
Malam ini Arkan dan Febri sudah bersiap untuk pergi ke bioskop. Arkan sudah menutupi kepala nya dengan topi. Paling tidak dengan begini rasa malu nya karena kepala botak nya berkurang. Istri nya itu nampak senang berjalan bersamanya. Bahkan tak segan mengajak nya selfie. Padahal Arkan sudah malu setengah mati karena pusat jadi perhatian. Karena banyak yang melirik nya dan Febri. Bagaimana pun kebanyakan yang menonton film ini adalah anak-anak remaja seperti SMA, kuliah dan beberapa pasangan muda yang di mabuk cinta. Sedangkan ia dan Febri seperti orang tua yang tersasar.
"Mas, mau beli pop corn tidak?" tanya Febri antusias pada suami nya.
"Terserah kamu saja." Arkan memberikan uang seratus ribuan kepada Febri untuk membeli minum dan pop corn. Istri nya itu nampak senang. Mungkin Febri bersikap seperti ini karena ketika muda dulu harus langsung menikah dengan nya dan menghadapi banyak kejadian yang memilukan. Bisa di katakan istri nya itu mencoba mencari kebahagiaan yang dulu pernah dia tinggalkan. Arkan jadi merasa bersalah.
"Ayo mas masuk." Febri menarik Arkan dengan tidak sabar. Ketika pintu Studio bioskop di buka. Arkan hanya mengikuti istrinya itu yang nampak antusias.
Arkan mendesah karena yang duduk disebelah nya adalah cewek muda seusia dua puluh tahun. Yang membuat Arkan risih adalah Gadis muda itu nampak menggodanya sedari tadi. Bahkan tak segan mengajaknya berbicara hal-hal yang tidak penting.
"Mas ngapain sih ngomong sama cewek itu!!" Sungut Febri jadi tidak fokus menonton. Awalnya dia tak sadar jika suaminya sedang berbicara dengan seseorang. Namun mendengar suara-suara manja selain suara di film membuat Febri menoleh. Ia dongkol melihat suaminya itu meladeni gadis muda di samping nya.
"Dia cuma tanya aja kok dek." Febri memberengut kesal. Ia jadi tidak nafsu untuk melanjutkan nonton Dilan. Padahal lagi ada adegan romantis dengan ala gombalan Dilan. Nyatanya tidak membuat dia baper. Dia malah BAPER karena suaminya malah bercengkrama dengan wanita lain.
"Udah yuk mas pulang aja!!" Febri mengeram marah padahal belum ada tiga puluh menit film di putar. Padahal suaminya itu udah di botak tapi kok masih aja ada yang suka. Febri kan cemburu. Arkan itu hanya punya Febri. TITIK!!!
Arkan mendesah, ia bingung dengan istrinya ini. Kenapa moodnya cepat sekali rusak? apalagi PMS. Setaunya tadi mereka sempat solat berjamaah bersama. Arkan menggelengkan kepalanya tidak mengerti jalan pikiran Febri. Padahal siapa kemarin yang pengen nonton tapi sekarang baru masuk minta keluar.
__ADS_1
"Kamu kenapa sih dek?" Tanya Arkan bingung dengan jalan pikiran Febri.
"Badmood.." Febri mendesis karena Arkan tidak peka. Apa pria itu tidak paham jika ia cemburu dengan wanita yang dengan manja berbicara dengan Arkan.
"Kenapa dek? ayo cerita sama mas.." Arkan membawa Febri mendekat memeluk pinggang gadis itu berjalan beriringan keluar dari bioskop.
"Mas kok ngak peka..."
"Nggak peka gimana.."
"Nohkan.. Febri sebel sama mas.."
"Salah mas itu ngeladenin cewek cantik ngomong terus istrinya malah di cuekin." Ucap Febri dengan cemberut. Mendengar itu Arkan tertawa. Respon Arkan membuat Febri mencubit perut Arkan membuat pria itu meringis kesakitan..
"Ampun sayang..."
"Kamu cemburu ya?"
__ADS_1
"Udah tau nanya.."
"Kamu kalau cemburu lucu!!" Arkan menciumi kening Febri gemas.
"Mas jangan mesum di mall. Febri masih mode marah sama mas pokoknya!!" Arkan tertawa.
"Sini-sini kamu mau minta apa deh mas turutin.. maafin mas ya tidak peka.. mas ngak tau kalau kamu ngak suka kalau mas ngajak ngomong cewek di samping mas tadi, mas cuma ngak enak aja, lain kali mas ngak akan ngomong sama sembarang perempuan lagi. Lagian kamu tenang aja ceweknya ngak cantik kok masih Cantikan istri mas ini kemana-mana." Mendengar itu wajah Febri bersemu. Arkan memang selalu bisa membuat suasana hatinya baik.
"Dek mending ke sana aja yuk. Kayaknya Seru!!" Tunjuk Arkan ke suatu toko. Febri mengikuti arah yang Arkan tunjuk pipinya memerah mengetahui jika toko yang Arkan tunjuk adalah toko pakaian dalam wanita. Astaga suaminya itu!! Kenapa hobi nya itu mesum?! apalagi kesana bersama suaminya pasti akan banyak mata yang melirik. Mana ada coba beli pakaian dalam ditemani suami. Arkan juga kenapa pria ini tidak tahu malu...
"Ayo ke sana.." Arkan menarik tangan istrinya pergi ke toko itu tanpa sempat Febri menolak.
***
Jangan lupa follow Instagram author @wgulla_ ♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
semoga kita semua terlindung dari Corona ya ....
__ADS_1
lanjut atau tidak?