Mertua Yang Jahat

Mertua Yang Jahat
Makan malam.


__ADS_3

“Halo, assalamu’alaikum, hai sweety, sedang apa kamu? “


Tanya Andre pada Rika melalui saluran ponselnya.


“Wa alaikum salam, lagi makan, lo kemana aja sih Dre, gue kan nunggu telpon dari lo, malahan WA lo gak pernah aktif, gue pengen duluan hubungin lo, tapi gue jiper duluan, “


Jawab Rika sambil mengunyah makanannya.


“Enak banget kayanya denger kunyahannya, pengen juga deh di kunyah, “


Kata Andre.


Rika :


“Apaan sih lo Dre, gombal mulu, pegel deh kuping gue, oh iya, tapi lo sehat ya? Perasaan gue dari kemaren gak enak. Takut aja, takut lo kenapa-napa. “


Andre :


“Kemaren aku sedikit gak enak badan, tapi sekarang udah enak kok, dah sehat. Oh ya, besok malem datang ya ke rumah ku, kita makan malam di sini, kamu langsung datang aja ya, gak usah aku jemput, gak papa kan?”


Rika :


“Aduh Dre, gimana ya, bukannya gak mau, tapi gue gak enak aja.”


Andre :


“Gak enak ma siapa? Gak enak sama mamaku? Mama malah yang nyuruh telpon kamu ini sekarang, pokoknya besok malem jam 7 kamu udah sampe sini ya, nah besok aku pulang kerja, langsung pulang ke rumah, kita ketemu di sini, oke my sweety?”


Rika :


“Lo pulang jam berapa? Jam 7? Ngaco loh! Resto baru buka jam segitukan setelah split, waktunya pengunjung lagi rame-ramenya, masa lo kabur? “


Andre :


“Ah, biarin aja, nanti aku bikin alasan apa kek biar bisa cabut, gak betah juga gak ada kamu di sana, bete banget.”


Rika :


“Ehm, mulai lagi deh, gombal mulu. Udah ah, gue mau lanjut lagi makan, iya, insya Alloh besok gue dateng, salam ya buat semuanya.”


Andre :


“”ya udah, aku juga mau mandi, mau kerja, dari kemaren aku da gak kerja.”


Rika :


“Maksud lo? Maksud lo apa Dre, dari kemaren gak kerja?”


Andre :


“Iya, aku jujur, kemaren aku sakit, badan aku panas, mangkanya aku gak kerja-kerja, baru hari ini aku mau masuk.”


Rika :


“Berapa hari lo gak kerja? Kok lo sakit gak bilang gue?”


Andre :


“Ini aku bilang, maaf ya, aku baru cerita, aku gak mu kamu nanti bingung, yang penting kan sekarang aku da sembuh.”


Rika :


“Lain kali kalo ada apa-apa cerita ya, pantes aja dari kemaren perasaan gue gak enak, gelisah terus bawaannya, eh ternyata lo sakit.”


Andre :


“Ehm, berarti kamu tuh cinta ama aku, kamu peduli ama aku.”


Rika :


“Aduuuuh Dre, udah ah, keburu kenyang deh gue denger gombalan lo, baayyy, assalamualaikum.”


Dengan sengaja Rika menutup teleponnya tanpa menunggu jawaban salam dari Andre, karena perasaan Rika saat itu terlalu malu.


Di letakkan ponselnya di atas meja, dia pun mereka-reka, apa yang akan terjadi nanti di rumah Andre.


Kekecewaan kembalikah, atau kebahagiaan yang akan dia dapat di sana?


Rika merasa heran dengan perkataan Andre, bahwa mamanya yang menyuruhnya menghubunginya, aneh, sangat aneh menurut Rika.

__ADS_1


“Tapi sudahlah, apa pun yang akan terjadi, bakal aku hadapi, termasuk mamanya Andre,” gumamnya dalam hati.


#########


Saat itu pun tiba, waktu menunjukkan pukul 6.30 malam. Setelah sholat maghrib Rika bergegas berdandan.


Dandanan Rika kali ini tak seperti di awal dia mendatangi rumah Andre, sangat tipis dia memakai bedaknya, dan pewarna bibirnya. Pakaiannya pun biasa saja, hanya kaos oblong dan jins serta sepatu kets.


Ada perasaan senang serta gelisah, mana kala dia harus datang sendiri ke sana.


Ingin rasanya dia meminta Ando untuk menemaninya, tapi, dia merasa ada ketakutan mengganjal di benaknya, khawatir jika sikap mamanya Andre seperti kemarin, Rika akan merasa malu terhadap Ando.


Akhirnya Rika membulatkan hatinya untuk pergi sendiri, tanpa ada yang menemani.


Rika menaiki kendaraan umum menuju arah rumah Andre, dengan penuh para penumpang.


Matanya tertuju pada wanita yang duduk di pojok kanan. Wanita cantik, putih, wajahnya pun menawan. wanita itu duduk sambil mendengarkan musik dari ponselnya dengan memakai handset.


Memperhatikan gaya wanita itu yang cuek, tak sadar ternyata sudah hampir sampai di depan gang rumah Andre.


Rika pun turun, dan tak lupa membayar ongkos pada sopir angkutan umum tersebut.


Beberapa langkah ke depan Rika berjalan, ternyata wanita itu pun ikut memasuki jalan yang menuju rumah Andre.


Sengaja Rika memperlambat langkahnya agar wanita itu berjalan lebih dulu berada di depannya. Ternyata wanita itu mendatangi rumah Andre.


Langkah Rika pun terhenti. Di lihatnya rumah Andre dari kejauhan, dan wanita itu masuk ke dalam rumah Andre.


Rika pun termenung sesaat, sementara Andre sudah berada di belakangnya.


