Mertua Yang Jahat

Mertua Yang Jahat
Terbongkar.


__ADS_3

Keadaan om Faisal belum ada perubahan, membuat mama Lina merasa sedih. Sedangkan Andre mengambil kesempatan selagi dirinya sedang bersama mamanya untuk membicarakan pada mamanya mengenai rencana pernikahannya.


“Mah, mama yang sabar ya. Muda-mudahan om Faisal cepet membaik. Oh ya ma, ni mumpung kita lagi berdua, Andre ma Rika udah pesen tempat dan katering. Trus Rika udah beli souvenir. Bagus deh ma sovenirnya, mama mau liat nggak?”


Kata Andre, sambil memegang bahu mama Lina.


“Aduh Ndre, keadaan lagi begini bisa bisanya ya kamu ngebicarain masalah kamu! Mama lagi puyeng Ndre, kamu ngerti dong!” sahut mama Lina dengan marah.


Andre pun terdiam.


Lalu mama Lina pun kembali berkata,


“Keadaan papa kamu kaya gini, Putri tadi sakit perut, pake di rawat segala barusan, kamu pikirin juga dong soal biayanya. Semua ini mama yang nanggung!”


Mendengar penjelasan mamanya, Andre terdiam yang tertunduk. Dia berharap dapat membicarakan tentang rencana pernikahannya bersama Rika saat itu, tapi ternyata harapannya malah sia-sia. Tak ada tanggapan yang baik yang terlontar dari mulut mamanya.


“Maapin Andre Ma, Andre nggak ngertiin keadaan, Andre nggak pantes ngomongin rencana Andre ama Rika saat mama lagi sedih. Karna Andre pikir, sekarang ini pantes pantes aja Andre ngomong, eh ternyata salah,” kata Andre menyesal.


Anehnya, saat genting seperti itu pun otak licik mama Lina mulai bermain. Dia pun mengambil kesempatan dalam kesempitannya untuk memporak porandakan rencana pernikahan Andre dan Rika.


“Udahlah bikin sederhana aja, nggak usah pake sewa gedung, makan biaya aja! Cukup sewa tukang masak aja, nggak usah katering, ribet banget sih rencananya!” Perintah mama Lina.


Andre pun kaget, hingga matanya terbelalak mendengar penuturan mamanya. Tak disangka mamanya menyepelekan rencana pernikahannya yang telah di susunnya dengan rapi.


“Tapi Ma..... “ kata Andre terputus.


Mama Lina langsung memotong pembicaraan Andre.


“Udah! Nggak usah tapi-tapi deh!!! Ikutin aja saran mama. Biar waktu dan biaya bisa di perkecil. Keadaan kita lagi banyak pengeluaran Ndre,” bentak mama Lina.


Tanpa di sadari, Andre menitikkan air matanya. Setelah menyadari bahwa matanya mulai berair, segera ia memalingkan wajahnya dari mamanya.


Sedangkan mama Lina tahu bahwa Andre kesal, dia pun tersenyum sinis.


“Lebih baik kamu pulang aja sekarang, biar mama yang berjaga di sini. Besok kamu balik lagi ke sini, gantian jaga,” perintah mama Lina.


Andre pun mengangguk, dan bangkit. Lalu ia menyalami mamanya, kemudian beranjak pergi.


“Maapin ama Ndre, mama bukannya niat jahatin kamu, tapi mama nggak suka sama calonmu itu. Bakal mama bikin dia sengsara nanti,” gumamnya dalam hati.


Beberapa waktu berlalu, Andre pun sampai di rumahnya. Dengan wajah kesal, Andre masuk ke dalam rumahnya. Beberapa karyawan om Faisal hendak pulang. Mereka telah selesai bekerja.


Ical dan Koko mendekati Andre dan menyapanya.


“Eh, bang Andre udah pulang. Keadaan pak Faisal gimana?” Tanya Koko.


“Belum ada perubahan Mang,” jawab Andre dengan singkat.


Kemudian Andre duduk di depan teras sambil membuka sepatunya.

__ADS_1


Lalu Ical bertanya, “ Ehm, ada yang bisa kami bantu Bang Andre, mungkin keluarga membutuhkan kami, kami siap kok.”


“Makasih Mang Ical, saat ini kayanya nggak Mang. Di sana mama yang jaga, besok aku balik ke sana, gantian ama mama,” jawab Andre.


“Ya udah, kalo gitu, kami balik pulang ya,” sahut Koko.


Andre pun mengangguk. Lalu Koko dan Ical pulang. Andre masuk ke dalam rumah. Di dapatinya mbok Yem dan Putri berada di ruang tengah sedang asyik menikmati acara TV.


Andre pun ikut bergabung. Takmlama kemudian Lisa pun datang, dan duduk di pangkuan Andre yang duduk di atas karpet tebal.


Putri duduk di kursi panjang, sambil meluruskan ke dua kakinya. Sedangkan mbok Yem memijat mijat kaki Putri.


Melihat apa yang mbok Yem lakukan terhadap Putri, Andre mengomel.


