Mertua Yang Jahat

Mertua Yang Jahat
Akhirnya Rika pun tahu.


__ADS_3

Hari itu Andre dan Dian menikah secara airi. Acara itu hanya dihadiri oleh Paman Dian, mama Lina dan juga Putri.


Tidak ada sajian makanan istimewa saat itu. Wajah Andre pun tidak ceria. Berbeda dengan Dian, wajah Dian sangat ceria dan sangat menikmati acara itu.


Setelah acara akad nikah itu selesai peman Dian pun pulang.


Dan saat acara Putri mengambil beberapa gambar.


Malam pun tiba. Tetapi Dian tidak tinggal di sana, dia pulang ke apartemennya.


“Kenapa kamu tidak tinggal di sini?” tanya mama Lina pada Dian.


“Tidak nyonya yang aku inginkan Andri tinggal di tempatku,” jawab Dian.


“ Terserah kalian saja, itu sudah urusan kalian berdua,” sahut mama Lina.


Di kamar Putri sedang menjaga Satria. Sambil membuka handphonenya ia memeriksa beberapa gambar yang tadi dia ambil.


Pikiran licik pun terlintas di kepala Putri. Beberapa gambar dia kirim ke ponsel Desi.


Tapi saat itu Desi tidak langsung memeriksanya karena saat itu Desi sudah tertidur.


Di rumah, malam itu Rika masih terjaga. Karena saat itu Anisa kecil sedang rewel. Sedangkan Desi dan Khansa sudah tidur.


Di rumah itu hanya ada mereka sedangkan Nyai dan Papi sudah pulang ke Lampung.


Di luar udara sangat dingin saat itu baru selesai turun hujan. Suara jangkrik pun saling bersahutan.


Di dalam, Rika berjalan menuju ruang dapurnya ia memeriksa Apakah ada makanan di sana.


Tapi sayang dia tidak menemukan sepotong pun makanan. Rika merasa lapar karena itu asinya kurang enak diminum oleh Anisa Karena itulah Anisa rewel.


Rika mencoba menghubungi Andre lewat ponselnya. Tetapi Andre tidak mengangkatnya karena Andre Saat itu sudah tidur.


2 tahun pun telah berlalu, Tetapi keadaan belum berubah.


Sudah banyak barang-barang perhiasan yang Rika miliki telah dijualnya untuk memenuhi segala kebutuhan dirinya dan anak-anaknya.


Pagi itu dengan sangat terpaksa Rika menyuruh Desi untuk menjual Mas kawinnya yang pernah diberikan oleh Andre.


Alangkah terkejutnya Rika setelah mengetahui bahwa cincin yang pernah diberikan oleh Andre sebagai mas kawin adalah cincin sepuhan.


Jadi cincin itu tidak ada harganya di toko emas saat Desi menjualnya.


Rika Pun Menangis begitu juga Desi.


“ Ya Allah jahat banget ya mereka, udah bohongin gue Des.”


Desi hanya terdiam.


Kemudian Rika pun kembali berkata,


“ Terus apa lagi yang harus gue jual Des? kulkas udah gue jual, TV udah gue jual, semua perhiasan gue udah gue jual Des, tinggal ini satu-satunya peninggalan yang Andre tinggalin buat gue, tapi ternyata nggak ada harganya!”

__ADS_1


Rika menangis tersedu-sedu.


“Sudahlah sabar kah ini gue masih punya simpanan dari Lampung lo bisa pakai kok,” kata Desi, sambil memberikan sebuah amplop coklat miliknya.


Rika pun menerimanya. “Gue pakai dulu ya Des Tapi tolong ingetin ini adalah pinjaman.”


“ Yaelah Ka, lo lagi susah aja sombong, he he he,” sahut Desi Sambil tertawa.


Rika pun membeli makanan dengan uang itu.


Kemudian Desi masuk ke dalam kamar dan merebah di sana. Sambil menjaga Anisa kecil ia memainkan ponselnya.


Saat itulah Desi melihat foto-foto yang putri kirimkan.


“Sialan ya Andre!” makinya pelan.


Saat itu Rika sedang keluar bersama Khansa untuk membeli makanan.


Melihat Anisa tertidur, Desi pun juga ikut tertidur, dan meletakkan ponselnya di sembarang tempat.


Ketika Rika dan Khansa pulang Rika menemukan ponsel Desi tergeletak di lantai.


Rika pun mengambilnya dan meletakkan di atas bufet.


Dia pun memakan makanannya yang baru saja ia beli sambil menyuapi Kansa.


Setelah menyuapi Kansa selesai Rika pun makan untuk dirinya sendiri sambil memainkan ponsel Desi.


Alangkah terkejutnya Rika ketika melihat foto-foto yang telah dikirimkan Putri pada ponsel Desi.


