Mertua Yang Jahat

Mertua Yang Jahat
Konflik Lagi.


__ADS_3

“ Halo Nyonya, Perkenalkan nama saya Dian. Saya orang yang baru saja mengirimkan email padamu nyonya,”


sapa Dian.


Dian adalah seorang wanita berparas cantik, tinggi tubuhnya, serta putih kulitnya.


Tampilan Dian yang sungguh elegan, melahirkan rasa ingin tahu dan ingin lebih mengenal pada sosok Dian di dalam hati mama Lina.


Dian pun menyambut hangat kedatangan mama Lina dan memperkenalkan diri. Tapi sebelum memperkenalkan diri ia mempersilahkan mama Lina duduk.


“ silakan Nyonya, silakan duduk. Maaf Kalau penyambutannya masih kurang baik, hehehe.”


Mama Lina pun tidak berkata apa-apa. Ia hanya tersenyum.


Kemudian Dian menyodorkan sebuah lembar menu.


“ Silakan Nyonya dipilih aja dulu, sebelum kita berbincang-bincang, gimana kalau kita makan dulu,”


kata Dian.


Mama Lina tak lepas dari senyumannya. Terlihat jelas sekali mama Lina senang atas perlakuan Dian.


Mama Lina menikmati perlakuan Dian terhadapnya. Dan dia juga memperhatikan segala gerak gerik tubuh Dian, serta tampilannya.


“Aku suka dengan gayanya,”


bisiknya dalam hati.


Dan mereka pun makan bersama. Pada saat itulah Di sela-sela saat makan bersama Dian memperkenalkan diri, dan dan menawarkan kerjasama dalam bisnis mereka. Mama Lina pun tergiur dengan segala rayuan Dian.


Akhirnya mereka membuat perjanjian suatu hubungan dalam bisnis mereka. Dan Dian pun membuat janji akan membuat pertemuan kembali.


Selesailah pertemuan mereka di cafe itu. Kemudian mama Lina kembali ke gudang.


Tapi di balik perjanjian bisnisnya, mama Lina membuat rencana di balik itu semua.


Mama Lina ingin memperkenalkan Andre pada Dian.


Di dalam perjalanannya kembali ke gudang, mama Lina melihat dua sosok muda-mudi mengendarai sepeda motor.


Sontak saja mata mama Lina melotot.


“Putri! “


Teriak mama Lina di dalam mobil yang ia kendarai.


Tapi sayang mama Lina tidak dapat mengikuti Putri karena mobil mama Lina terjebak dengan lampu merah.


Mama Lina menjadi geram dengan apa yang barusan di lihatnya.


Bagaimana tidak geram, ia melihat Putri berboncengan sepeda motor dengan seorang pria dewasa yang tidak di kenalnya. Saat itu mama Lina marah besar.


Tanpa berpikir panjang, mama Lina Memutar Balik mobilnya. Diurungkan niatnya untuk kembali ke gudang, melainkan ia menuju rumahnya.


Sesampainya Ia di depan rumah, mama Lina memencet klakson dengan keras. Tidak lama kemudian Dicky pun keluar dan membuka pintu gerbang.


Melihat wajah mamanya yang cemberut, Dicky pun mengurungkan niatnya untuk meminta sesuatu yang ia perlukan saat itu.


Setelah mama Lina memarkirkan mobilnya ke dalam garasi, mama Lina bertanya pada Dicky,


“ Kakakmu mana? “


Dicky pun langsung menjawabnya dengan singkat,


“ Udah berangkat dari pagi mah. “


“ Kamu tahu Putri ke mana, “


tanya mama Lina dengan nada marah.


Dicky balik bertanya,


“Loh, bukannya dia les mah? “


“Kamu ini, ditanya malah balik nanya,”


Sahut mama Lina dengan marah.


Mama Lina pun masuk ke dalam rumah sambil berteriak memanggil suaminya.


“Paaaa, Papaaaaaa!!! “

__ADS_1


Semua karyawan om Faisal menoleh ke arah pintu depan. Tapi tak seorang pun yang berani menegur atau menyapanya.


Om Faisal beranjak dari tempat duduknya. Ia segera menemui istrinya.


“Ssttt, Kenapa sih Mah teriak-teriak, ada apa? Tumben Mama pulang cepat, “


Sambut Om Faisal.


