My Future Husband

My Future Husband
BAB 36


__ADS_3

Febri mencari Princessa, sudah 1 jam lebih setelah anak itu berpamitan main namun tak kunjung kembali. Ia juga menghubungi Arkan untuk mencari anak-nya, tapi pria itu malah mengatakan jangan khawatir anak kita itu sedang bermain bersama teman-temanya dan pria itu malah melanjutkan pekerjaan nya lagi.


Suami nya itu sedang sibuk karena di promosikan menjadi Rektor di universitas. Percuma dia menghubungi Arkan dengan panik pria itu malah santai dan tidak peduli. Jawaban nya yang tidak membuat-nya lega, ia malah kesal dan akan membalas Arkan nanti. Lihat saja Febri akan membuat Arkan menyesal karena mengabaikan nya, tidak tahukah dia kalau sekarang lagi jaman penculikan. Ia tidak bisa membayangkan jika Princessa anak perempuan satu-satu nya di-culik dan di-jadikan pengamen atau yang lebih ekstrim lagi di jual. Atau bahkan organ nya akan di jual. Febri tidak sanggup membayangkan hal hal aneh itu lagi. Ia tidak sanggup kehilangan Cessa secepat ini.


Pikiran buruk menghantui Febri, ia lelah keliling kompleks. Ia istirahat sebentar karena Al juga berpamitan untuk mencari Princessa. Semoga saja anak laki-laki nya itu berhasil menemukan Cessa. Al sekarang sudah besar padahal baru kemarin ia seperti merawat anak berusia 5 tahun sekarang tumbuh menjadi anak remaja yang tampan, Al memiliki selisih 5 tahun dengan anaknya yang sekarang berusia 10 tahun. Tapi mereka tumbuh dengan baik seperti adik dan kakak, Febri tidak pernah membedakan kasih sayang antara keduanya. Ia menyadari kedua nya adalah anugrah terindah yang Febri miliki. Maka dari itu Febri akan melindungi mereka dengan segenap jiwa dan raga yang ia miliki. Ia tidak ingin mereka terluka sedikit pun.


Febri tersenyum lega ketika melihat Al mengendong Princessa di punggung-nya. Putri kecil-nya itu terlihat habis menangis dengan terisak-isak kecil. Al membawa nya mendekat ke Febri yang tidak jauh dari nya.


“Apa yang terjadi Al?” tanya Febri pada Alwan dengan khawatir sekaligus lega. Ia cemas melihat Cessa menangis sesenggukan seperti itu. Apa hal yang membuat putri nya menangis seperti ini? ia jadi merasa bersalah karena tidak bisa menjaga anak nya dengan baik. Febri jadi takut sekali.


“Princess tadi naik sepeda jatuh di kompleks sebelah sama temannya Laras,” ujar Al menjelaskan kejadian yang sebenar nya.


“Komplek sebelah?” Febri menautkan alisnya ia tidak menyangka putrinya bermain sejauh itu. Pantas saja Febri tidak menemukan Cessa.


Febri menatap Princessa marah, ketika menyadari tatapan takut milik anak nya Febri melembutkan ekspresi nya. Mengelus rambut anak nya sayang. Bagaimanapun ia tidak boleh kasar terhadap anak nya.


“Kamu tidak apa-apakan sayang,” Princessa mengangguk takut menjawab pertanyaan ibu nya. Luka di lutut nya terasa perih.


“Bunda ambilkan obat sebentar ya,” Febri meninggalkan kedua orang itu.


Ketika Febri kembali, ia melihat Al memeluk anaknya erat yang menangis sesekali mengelus rambut nya sayang. Febri mendengar percakapan mereka. Ia masih berdiri tanpa berani mendekat. Ia merasa ada yang aneh dengan perlakuan Al pada anak nya.


“Jangan nangis, ada kakak disini. Kakak janji akan jaga Princess.” ujar Alwan seakan-akan memberikan kekuatan pada Cessa agar tidak sedih lagi.

__ADS_1


“Kakak janji,” bahkan Al mengecup kening putri nya itu dengan sayang.


