My Future Husband

My Future Husband
BAB 58


__ADS_3

Arkan membuka pintu rumah karena berulang kali ada yang mengetuk. Keningnya berkerut melihat seseorang yang tak di kenalnya berada di depan pintu. Arkan terdiam berpikir sejenak.


"Maaf cari siapa?"


"Saya Thomas ayah kandung Alwan." Detik kemudian Arkan seperti tersambar petir. Ia tidak mengira jika orang itu akan dengan berani datang ke rumahnya.


"Saya ingin bicara." Arkan membukakan pintu menyuruh pria itu masuk. Ia tahu Febri tidak akan menyukai ini. Tapi ia bisa membaca betapa pria ini ingin bertemu anaknya. Ia sebagai sesama pria tidak mungkin memisahkan ayah dari anaknya bukan. Walau ia tidak suka fakta pria itu mentelantarkan Alwan bertahun-tahun kemudian datang dan merebutnya begitu saja.


Febri menggerakkan kursi rodanya ke ruang tamu. Ia menatap bingung dengan tamu yang tak di kenalnya. Siapa orang itu? ada perlu apa ke rumahnya? Febri menatap Arkan meminta penjelasan.

__ADS_1


"Dia ayah Alwan." bisik Arkan pada Febri. Hal itu membuat Febri terkejut. Febri kemudian berulang kali melihat pria yang usianya hampir sama dengan suaminya itu. Mungkinkah orang itu akan mengambil Alwan sekarang. Kenapa harus sekarang? apakah ini tandanya ia harus kehilangan lagi? Febri menggeleng ia tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Ia tidak ingin kehilangan anaknya lagi. Anak yang mereka rawat dari kecil. Pria itu tidak berhak mengambilnya. Kemana pria itu bertahun-tahun lalu? disaat Alwan masih kecil. Kenapa baru datang sekarang.


"Sebelumnya saya minta maaf jika kehadiran saya membuat kalian terkejut. Saya tidak ada niat untuk merebut Alwan dari kalian. Sebagaimana kalian tahu bahwa Alwan adalah anak saya. Saya kemari hanya ingin melindunginya yaitu dengan membawanya bersama saya."


"Apa maksud kamu dengan membawa Alwan bersama kamu??" Febri menatap Thomas tidak suka. Ia tidak habis pikir dengan ucapan pria itu seenak jidatnya saja ingin membawa Alwan dari hidupnya.


"Kecelakaan yang terjadi pada keluarga kalian kemarin. Itu dilakukan oleh istri muda ayah saya yang berusaha ingin melenyapkan pewaris tunggal di keluarga kami. Alwan adalah pewaris tunggal."


"Maaf, maka dari itu saya mau mengambil Alwan agar saya bisa melindunginya dan keluarga kalian tidak perlu terlibat lagi dari masalah ini."

__ADS_1


"Kau ingin mengambil Alwan untuk melindunginya atau melindungi harta warisan." Arkan menatap tajam pria di hadapannya ini.


"Dari sekian lama kenapa baru sekarang datang mengambil Alwan." Lanjut Arkan mencoba membuat pria di hadapannya tidak berkutik. Ia tahu cara ini berhasil bisa di lihat wajah frustasi Thomas yang mengakui kebenaran apa yang di katakan Alwan.


"Ada banyak alasan, aku juga minta maaf pernah menghamili istrimu dulu." Thomas kembali mengungkit masa lalu. Arkan terdiam, jadi selama ini dugaannya Indira selingkuh salah. Tapi karena di hamili pria brengsek ini. sialan! ingin rasanya mengumpat tapi ia diam.


"Dan sekarang Indira sudah meninggal gara-gara istri muda ayah, setelah mengantarkan Alwan dulu kesini." Dunia Arkan seakan berputar, ada rasa iba di hatinya. Bagiamana pun ia pernah menjalin rumah tangga bersama wanita itu.


"Maka dari itu saya ingin membawa Alwan ke keluarga kami agar dia mendapat perlindungan. Karena setelah itu wanita laknat itu tidak akan bisa berbuat apa-apa." lanjut Thomas. Namun tidak ada jawaban dari Febri maupun Arkan. Bahkan Febri seperti mengkode suaminya untuk tidak menuruti perintah orang di depan.

__ADS_1


"Al mau ikut ayah Thomas." itu bukan suara Arkan maupun Febri. Melainkan suara Alwan sendiri. Membuat suasana yang tidak hening menjadi tegang. Febri menatap anak lakinya itu tidak percaya. Alwan menyerahkan dirinya sendiri. Febri belum siap kehilangan anaknya tersebut. Tidak untuk sekarang. Dunianya seakan runtuh begitu saja. Anaknya akan pergi meninggalkannya sekarang. Dan tidak akan lagi memanggilnya bunda.


__ADS_2