“ Ayo Pah kita ke kamar, ada yang mau mama bicarain, “


kata mama Lina.


Om Faisal pun mengangguk, segera Om Faisal membereskan pekerjaannya sebentar, kemudian menyusul mama Lina ke dalam kamar.


“ duduk Pah, mama mau bicara! Jam berapa Putri keluar tadi pagi? “


Tanya mama Lina.


“ Kalau nggak salah sih tadi setelah sarapan sekitar jam 8-an deh emang kenapa Mah? “


Sahut Om Faisal.


Mama Lina langsung menumpahkan segala kekesalannya tentang Putri saat itu. Ia pun mulai bercerita pada Om Faisal.


“ Ya ampun Pah, tadi Mama lihat Putri lagi boncengan motor sama laki-laki. Kelihatannya laki-laki itu udah gede deh Pah, udah dewasa. Sayang dia ngebut, mama jadi kejebak lampu merah deh, Jadi nggak bisa ngejar. Pah, mama kesel deh Pah.“


“ Sabar mah sabar, jangan marah-marah kayak gini. Ntar Mama sakit deh. Coba ntar ajak ngomong Putri baik-baik, tanya itu siapa,”


kata on Faisal.


Om Faisal berusaha menenangkan istrinya dengan menepuk-nepuk bahunya.


“ Udah ya Mah, Papa kerja lagi, nggak enak ninggalin kerjaan lama-lama, “


Kata Om Faisal, sambil beranjak meninggalkan mama Lina di dalam kamar.


Mama Lina pun bertambah marah dan berteriak,


“ ih Papah gimana sih, nggak ada perhatiannya banget sih ke Mama! “


“ Ya habis Papa temenin, Mama tetap marah-marah, Papa tinggalin, Mama juga marah-marah, biar tenang dong ma, kerjaan Papa juga kan masih banyak mah, Lagian nggak enak sama karyawan ngeliatin, mereka kerja kita dua-duaan di kamar, “


sahut Om Faisal Sambil tertawa.


Om Faisal pun mengikutinya dari belakang. Kemudian Mbok Yem datang ke ruang tengah untuk bersih-bersih.


Melihat keberadaan mbok Yem, mama Lina pun bertanya,


“ mbok kamu tahu jadwal Putri hari ini? “


“ Setahu Mbok sih hari ini dia bebas les. Tapi hari ini dia keluar bu, mungkin ada tambahan,”


jawab Mbok Yem.


“Tambahan apa, tambahan waktu pacaran?! “


Sahut mama Lina sambil memonyongkan bibirnya.


“ Oalah Bu, kayak nggak pernah muda aja,”


kata mbok Yem.


“ Tapi sekarang ini bukan waktunya mbok, umur Putri belum pantas mengenal cinta, apalagi laki-laki yang saya lihat itu udah tua, maksudku tuh udah dewasa,”


kata mama Lina dengan sedikit tenang.


“ Lebih baik Ibu ajak bicara baik-baik pada Putri, mungkin kalau diajak bicara baik-baik dia bisa lebih terbuka Bu,”


sahut Mbok Iyem.


Mama Lina pun terdiam mendengar ucapan Mbok Yem.


Tidak lama kemudian Putri pun pulang, dan memberi salam.


“ Assalamualaikum, “


“ Waalaikumsalam,”


jawab mama Lina dan mbok Yem bersamaan.


Dengan wajah riangnya Putri berkata,

__ADS_1


“ Wah kompak nih jawab salam Putri. “


Putri pun mendekati mama Lina dan bersalaman, tidak lupa Putri pun menyalami Mbok Yem.


Karena Mbok Yem melihat wajah mama Lina sudah mulai marah, Mbok Yem pun memberi kode pada mama Lina. Mbok Yem menaruh jari telunjuknya di bibirnya.


Mama Lina pun mengerti maksud mbok Yem. Akhirnya mama Lina beranjak dan masuk ke dalam kamar.


Hati mbok Yem menjadi lega melihat sikap mama Lina yang berusaha mengendalikan emosinya dengan menghindar.


Sementara Putri yang sedang duduk di ruang tengah menyalakan TV, kemudian pandangannya mengarah ke sekeliling. Lalu ia mengeluarkan ponselnya.