Andre menyentuh bahu Rika. Rika pun terkejut di buatnya.


Rika pun menoleh ke arah belakangnya sambil sedikit berteriak,


“Astaghfirulloh! Ih lo Dre, gue pikir siapa, kaget gue!”


Dengan tersenyum yang menunjukkan deretan giginya yang besar-besar serta putih, Andre pun berkata,


“Kamu ngapain bengong di sini, ayo masuk.”


Andre pun menarik tangan Rika, mereka melangkah masuk ke arah rumah Andre.


Melihat kedatangan Andre dan Rika, Lisa pun berteriak,


“Asiiiiik, Bang Andre pulang, bawa coklat gak bang buat Lisa?”


Andre pun menjawab sambil mengusap kepala Lisa,


“Enggak Abang gak bawa coklat, Abang bawa calon Abang nih.”


Karena Lisa yang tidak mengerti perkataan Andre, Lisa hanya melongo.


Om Faisal menyambut kedatangan mereka dan berkata,


“Masuk Rika, kami semua udah nunggu kamu.”


Rika pun masuk ke dalam rumah Andre, dan memberi salam,


“Assalamualaikum,”


Rika pun menyalami mereka satu persatu, termasuk Putri dan mama Lina.


Pandangan mata Rika dan Putri pun menyatu, Puti pun berkata pada Rika,


“Loh, kamu Rika, kita kan tadi satu kendaraan umum ya.”


Rika pun tersenyum, dan menjawab,


“Iya.”


“Kenapa baru masuk?”


Tanya Putri.


Andre pun menjawab pertanyaan Putri yang di tujukan pada Rika,


“Iya, tadi Rika nunggu Bang Andre dulu.”


“Oh, gitu. Oh ya, gue Putri, adiknya bang Andre.” Kata Putri.

__ADS_1


Rika pun memperkenalkan diri pada Putri sambil berkata,


“Aku Rika, temen....”


Mendengar perkataan Rika, mama Lina pun langsung memotong perkataan Rika,


“Ini loh calon kakak ipar kamu Put, calon mantu Mama.”


Mendengar perkataan mama Lina, Rika pun tersipu malu. Dia sungguh tidak menyangka atas sikap mama Lina terhadap dirinya.


Mama Lina langsung menyambut kedatangan Rika dengan senyuman, dan menggiring Rika ke arah ruang tamu.


Mama Rika pun mempersilahkan Rika untuk duduk.


Melihat sikap mamanya, Andre pun tersenyum, dan senyumannya dia lempar ke arah om Faisal, yang tak lain adalah papa tirinya.


Sambil menunggu hidangan yang akan di sajikan oleh Mbok Yem, yang tak lain adalah pekerja rumah tangga mama Lina, mereka pun saling berbincang-bincang.


Setelah mempersiapkan dan menata makanan, Mbok Yem pun memanggil majikannya, yang tak lain adalah mama Lina.


“Bu, makanan sudah siap nih,”


Kata mbok Yem.


Mama Lina pun mempersilahkan Rika untuk segera menuju ke ruang makan.


Tak lupa, mama Lina memberikan komando pada Putri agar mengatur adik-adiknya.


“Ayo bocil-bocil, kita makannya di ruang tamu aja, yang d ruang makan khusus orang tua, ha ha ha,” kata Putri.


Andre menyeringai mendengar perkataan Putri, lalu berkata,


“Enak aja gue udah tua, belom lah.”


Andre pun menarik ujung rambut Putri. Sebelum Putri berteriak, Andre pun langsung melepaskannya.


Di tendangnya kaki Andre oleh Putri hingga Andre merasa kesakitan.


“Sakit Put, gila lo, nendang kaki gue tenaga kulinya dii keluarin.”


Andre berharap mama Lina memarahi Putri atas kelakuannya, tapi ternyata tidak.


Mendengar suara Andre yang kesakitan, sontak mereka pun tertawa.


Acara makan malam pun selesai. Tapi mereka belum beranjak dari tempat duduk masing-masing.


Melihat keadaan itu, Rika pun ikut tetap berada di sana, dia pun juga tidak beranjak dari tempat duduknya.


Andre berusaha membuka pembicaraan dengan bertanya pada Rika,


“Oh ya Rik, kamu udah ngelamar kerja lagi belom?”


Mendengar pertanyaan Andre, Ria pun gugup di buatnya, dia pun menjawab dengan terbata-bata,


“Belom Dre, mungkin nanti, nyari info aja dulu, kira-kira di mana, baru deh nanti bikin berkas.”


Mama Lina mengernyitkan dahinya, lalu bertanya,


“Emang kenapa dengan pekerjaan kamu, bukannya kamu kepala waiters di CLUB?”


Rika pun hanya terdiam membisu mendengar pertanyaan mama Lina.


Melihat sikap Rika, akhirnya Andre berinisiatif menjawab pertanyaan mamanya dan berkata,


“Yach Ma, kan Andre udah cerita, kalo Rika di keluarin gara-gara Andre, mama lupa ya?”


Mama Lina pun menjawab dengan gugup,


“Eh iya, mama lupa, maaf ya, semangat ya cari kerjanya.”


Mama Lina berusaha bersikap baik di depan semua orang, walau sebenarnya hatinya menolak.


“Segera lah cari kerja, agar nanti tidak merepotkan anakku,”


gumamnya dalam hati.


Malam semakin larut, waktu sudah menunjukkan pukul 9.00 malam. Andre bergegas mengantar pulang Rika, sementara mereka pun berpamitan pada om Faisal dan mama Lina.


Hati Rika pun bahagia malam itu, makan malam bersama keluarga Andre berjalan baik dan menyenangkan.

__ADS_1


__ADS_2