“ Des bangun loh Bangun gua mau ngomong!” perintah Rika sambil menggoyah-goyahkan tubuh Desi.


Desi pun terbangun dan menggeliat.


“Apaan sih lo, bangunin gue Kasar banget?” sahut Desi sambil membuka matanya.


“Nih lihat! Kenapa lu nggak ngomong sama gue, lu sengaja nutup nutupin semuanya dari gue? Apa jangan-jangan lu kerja sama dengan mereka?”


“ Sorry Rika, bukannya gua mau nutup-nutupin, sengaja gua nggak ngasih tau lo dulu, keadaan begini aja udah bikin lo sedih dan sakit hati, gimana lu tahu semua itu!”


Desi berusaha menerangkan.


“Bohong lo dibayar berapa lo sama Andre?” Rika terus memaki Desi.


“Lo sabar dulu Rik, itu Putri yang ngirimin ke gue entah, apa maksudnya. Bisa jadi kan Dia pengen manas-manasin kita,” celah Desi.


Rika Pun Menangis tersedu-sedu. Melihat kakaknya menangis Desi pun ikut bebersedih. Sambil memeluk kakaknya Desi pun berkata,


“Ya ampun Sabar ya Kak ujian lo berat banget.”


Di Saat itu pula Beni dan Iyan datang.


“ Ada apa nih, Lu kenapa Rika, kenapa lo nangis?” tanya Beni dengan gelisah.

__ADS_1


Tetapi Rika diam saja saat Beni bertanya padanya. Desi pun juga ikut terdiam, manakala Beni bertanya padanya, ia takut Beni akan marah-marah.


“ Des, Rika Kenapa? Lu juga ikut-ikutan nangis. Sebenarnya ada apa?”


Tanpa menjawab pertanyaan Beni, Rika memberikan ponsel Desi pada Beni. Kemudian Beni pun melihat layar ponsel Desi.


“Sialan! Sok-sokan ini anak!” maki Beni.


Iyan pun penasaran dengan isi ponsel Desi, kemudian Iyan meraihnya dari tangan Beni.


Iyan pun terkejut saat melihatnya.


“Astagfirullah, Andre! Kenapa jadi begini?”


Akhirnya Iyan mendekati Rika yang sedang menangis.


“Sebenarnya masalah rumah tangga kalian berdua kenapa sih? Bang Iyan yakin, ada yang Rika tutupin dari Bang Iyan.”


Rika mendekati Iyan lalu memeluk tubuh Iyn erat-erat, di situlah tumpahlah tangis Rika.


Beni dan Desi pun tertegun melihat Rika menangis histeris. Sesaat kemudian, Anisa pun terbangun dan menangis.


Lalu Desi bangun dari tempat duduknya dan beranjak masuk ke kamar untuk menemani dan menggendong Anisa. Sedangkan Khansa saat itu sedang asyik bermain di luar bersama teman-temannya.


Khansa main di teras bersama Kiki dan Sami.


Kiki dan Sami adalah Tetangga Rika. Mereka tinggal tepat di sebelah rumah Rika.


Sami telah berumur 12 tahun jadi apa yang sedang terjadi Sami memahami ada sesuatu hal.


Tanpa sengaja, pembicaraan di dalam rumah Rika dan keluarganya didengar oleh Sami. Tetapi sikap kami biasa saja sambil bermain dengan Khansa.


“ Maaf Bang, kalau Rika selama ini nggak cerita ke Bang Iyan, bagaimanapun Rika harus menjaga nama baik Andre di mata keluarga.”


Rika pun meneruskan ceritanya.


“Selama ini Andre tuh lagi nganggur, nggak nganggur nganggur amat sih karena Andri ngebantuin mamanya. Karena itu Andre jarang pulang ke rumah maksud mamanya sih biar Andre lebih fokus sama bisnis mamanya.”


“Yaelah, pakai nggak pulang, emang jauh banget apa! Cengkareng itu deket dari sini!” maki Benny.


“Ben tolong kendaliin emosi lo ya,” perintah Iyan.


Benny pun terdiam.


Lalu Rika melanjutkan ceritanya.


“Saat Andre nganggur mamanya nawarin kerja, tapi dengan syarat Andre harus tinggal di rumahnya agar lebih fokus sama bisnis namanya. Tapi kenapa begini Kenapa Andre jadi malah nikah sama perempuan itu?”


“ Lo kenal cewek itu Rik?” tanya Beni penasaran.


“Ya gue kenal, namanya Dian, cewek itu karyawannya mama Lina,” jawab Rika.


Di luar sambil bermain, Sami menyimak setiap perkataan Rika pada keluarganya.

__ADS_1


Dan ketika pulang, Sami pun menceritakan semua apa yang dia dengar pada ibunya.


.


__ADS_2