Putri mengirim pesan pada seseorang dengan isi pesan:


{Keadaan aman}


Mbok Yem saat itu masih membersihkan ruang tengah sambil memperhatikan gerak gerik Putri, ia pun menggeleng-gelengkan kepalanya. Lalu mbok Yem mengitari Putri untuk membersihkan bupet besar yang berada si ruang tengah, posisi mbok Yem berada di belakang Putri.


Sontak mata mbok Yem terbelalak. Mbok Yem terkejut melihat sesuatu tanda di tengkuk leher Putri.


Sambil mengelus dada, mbok Yem berucap,


“Ya Alloh gustiiiiiiiiii! “


Segera mbok Yem menarik tangan Putri ke arah ruang dapur.


##########


Rika sedang duduk di teras dengan santai tatkala Erna datang. Rika pun senang dengan kedatangan sahabatnya. Tapi yang terpancar dari raut wajah Erna sangat berlawanan dengan Rika.


Erna dengan wajah cemberut menemui Rika dan memberi salam.


“ Assalamualaikum. “


“ Waalaikumsalam. Eh kamu Er, masuk sini, “


perintah Rika.


“ Iya makasih, di sini aja, aku buru-buru soalnya,”


sahut Erna.


“ Masuk dulu kenapa sih. Ya elah mau ke mana sih buru-buru? “


Tanya Rika.


“ Males ah gue masuk, gue di sini aja. Gue cuma mau ngasih tahu, mulai sekarang kalau lo mau berangkat kerja, berangkat aja deh sendiri, nggak usah nunggu gue!”


Pesan Erna.


“ Loh! Emang kenapa? Lo masih marah sama gue? Kan gue udah jelasin, itu semua juga bukan mau gue, ini ada sesuatu Er.... “


Belum selesai Rika bicara, tapi Erna sudah memotongnya.


“ Udah lah Rik, udahlah! Gua males ribut! Pokoknya Lu jalan-jalan aja deh sendiri, nggak usah nunggu gue Lagian ! Awalnya juga kita nggak kenal, ya udah kembali nggak kenal lagi! “


Kata Erna dengan berteriak.


“ Maksud lo apa Er??? Sumpah gue nggak ngerti apa maksud lo? “


Tanya Rika penasaran.


Sambil bertolak pinggang, Rika mengernyitkan dahinya dan mengangkat kedua alisnya.


“ udah lah Rik, lo nggak usah berpura-pura nggak tahu, jangan pura-pura nggak paham ! Gue tahu lo ngerti maksud gue! Udahlah, kita udahan aja ! Lo lo gue gue, jalanin deh kehidupan lo, gue juga begitu, lupain gue aja deh, mendingan kayaknya gue lebih nyaman jalan sendiri! “


Maki Erna.


Erna pun berlari meninggalkan Rika. Rika pun akan mengejar Erna sambil mencari sendalnya. Ternyata sendalnya tidak berada di depan teras. Rika pun segera mencarinya di dalam rumah.


Saat Rika mencari sendalnya di dalam rumah, tiba-tiba ponselnya berbunyi. Seketika itu juga Rika menemukan sendalnya. Ketika Rika melihat ponselnya ternyata Mami yang menelponnya.


Mau tidak mau Rika pun menerima panggilan dari ponselnya.


Sedangkan di luar sana, di saat Erna berlari meninggalkan Rika, ternyata Erna menoleh ke belakang. Ada harapan di hati Erna agar Rika mengejarnya, tapi ternyata tidak. Rika tidak ada di belakangnya.


Jujur, di dalam hati, Erna merasakan kekecewaan terhadap sikap Rika. Dia berpikir bahwa Rika akan mengejarnya dan mempertahankan tali persahabatan mereka.


Tapi kenyataan yang Erna dapat semua terbalik. Bahkan di teras pun Rika sudah tidak ada. Erna pun merasa sia-sia atas kedatangannya saat itu.


Sejak tadi Erna sudah menahan air matanya. Tapi saat itu juga Ia sudah tidak mampu menahan Bendungan air matanya, maka seketika itu pula tumpahlah air matanya dan membasahi pipinya.

__ADS_1


Sungguh kecewa hati Erna. Selama ini dia tidak pernah merasa kesal, apalagi kecewa terhadap Rika.


__ADS_2