My Future Husband

My Future Husband
Memastikan Semua


__ADS_3

Joe meringis di kamarnya sembari melihat wallpaper di ponselnya.


Perasaan hatinya sekarang sangat bahagia. Bahkan beberapa kali dia berguling diatas kasur.


"Apa gue mimpi?!." Tanya Joe meringis geli.


Membayangkan dirinya tadi yang baru saja mengobrol dengan Sean. Sudah lama sekali momen ini tidak terwujud. Setelah Sean pindah ke Indonesia Joe tidak pernah lagi mendapat respon dari Sean.


Ternyata perjuangan Joe tidak sia-sia. Dia datang ke Indonesia untuk mendapatkan respon positif dari Sean. Padahal selama menetap di luar negeri jarang sekali Sean berbincang kepada Joe. Padahal beberapa tekat sudah Joe lakukan untuk mendapatkan hati Sean.


Rupanya tidak semudah itu menjalankan rencana Joe. Dia butuh support yang lebih. Jika hanya mengandalkan akal sehat akan sangat susah. Dan kemungkinan bisa saja itu tidak akan berhasil.


Itu semua sudah terbukti. Duku Joe mendekati Sean dengan akal sehatnya. Ia tak ingin terlalu memaksa Sean untuk mencintai Joe.


Sean selalu menolak hal itu. Dia selalu menghindar dari Joe untuk fokus di pendidikan-nya sekarang.


Joe mencoba mengerti mengenai hal itu. Ia rasa memang belum waktunya untuk mengungkapkan perasaannya.


Usia mereka waktu itu baru menginjak masa remaja. Mungkin memang itu terlalu cepat.


Hingga Joe merasa Sean benar-benar tertutup untuk dirinya. Bukan hanya dia saja tapi juga wanita lain. Ternyata Sean sudah menentukan pilihan kekasih hidupnya. Namanya Kinara Sanjaya.


Joe murka saat itu. Bahkan ia juga marah kepada mamanya. Karena tak mau membantu untuk mendapatkan cinta dari Sean.


Hingga Joe bertemu tuan Arga di sebuah lorong gelap daerah Amsterdam. Dia melihat Arga srsang kesakitan. Tangan Joe mencoba mengobati muka itu sebisa mungkin. Hingga sampai sekarang tuan Arga selamat dari nyawanya karena pertolongan Joe.


Itu adalah awal mula Joe bisa menjadi putri di red Blood. Dia sudah membantu Arga sembuh dari lukanya. Walau hanya sedikit tapi Arga ingin mengangkat Joe menjadi pemimpin bawahnya sesuai apa yang diinginkan Joe sebagai imbalan.


Waktu berjalan semakin cepat. Joe mulai rencana jahatnya itu untuk membunuh Kinara secara perlahan. Ia membuat rencana untuk menetap di Indonesia untuk beberapa waktu. Ia ingin rencananya berhasil.


Hingga kejadian itu terjadi sekarang. Joe berhasil melancarkan aksinya walau belum tuntas. Tapi akan Joe pastikan semua itu berhasil. Hanya tinggal beberapa persen saja jika dilihat sejauh ini.


"Auwh rupanya ini gue tidak mimpi." Teriak Joe lagi. Dia mencubit pipinya berkali-kali dengan tawa girang.


Rupanya ini tidak mimpi. Dia benar-benar kenyataan. Bisa berbicara panjang dengan Sean. Sangat senang sekali rasanya apa yang diimpikan bisa terwujud.


"Ah sepertinya gue bisa gila seperti ini." Keluh Joe menatap ke arah langit kamarnya.

__ADS_1


"Sepertinya rencana itu harus segera dilaksanakan! Baru setelah itu gue bisa hidup bahagia dengan Sean." Gumam Joe.


Dia belum tau yang sebenarnya jika Sean hanya berpura-pura. Tapi mesti begitu Joe sangat bahagia. Meski kenyataan pahit akan menimpanya.


"Ugh." Kesal Joe. Padahal baru saja berbicara pada Sean tapi rasa kangennya sudah muncul lagi.


Ia pun memutuskan untuk bangkit dari kasurnya. Bisa gawat jika terus menerus halunya terus berlanjut.


