Mertua Yang Jahat

Mertua Yang Jahat
Jahatnya Dian.


__ADS_3

Ketika andre membuka laptop kerja mamanya, dia menemukan sesuatu hal yang benar-benar tidak diduga nya.


Satu persatu dia pelajari dan ternyata dugaan nya selama ini benar.


Semua aset perusahaan milik mamanya telah di balik mama oleh Dian, itulah yang membuat nama lina menjadi bangkrut seperti sekarang ini hingga mama Lina menjadi depresi.


Semua itu membuat andre marah. Lalu Andre keluar dari kamar dan membanting pintu kamar hingga membuat dicky dan putri kaget.


Andri meluncur dengan motornya dengan kecepatan tinggi. Dia mengendarai motornya mengarah pada rumah Dian.


Andre mengetuk pintu rumah dia dengan keras. Dan Dian pun keluar dengan membuka pintu perlahan.


Betapa terkejutnya Andre ketika melihat Herman berada di sana.


“Kamu!!! Kenapa kamu ada di sini?” tanya andre dengan geram.


“Harusnya kami yang bertanya padamu, ngapain kamu kemari? Apa kamu ingin meminta uang dari kami? enak saja!!!” jawab Herman dengan ketus.


Wajah Andre mulai menyeringai, dia tidak tahan menerima hinaan dari Herman.


“Aku tidak perlu padamu, aku ingin bicara pada Dian,” sangat Andre dengan kesal.


Andri pun menarik tangan Dian hingga Dian terasa sakit.


“Ngapain kamu narik tangan aku, lepasin nggak!! Sakit tau!!!” kata Dian.


Herman pun meleraikan. “Lepaskan tangan istriku!”


Mata andri terbelalak mendengar kata-kata herman, “Apa kau bilang, istrimu?”


Tanpa berkata lagi, Andre meninggalkan mereka walau sebenarnya herman ingin menjelaskan semuanya bahwa pernikahan andre dan dian tidak sah.


Andri keluar dari rumah dian dan kembali mengendarai motornya ke jalan raya, lalu ia kembali pulang ke rumah.


Sesampainya ym di rumah Andre kembali masuk ke kamar mamanya dan kembali membuka laptopnya.


Dari situlah andre mengetahui usaha mamanya selama ini bahwa mama linda memiliki usaha beberapa klub malam.


Dan semua itu sudah dirampas oleh dian.


Mendapati kenyataan yang pahit Andre pun menangis, lalu ia marah bahkan tubuhnya di atas tempat tidur mama Lina.


Lalu putri masuk dan melihat keadaan andre.


Putri bertanya, “ ada apa sih bang kayaknya lu galau banget deh?”

__ADS_1


Andre hanya diam dan terpaku sedangkan air matanya terus mengalir.


Tidak lama kemudian mbok Yem masuk ke dalam kamar dan melihat keadaan andre.


“Den andre kenapa ayo bicara sama mbok,” kata mbok Yem.


“ mama benar-benar bangkrut mbok! Tidak ada satu usahanya yang tertinggal semua sudah diambil alih oleh dian,” kata Andre mengadu.


“ sabar den Andre, semua ini adalah ujian,” sahut mbok Yem.


Keesokan harinya Mereka pun bersiap-siap. Semua barang-barang yang mereka bawa hanya barang-barang yang mereka perlukan.


“ kita akan pindah ya Bang?” tanya Lisa.


“ Iya kita akan pindah, jangan bawel ah bikin Bang Andre pusing aja, udah kamu diam-diam aja,” sahut Putri.


****


Singkat cerita akhirnya mereka tiba di rumah baru. Mbak Iyem masih ikut pada keluarga Andre, dialah yang mengurus mama Lina.


Ini keadaan mama Lina sudah tidak dapat berbuat apa-apa tubuhnya tidak dapat digerakkan dan Bicara pun tidak bisa, hanya air matanya yang terus mengalir.


3 bulan Mbok Yem ikut mereka tetapi akhirnya Mbok Yem pun menyerah.


Putri dibantu Diki mengurus adik-adiknya dan Mamanya, sedangkan Andre mencoba mencari kerja ke sana dan kemari, tetapi hasilnya nihil.


Suatu malam Andre termenung duduk di depan teras, tiba-tiba ia teringat pada Rika.


