
Beberapa tahun kemudian..
Rumor mengenai Arkan yang dituduh melecehkan mahasiswa di kampus menjadi berita hangat. Ada mahasiswi yang menyebarkan berita jika Arkan melecehkannya agar skripsinya di ACC. Bahkan bukti menyorot jelas ke Arkan, seakan membuat Arkan telak tak bisa berkutik lagi dengan hal itu.
Sontak berita itu membuat Febri kaget, bahkan enggan bertemu Arkan. Ia memercayai hal itu, karena semua bukti mengatakan dengan jelas. namun Gadis itu membawa Cessa serta Alwan kecil menjauh dari Arkan. Ia ingin memulai hidup baru tanpa Arkan. Ia muak mengetahui banyak wanita yang terlibat dengan pria itu. Ia tidak mau menerima fakta yang lebih menyakitkan lagi. Padahal waktu itu Febri sedang mengandung anak ke dua mereka. Tapi dengan tekad yang bulat Febri ingin membesarkan ketiga anaknya sendiri tanpa bantuan Arkan. Dan ia tidak ingin terjebak lagi dalam rayuan pria itu.
Sanggupkah Arkan membawa Febri kembali pulang ke pelukan nya? dan meyakinkan gadis itu jika rumor itu adalah sebuah kebohongan.
"Percayalah jika itu tidak benar, aku tidak mungkin mengkhianatimu sayang." Ujar Arkan mencoba menahan Febri di tengah kampus.
"Tanyakan pada dirimu sendiri, bagaimana cara meyakinkanku. Jika kamu saja tidak bisa membela dirimu dan membuktikan jika kamu benar." Arkan gelisah, seharusnya disaat seperti ini Febri berada di sisinya menguatkan nya bukan menambah beban pikirannya.
"Aku akan membuktikan itu semua, tapi bukan sekarang."
"Sulit bagiku untuk percaya sedang bukti menunjukkan padamu." ujar Febri melihat foto-foto Arkan bergelung bersama wanita yang tidak lain mahasiswa nya di kampus. semuanya terasa nyata.
"tapi itu belum tentu aku sayang. Bahkan aku tidak merasakan apapun." Jelas Arkan merasa ini tidak beres. Malam itu ia tidak ingat apa yang terjadi. Seharusnya ia tidak menerima minuman dari mahasiswinya itu. Ia di jebak. Pasti ada yang ingin membuat namanya jelek, padahal ia menjadi salah satu kandidat yang akan menjadi rektor. Kalau sudah begini, namanya tercemar dan hilang sudah kesempatan jadi rektor di universitas yang dia ajar. Pasti ada yang sengaja ingin membuatnya mundur.
"Tapi bukti menjelaskan kalau kamu yang tidur dengannya." bantah Febri.
"Demi Allah Febri bisakah kamu percaya padaku." Ucap Arkan mencoba meyakinkan Febri. Ia sudah tidak peduli banyak orang yang memperhatikan mereka saat ini.
"Aku akan pergi dengan Cessa dan Alwan." Febri seakan tak peduli gadis itu meninggalkan Arkan dalam keadaan Frustasi. Bahkan ia belum sempat mengatakan pada Arkan jika ia mengandung anak mereka yang baru berusia beberapa bulan.
Febri tersenyum pahit sambil mengelus perutnya tanpa sadar. Mengingat anak-anaknya ia jadi teringat adiknya Abimanyu yang usianya tidak beda jauh dengan Alwan. Adiknya itu begitu beruntung bisa hidup dengan orang tua yang lengkap dan memberinya segalanya baik kasih sayang dan harta. berbeda dengan Alwan yang ditelantarkan orang tuanya. Walau ia membenci Arkan ia tidak bisa membenci Alwan. Maka dari itu ia tidak ingin Alwan hidup bersama Arkan, lebih baik membawa anak itu bersamanya dari pada bersama Arkan yang ucapannya tidak bisa di pegang.
****
catatan:
Believe in me....
IBelieve,
Aku Percaya,
I don't know how I got here, uh
Aku tak tahu bagaimana bisa sampai di sini
I knew it wouldn't be easy
Aku tahu ini tidaklah mudah
But your faith in me was so clear
Tapi keyakinanmu padaku begitu jelas
It didn't matter how many times I got knocked on the floor
Tak masalah berapa kali aku terjatuh
But you knew one day I would be standing tall
Tapi kau tahu suatu hari nanti aku kan kokoh berdiri
Just look at me now
Lihatlah aku kini
Cause everything starts from something
__ADS_1
Karena segalanya berawal dari sesuatu
But something would be nothing
Tapi sesuatu akan jadi tiada arti
Nothing if your heart didn't dream with me
Tiada arti jika hatimu tak bermimpi bersamaku
Where would I be
Kan jadi apa diriku
If you didn't believe (Believe, believe)
Jika dulu kau tak percaya
Believe
Percaya
There were days when I was just broken, you know
Ada hari-hari ketika aku hancurluluh, kau tahu
There were nights when I was doubting myself
Ada malam-malam saat aku ragu pada diriku sendiri
But you kept my heart from folding
Tapi kau menjaga hatiku agar tak hilang asa
It didn't matter how many times I got knocked on the floor
Tak masalah berapa kali aku terjatuh
Kau tahu suatu hari nanti aku kan kokoh berdiri
Just look at us now
Lihatlah kita kini
Where would I be, if you, if you
Kan jadi apa diriku, jika kau, jika kauIf you didn't believe
Jika dulu kau tak percaya
Wouldn't know, how it feels, to touch the sky
(Aku) takkan tahu rasanya menyentuh langit
If you didn't believe, believe, believe
Jika dulu kau tak percaya, percaya, percaya
It didn't matter how many times I got knocked on the floor
Tak masalah berapa kali aku terjatuh
__ADS_1
You knew one day I would be standing tall
Kau tahu suatu hari aku kan kokoh berdiri
Just look at us now
Lihatlah kita kini
There were days when I was just broken, you know
Ada hari-hari ketika aku hancurluluh, kau tahu
There were nights when I was doubting myself
Ada malam-malam saat aku ragu pada diriku sendiri
But you kept my heart from folding
Tapi kau menjaga hatiku agar tak hilang asa
It didn't matter how many times I got knocked on the floor
Tak masalah berapa kali aku terjatuh
Kau tahu suatu hari nanti aku kan kokoh berdiri
Just look at us now
Lihatlah kita kini
Where would I be, if you, if you
Kan jadi apa diriku, jika kau, jika kauIf you didn't believe
Jika dulu kau tak percaya
Wouldn't know, how it feels, to touch the sky
(Aku) takkan tahu rasanya menyentuh langit
If you didn't believe, believe, believe
Jika dulu kau tak percaya, percaya, percaya
It didn't matter how many times I got knocked on the floor
Tak masalah berapa kali aku terjatuh
You knew one day I would be standing tall
Kau tahu suatu hari aku kan kokoh berdiri
Just look at us now
Lihatlah kita kini
jangan lupa Follow Instagram Author @wgulla_
Jangan lupa Vote biar bisa masuk rangking dan author akan lanjut setelah 300 Vote terimakasih hehehehe
love you semuanya my reader..... semoga sehat selalu...
__ADS_1