Lebih baik waktunya ia gunakan untuk menyusun rencana satu ke rencana lainnya. Untuk saat ini ia hanya ingin memanjakan tubuhnya agar pada waktu operasi plastik Sean tidak begitu kaget dengan tubuhnya.


"Baiklah. Gue akan melakukan perawatan sekarang. Akan gue pastikan Sean besok bakal terpukau dengan gue hahahah." Gumam Joe terkekeh pelan.


Dia segera melangkah untuk mandi. Setelah itu baru melakukan beberapa ritual penting untuk mengencangkan kulitnya dan juga mencerahkan wajahnya.


Dan benar saja. Joe segera melepas semua pakaiannya itu.


Tanganya menuangkan beberapa minyak esensoil agar menambah harum tubuhnya.


Joe berendam di bathtub dengan kepala saya yang muncul dari permukaan air. Selain itu tubuhnya tertutup oleh busa.


Ia harus merilekskan tubuhnya agar saat operasi plastik nanti tidak tegang. Dan juga tidak gagal semua rencananya itu.


Joe juga harus hentikan dulu rokok, kopi, the, dan suplemen pengencer darah lainnya.


Meski sangat bahaya dan ada faktor yang belum Joe ketahui. Tapi tekadnya sangat kuat untuk bisa memiliki wajah Kinara.


Ia rela merasakan sakit yang begitu berat asal setelah itu ada hasil yang menyenangkan. Tentu saja bersama dengan Sean.


Joe segera bangkit dari bathup untuk kegiatan lainnya. Ia harus memulai membersihkan wajah-nya sebelum operasi plastik. Agar tidak tampak kotor dan juga kusam.


Setengah jam lamanya akhirnya semua ritual Joe sudah selesai. Dia keluar dengan balutan handuk yang melilit tubuhnya itu.


Dia duduk di meja rias untuk menetralkan wajahnya. Tak terasa waktu juga lama untuk membuat wajahnya bersih.


Setelah semua selesai Joe segera mengenakan baju dan celananya. Lengkap semua serba hitam. Sekarang dia sudah siap untuk melakukan operasi plastik buat besuk. Baik itu secara mental dan juga fisik.


Joe sudah mempersiapkan semuanya itu dengan baik. Jangan sampai ia gagal dan wajahnya malah menjadi rusak.

__ADS_1


Joe segera keluar dari kamarnya untuk melihat kondisi Kinara. Apalagi dia tadi baru saja meluapkan rasa amarahnya kepada Kinara.


Tak ingin membuat Kinara takut dengan nya Joe Memutuskan untuk menjenguk.


Ceklek.


Pandangan mata langsung menunduk saat melihat Joe keluar dari kamarnya.


Mereka memberikan salam yang sopan. Tapi Joe hanya menatap dengan wajah datar dan dingin.


Ia berjalan terus sampai ke ruang bawah. Dimana Kinara disekap. Ia ingin memastikan jika kondisi Kinara tidak terlalu parah.


Karena banyak proses yang perlu dilakukan sebelum melaksanakan operasi plastik.


Apalagi operasi plastik termasuk tindakan yang sangat resiko.


Oleh karena itu, penting sekali untuk mengetahui beberapa hal seputar operasi plastik sebelum menjalaninya.


Maka sebab dari itu Joe ingin memastikan semua menjadi aman. Jangan sampai kondisi Kinara malah down dan tak jadi operasi plastik nya.


Operasi plastik kali ini sangat berat. Kemungkinan akan harus memastikan beberapa bagian terpenting dahulu.


"Dimana gadis itu?!." Tanya Joe pada Dito. Pria itu berdiri di depan pintu ruang bawah.


"Sedang di dalam putri. Mungkin sedang beristirahat."


"Apa dia sudah makan?."


"Bimo sedang memesankan makanan untuknya." Jawab Dito singkat. Takut jika Joe akan marah.


"Kenapa? Bukankah di dapur bisa?." Tanya Joe dengan menatap tajam.


Dito menelan slavinanya dengan kasar. Ternyata kenyataan berbanding terbalik jauh sekali. Joe marah mengetahui itu.


"Maaf putri! Kinara sendiri yang menginginkan untuk memesan." Jelas Dito.


Joe mangut-mangut paham baru setelah itu memutuskan untuk masuk.

__ADS_1


__ADS_2