“Lo manja banget sih Put, nggak sopan lo sama mbok Yem, jangan mao mbok, pegang pegang kaki Putri, si nenek lampir, Heh! Lo tau sopan santun nggak sih!”


Andre terus berkicau sambil melempar bantal kecil ke arah muka Putri.


“Ah rese lo Bang, ribet ada Lo! Kenapa lo pulang sih Bang, kenapa nggak ikut kaga aja?”


Sahut Putri, merasa kesal.


“Husss, sudah-sudah, jangan ribut, mbok pusing dengernya,” kata mbok Yem.


Mereka pun terdiam. Lalu Lisa meminta di buatkan susu oleh Putri.


“Kak, bikinin Lisa susu dong, Lisa maunya bikinan kak Putri,” pinta Lisa.


Tiba-tiba Andre bertanya pada mnok Yem, “Mbok, om Faisal kenapa, kok bisa kaya gitu?” tanya Andre, berharap ia mendapatkan jawaban yang benar.


“Nggak tau Den, mbok Yem liat udah pingsan,” jawab mbok Yem.


Andre pun mengecap mendengar jawaban mbok Yem.


“Mbok, besok pagi-pagi Andre balik lagi ke rumah sakit, tukeran ama mama. Mbok Yem tolong jaga anak-anak ya, dan liat-liat juga ama karyawan om Faisal,”


Kata Andre.


“Iya Den,” jawab Mbok Yem dengan singkat sambil mengangguk.


Setelah berbicara dengan mbok Yem, Andre naik ke lantai atas menuju kamarnya.


Sementara Putri kembali dari dapur menuju ruang tengah bersama Lisa.


Lisa asyik menikmati susu panasnya yang sudah di buatkan oleh Putri.


“Lisa, nanti kamu bobo ama mbok ya, mama malam ini enggak pulang,” kata mbok Yem.


Lisa pun mengangguk.

__ADS_1


Tiba-tiba saja suara bel berbunyi, tanda ada tamu yang datang.


Mbok Yem bangun dari duduknya dan beranjak ke depan untuk melihat siapa yang datang.


Setelah membuka gerbang, betapa terkejutnya mbok Yem, ternyata yang datang adalah Irfan.


“Malam mbok,” sapa Irfan.


“Ya, malam, mau apa kamu ke sini?” tanya mbok Yem dengan ketus.


“Maaf mbok, izinkan saya ketemu sama Putri, dia adakan?” tanya Irfan sambil melongok ke dalam.


“Udah, nggak usah temuin non Putri, dia lagi nggak bisa di ganggu,”


jawab mbok Yem , sambil menahan tubuh Irfan.


“Ya ampun mbok, saya mau cepet kelar, saya nggak mau masalah ini terkatung katung, atau jangan-jangan mbok Yem melarang saya berhubungan dengan Putri?” tanya Irfan, nada bicara Irfan mulai meninggi.


“Dengar ya Den Irfan, keadaan keluarga ini lagi tidak baik-baik saja, saya mohon kamu ngerti. Dan keadaan Non Putri pun harus istirahat total, nggak boleh stres. Asal sampean tau ya, nkn Putri kalo tegang perutnya keram, nggak baik buat janinnya,”


kata Mbok Yem menerangkan.


Tapi tolong mbok, izinkan saya bertemu Putri, walau sebentar saja.


“Maaf, nggak bisa Den, non Putri lagi istirahat, tolong gangan ganggu dia,” sahut mbok Yem.


Tiba-tiba saja Putri berteriak dari dalam rumah,


“Siapa mbok, siapa tamunya?”


“Tuh kan mbok, Putri memanggil saya, katakan mbok kalo saya yang datang, tolong mbok, tolong katakan, saya yakin Putri pasti sangat senang,” kata Irfan memaksa.


Lalu Putri datang dan menemui Irfan tanpa tahu siapa yang datang bertamu.


Ketika Putri melihat kedatangan Irfan, Putri pun terkejut, lalu berkata,


“Ngapain mas dateng ke sini? Udah, sana pulang, nanti abangku marah.”


“Tadi mbok Yem udah ngelarang Non, tapi den Irfan malah nggak mau denger, dia maksa untuk masuk Non,” sangka mbok Yem.


“Tapi Put, tolong Put, kita selesaikan semuanya sekarang, jangan di tunda lagi.


Ternyata Andre sedang berada di atas balkon dan melihat ke bawah depan gerbang rumahnya. Andre melihat seperti ada huru hara di sana.


Bergegas Andre turun ke lantai bawah untuk memastikan bahwa semua baik-baik saja.


Andre berjalan memutar melalui ruang samping tempat bekerjanya para karyawan om Faisal menuju gerbang, hingga kehadirannya tidak terlihat oleh Irfan yang menghadap ke arah dalam rumah.


Sementara Andre menampakkan dirinya dari arah samping.

__ADS_1


“Ada apa sih ribut-ribut? Janin siapa yang harus di pertahankan? Barusan gue denger Put,”


tanya Andre.


__ADS_2