
Alwan menatap bunda Febri dari belakang mobil. Air matanya menetes tanpa ia minta. Ia terharu melihat perjuangan bundanya yang berusaha mengejarnya. Padahal ia tahu kaki bundanya itu sakit tapi Febri memaksakan diri untuk mengejarnya tanpa mempedulikan rasa sakitnya. Ingin sekali Alwan turun dari mobil dan menghampiri sang bunda lalu memeluknya erat. Tapi ia tidak mampu. Ini adalah keputusan yang terbaik sebelum semuanya terlambat. Ia tidak ingin mereka jauh lebih menderita lagi karena kehadiran nya.
"Maafin Al bunda.."
"Al juga tidak ingin meninggalkan bunda.. tapi ini demi kebaikan bunda, papa dan Cessa." gumam Alwan dalam hati. Ia menghapus air matanya cepat. Ia tidak boleh menangis. Ia adalah anak laki-laki. Dan anak laki-laki tidak boleh cengeng sampai kapanpun. Ia harus kuat demi orang-orang yang di cintai nya. Ia harus kuat.
__ADS_1
Alwan kemudian duduk kembali di kursi mobil. Ia jadi teringat Cessa. Adik perempuan yang selama ini ia jaga. Ia selalu melindungi anak itu ketika ada yang menjahili nya. Ada sedikit rasa khawatir terhadap Cessa. Apakah adiknya itu bisa hidup tanpa dirinya? Apakah Cessa akan menangis histeris ketika dia tahu kakaknya pergi meninggalkannya? Apakah Cessa akan membencinya karena dia telah meninggalkan nya? Berbagai pikiran buruk bersarang di benak Alwan. Ia hanya takut semua itu terjadi. Alwan akui ia menyukai Cessa. Melebihi adiknya sendiri. Mendengar Fakta jika ia bukan anak kandung dari Arkan membuatnya sedikit lega. Karena ia tidak salah mencintai Cessa. Paling tidak ia tidak merasa berdosa mencintai Princessa.
"Apa yang kamu pikirkan nak?" Tegur Thomas setelah selesai memeriksa email. Ia agak terkejut melihat raut wajah anaknya sembab dan melamun memikirkan sesuatu.
"Al hanya belum terbiasa saja. Al takut tidak bisa beradaptasi di keluarga Al yang baru." Jawab Alwan tidak ingin di ketahui isi hatinya oleh sang ayah.
__ADS_1
"Maksud ayah?" Alwan menatap Thomas tidak mengerti.
"Kamu akan tinggal di luar negeri sampai kamu berusia 17 tahun. Kamu akan tinggal di Amerika. Setelah itu kamu akan kembali lagi ke sini. Ini demi kebaikan mu nak. Ayah tidak ingin Dahlia membunuh mu. Maka aku akan melindungi mu darinya." Alwan terdiam, ia tidak menyangka jika hidupnya harus seperti ini. Itu tandanya ia tidak akan pernah bisa bertemu dengan Bunda, Papa Arkan, dan Princessa-Nya untuk waktu yang lama. Ia benar-benar di asing kan dari siapapun. Bahkan dia hanya sendiri tanpa seorang ayah yang mengatakan jika ia adalah orang tuanya. Jadi siapa pria ini? jika ia adalah ayahnya kenapa harus membiarkannya tinggal sendirian. Alwan terdiam, ia harus kuat. Mungkin ini adalah hukuman untuknya karena telah membuat anak dari bunda Febri meninggal.
Alwan mengangguk mengerti dengan apa yang dikatakan Thomas. Bagaimana pun pria itu adalah ayahnya. Jadi ia harus hormat dan mematuhi keinginan pria itu bukan.
__ADS_1
"Kamu tidak perlu khawatir. Ayah akan melengkapi semua kebutuhan mu begitu juga dengan pelayan dan ayah sesekali akan menjenguk mu di sana. Tugasmu hanyalah Belajar dan tumbuh menjadi anak pintar untuk dapat memimpin perusahaan kita, mengerti."
"Baik ayah." Ucap Alwan menerima takdir yang ia pilih. Ia benar-benar sendirian sekarang.