
Tidur Febri terganggu ketika merasakan sebuah kecupan-kecupan di sekitar wajahnya. Ketika matanya terbuka mendapati Arkan tepat di hadapannya. Pria itu tersenyum senang ketika tahu berhasil membangunkan nya. Dasar usil bisa tidak membangunkan tanpa mencium!! desah Febri tidak suka. Ia masih mengantuk demi Tuhan mereka bergadangan semalam hanya untuk melayani kemesuman si pria tua Bangka itu.
"Sholat dulu sayang." Bisik Arkaan dengan lembut. Pria itu mencoba membangunkan istri nya dari mimpi indah nya. Semalaman mereka tidur lelap memeluk satu sama lain seakan tak ingin pisah.
"Mas udah bangun dari jam berapa?" Tanya Febri melihat Arkan yang sudah siap dan rapi seperti habis mandi. Ia bangkit dan duduk di tepi ranjang untuk mengumpulkan nyawa nya. Seharusnya ia yang bangun terlebih dahulu bukan pria ini.
Febri menatap sekeliling mencari jam dinding. Ternyata sudah mau memasuki waktu subuh. Biasanya ia yang bangun lebih dahulu dari Arkan tapi sekarang malah terbalik. Ada apa gerangan? tumben sekali? Febri jadi curiga..
"Mas jam tiga udah bangun." Jawab pria itu ikut duduk di samping istri nya.
Pria itu menyisiri rambut Febri yang kusut sekaligus menguncir nya dengan ikat rambut. Febri tersenyum senang mendapat perhatian kecil dari Arkan. Ia seperti diperlakukan layak ratu oleh suami nya itu.
__ADS_1
"Mas ngak bisa tidur?" Tanya Febri sambil mengernyitkan dahi ketika pria itu sudah bangun lebih dari satu jam yang lalu.
"Mas tidur kok, cuma mas baru menemukan suatu teori jadi mas bangun." Febri menatap suami nya aneh... teori apa? apa yang pria itu pikirkan dan apa maksud dari senyum mengerikan itu.
"Bukan teori gravitasi kan mas.. itukan udah ada yang nemuin loh.." ucap Febri.
"Bukan dek.." Arkan menggelengkan kepala memprotes.
"Ternyata benar adanya tidur itu hanya bisa menghilangkan kantuk bukan cinta." Setelah itu Arkann mengecup bibir istri nya cepat. Hal yang membuat Febri terkejut bahkan ngantuknya hilang digantikan dengan debaran jantung. Pipinya juga merona tanpa ia minta. Dalam batin ia mencoba untuk tetap tenang. Noh kan benar suaminya itu pasti aneh! udah mau adzan shubuh tapi masih saja mesum! cari mati apa! rutuk Febri sambil cemberut.
"Mas gombal deh." Arkan hanya tersenyum menanggapi kata-kata itu. Baginya merayu sang istri sekarang menjadi bagian favoritnya. Ia tidak ingin kehilangan satu momenpun bersama sang istri.
__ADS_1
"Kamu wudhu dulu sayang, trus nanti kita sholat berjamaah di masjid sekalian jalan-jalan pagi biar tulang mas yang udah tua ini jadi sehat." oh jadi ini yang bikin Arkan bangun pagi. Bilang aja mau di temani olahraga. Suaminya itu ternyata semakin tua begitu juga dengan tulang-tulang nya.
"Yang tua kan cuma mas... aku masih muda!!" Ujar Febri tidak terima. Namun Arkan malah menarik istirnya itu.
"Tua gini mas masih ganteng loh.. dan banyak yang suka." Kalimat terakhir Arkan membuat Febri mendelik tidak suka.
"Bercanda sayang..."
Setelah itu Arkan mengecup kening berulangkali dan kemudian membantu gadis itu ke kamar mandi. Seiring detik suara adzan berkumandang.
jangan lupa follow Instagram author ya @wgulla_
__ADS_1