ Aku ke situ ya sekarang? “
Rika : “ Jangan sekarang ah, kan tadi udah aku bilang, Aku belum mandi. “
Andre : “ Ya udah nanti aku nunggu. “
Rika : “ Nanti aja deh siang-siangan ya? “
Andre : “ Iya deh jam 02.00 Ya aku ke situ boleh kan? “
Rika : “ Ya udah iya, bye. “
Telepon pun terputus. Andre pun mencari kesibukan dengan mengganggu Mbok Yem di dapur.
“ Mbok lagi ngapain,? “
Tanya Andre.
“Iki lho Den, mbok mau masak sayur sop kesukaan non Nisa, “
kata mbok Yem.
Andre pun ikut membantu membersihkan sayuran. Tidak lama kemudian mama Lina memanggil Andre dari ruang tengah,
“ Andre, mama berangkat dulu ya? “
Mendengar suara mamanya memanggil, Andre pun bergegas ke ruang tengah.
“ Tolong buka gerbang Dre, Mama mau keluar, “
perintah mama Lina.
Andre pun bergegas membuka gerbang. Kemudian mama Lina pun berpamitan pada Om Faisal.
“ Pah aku berangkat dulu ya. “
“Iya Mah, hati-hati Ya di jalan, “
ucap Om Faisal dengan pelan.
Mama Lina pun bersalaman dengan om Faisal, dan dia pun mencium tangannya. Lalu dia bergegas menuju mobil.
Andre pun menunggunya di depan gerbang, sampai mama Lina meninggalkan rumah, dan Andre pun menutup pintu gerbangnya.
Sambil berjalan menuju ke dalam rumah, Andre pun memperagakan Perangai mama Lina.
Andre pun berjalan sambil melenggak-lenggokkan tubuhnya, dan berkata,
“Andre, mama berangkat dulu ya. “
Melihat Apa yang Andre lakukan, Om Faisal segera menegur Andre.
“ Hei Abang, nggak boleh begitu, “
kata Om Faisal.
Andre pun tersenyum, dan berlari melangkah masuk ke dalam rumah.
__ADS_1