Ingin sekali dia menghubunginya tetapi rasa malu lebih besar daripada rasa Rindunya. Akhirnya malam itu Dia memutuskan untuk tidak menghubunginya.


Hari pun terus berlalu keadaan mama Lina tidak membaik. Dan Andre pun membutuhkan semangat dan dorongan dari seseorang.


Akhirnya dengan membuang rasa malunya ia mendatangi rumah Rika.


Sempat terbersit di pikirannya jika Rika dan anak-anaknya akan kembali mengusirnya. Tetapi kenyataannya tidak kedatangan Andre disambut oleh Anisa dan Khansa.


Andre menceritakan semuanya pada Rika apa yang telah terjadi pada keluarganya.


Rika menghalang nafas panjang setelah mendengar semua cerita dari Andre.


“ Terus Mama gimana kabarnya?” tanya Rika.


“ Mama sekarang dalam keadaan sakit Rika,” jawab Andre.


“ sakit apa?” tanya Rika kembali.

__ADS_1


Sambil menundukkan kepalanya Andre menjawab, “ Mama udah nggak bisa ngapa-ngapain lagi hanya bisa duduk di kursi roda Bicara pun nggak bisa, Mama itu depresi, Rika.”


Mendengar kabar mertuanya yang jahat itu Rika pun terkejut, hampir saja dia berteriak karena mendengarnya, tapi refleknya berjalan, dia menutupi mulutnya dengan telapak tangannya.


Rika benar-benar kaget dan merasa sedih. Akhirnya Rika menawarkan sesuatu pada Andre.


“ Dre gimanapun Mama adalah mertuaku Sampai saat ini pun aku masih sayang mama. Sebenarnya Di balik semua ini ada sesuatu yang pernah terjadi antara aku sama mama dan kamu tidak tahu Ndre. Sakit hatiku saat itu tetapi sekarang setelah aku mengetahui keadaannya, aku sedih Ndre,” sahut Rika.


Rika pun kembali berkata, “ Aku ingin merawat mama, itu juga jika mama mau.”


“ maksud kamu?” tanya Andre.


“ Dre pulanglah, rumahmu Di Sini, aku istrimu, Anisa dan Khansa adalah anak-anakmu. kembalilah pulang dan ajaklah keluargamu ke sini,” ajak Rika.


Rasa malu menyelimuti hati Andre mendengar kata-kata Rika. Akhirnya Andri berlutut di hadapan Rika sambil berkata, “ Maafin aku ya Rik, dosaku terlalu besar padamu, aku benar-benar malu sama kamu.”


Rika pun tersenyum, walau air matanya terus mengalir.


Dan akhirnya Andre membawa mama dan adik-adiknya pindah ke rumah Rika.


Singkat cerita tiga bulan kemudian mama Lina banyak perubahan dari sakitnya. Keadaannya lebih baik.


Suatu hari ketika Riska sedang menyuapinya makan, tiba-tiba mama Lina mengangkat tangannya perlahan kemudian membelai rambut Rika.


Lalu Rika pun tersenyum dan terus menyuapinya pelan-pelan. Lalu kemudian mama Lina bicara dengan Gagap,


“mmma... Apkan ma..... Ma...”


Dengan senyum yang gembira Rika pun berteriak, “ Hore Mama sembuh!!!”


Putri pun meletakkan piring yang sedang ia cuci kemudian tanpa mencuci tangannya Ia berlari ke depan. Dia pun melihat keadaan mama Lina yang sudah membaik. Dan Putri Pun Menangis terharu.


“ Kak, makasih ya sudah mau mengurus Mama dengan tulus,” kata Putri sambil menangis terharu.


Rika pun tak mampu menjawabnya Ia hanya mengangguk.


Beberapa saat kemudian, ketika menjelang sore, Andre pun pulang setelah mencari pekerjaan seharian.


Melihat semua anggota keluarganya berkumpul di teras Andri merasa heran, “ Ada apa ya? Ngapain pada kumpul di depan?”


Setelah melihat semuanya Andre pun berteriak sambil berucap, “ Alhamdulillah Mama sudah sembuh.”


Andre pun memeluk Rika sambil berkata, “ Terima kasih ya sweety Mamaku sembuh dengan ketulusanmu.”


THE AND.

__ADS_1


__ADS_2