Febri termenung melihat itu, apakah Al menyukai anak nya. Melihat tatapan Al yang berbeda dari biasa nya. Febri berusaha menyingkirkan perasaan itu. Tidak mungkin Al menyukai anak nya mereka itu kakak adik walaupun tidak sedarah.


“Kakak sayang kamu,” ujar Alwan dengan tulus pada Cessa.


“Cessa juga sayang kakak,” balas Cessa sambil memeluk leher Alwan sayang.


Febri memutuskan untuk menghampiri kedua nya, dan mengobati luka Febri dengan betadine. Setelah itu Febri memeluk kedua anak nya.


“Asssalamualaikum,” terdengar suara maskulin memasuki rumah. Febri kesal bukan main setelah mendengar suara itu. Ia sedang bad mood dengan Arkan. Ingin rasa nya menyeburkan pria itu ke dalam laut Sekarang juga.


“Katanya Princessa hilang,” Arkan menatap Febri bingung, setelah Febri menghubungi nya ia langsung menyelesaikan pekerjaan nya dan pulang ke rumah untuk mengecek keadaan anak nya.


Arkan tersenyum melihat raut wajah cemberut Febri, istri nya itu pasti sedang marah pada nya. Terlihat sekali Febri berusaha sejutek mungkin dengan kehadiran nya. Ia tahu ia salah, tapi ada pekerjaan yang tidak bisa ia tinggalkan. Jadi ia berusaha untuk sebijak mungkin. Lagi pula ia berpikir Cessa tidak akan hilang karena ada Alwan yang akan menjaga nya.


Arkan langsung memeluk Febri kencang, “Mas lepas, malu dilihat anak kita.” ucap Febri berusaha memberontak.


Ia menatap Arkan tidak suka. Enak sekali pria itu seolah-seolah tidak punya salah, padahal tadi pria itu tidak peduli terhadap anaknya sendiri.


“Tidak apa-apa,” ujar Arkan seolah tidak terpengaruh oleh perkataan Febri.


"kamu apaan sih pulang-pulang malah main peluk sembarangan..." gerutu Febri dengan kesal.

__ADS_1


“Aku pokoknya masih marah sama kamu, jangan deket-deket aku lagi.... Aku benci kamu..” Febri melepaskan pelukannya lalu pergi meninggalkan Arkan menuju kamar. Ia kesal dengan Arkan dan tidak ingin bertemu pria itu selama-lama nya. Agar Arkan sadar betapa salah nya pria itu telah mengabaikan nya di saat-saat seperti ini. Ia benci pria tua itu.


Arkan terkekeh, ia menghampiri kedua anaknya menciumnya sebentar.


“Al jaga Cessa, ingat pesan papa. Jangan biarkan ada yang menyakiti Cessa, kamu harus melindungi adikmu." Perintah Arkan pada Alwan. Ia harus segera menyusul Febri yang tengah mengambek pada nya.


“Siap Pa,” jawab Alwan dengan semangat. Ia senang jika di suruh merawat Cessa.


“Anak pintar,” Arkan mengusap kepala anak nya itu dengan sayang.


“Papa tinggal sebentar yah, bunda kalian sedang ngambek,” ujar Arkan dengan lembut.


“Dan kamu cessa jadi anak yang baik mengerti,” Cessa mengangguk lalu tersenyum lebar, ketika papa nya memeluk nya sambil mencium pipinya.


“Papa sayang kalian,” Arkan kemudia menuju kamar menyusun strategi agar istri nya tidak marah lagi padanya. Walau ia tahu ia akan menjadi sasaran empuk istri nya. Istri nya itu kalau marah permintaan nya neko-neko kadang hanya bisa membuat Arkan menghela napas sabar. Karena tidak sanggup lagi menampung kegilaan Febri pada diri nya.


****


Ada yang mau squelnya Al dan Cessa? bisa baca I Remember dan baca juga Dikau imamku


jangan lupa Follow Instagram Author @wgulla_ atau mau WA atuhor juga bisa hehehe biaer makin akrab ♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


semoga kita semua terlindungi dari wabah corona...

__ADS_1


aamiin.


__ADS_2