
Istri nya itu benar-benar tidak main-main dengan perkataan nya. Karena Arkan sekarang benar-benar botak tak tersisa. Tubuhnya bebas dari bulu-bulu dan rambut. Arkan berdecak bagaimana besok ia harus mengajar. Ia akan sangat malu jika dengan penampilan seperti ini. Sedangkan Febri sedari tadi cekikikan tidak jelas melihat penampilan Arkan.
"Sudah puas menertawakan mas..." Ujar Arkan menatap istri nya kesal.
"Mas mirip Upin Ipin..." Seru Febri malah membuat suasana bertambah keruh. Kalau begini pasti tidak akan wanita yang bisa genit lagi sama suami nya. Febri tersenyum bangga. Cukup ia saja yang tahu bagaimana ganteng nya suami nya. ia tidak rela bagi-bagi.
"Kamu aneh-aneh aja ngak kasihan apa nanti suami mu di bully orang-orang." Febri malah tertawa membalas ucapan suami nya.
"Biar ngak ada yang cinta sama mas!" sungut Febri.
"Kamu masih ragu sama mas. Walaupun banyak yg suka sama mas cuma kamu aja loh yang mas cinta." Arkan tertawa mendengar itu. Padahal usia pernikahan mereka sudah mau 25 tahun loh. Dan istrinya itu masih meragukannya. apa istri nya udah lupa dengan dirinya.
__ADS_1
"Iya udah tahu." jawab Febri percaya diri.
"Kamu lucu kalau cemburu jadi pengen cium." Febri mendelik dengan ucapan Arkan. Demi apapun mereka lagi di tempat umum.
"Berani cium disini! mati!!" ancam Febri sambil mencubit perut pria itu.
"Yaudha di kamar aja." Febri bersemu mendengar itu. Ia tahu maksud Arkan pasti pria itu menginginkan hal yang lain lebih dari sekitar ciuman. Padahal sudah tua tapi tetap saja kuat, bahkan bisa berjam-jam. Sampai ia pikir Apa suami nya itu tidak takut pinggang nya encok.
"Kalau saya nggak cinta mana saya mau di botakin kayak gini." Keluh Arkan dalam hati. Ia membiarkan istrinya tertawa yang terpenting sekarang adalah membuat Febri bahagia. Itu yang selalu menjadi prioritas utama nya.
Setelah keluar dari Salon, Febri menggandeng lengan Arkan untuk pulang.
__ADS_1
"Mau mampir jajan dulu Ngak?" Febri menggelengkan kepala.
"Langsung pulang aja mas." Ujar Febri. Arkan hanya mengangguk mendengar respon itu. Untung saja Febri tidak mengajak mampir. Pasti nanti akan bertemu orang-orang banyak. Ia belum siap dilihat banyak orang dengan tampilan seperti ini. Saat ini saja ia memakai topi untuk menutupi kepala botaknya lalu besok bagaimana caranya menutupi saat mengajar. Arkan mendesah pasrah.
***
Apa yang Arkan takutkan benar, jika ia akan jadi pusat perhatian orang-orang ketika di kampus. Banyak sekali mahasiswa yang menatapnya dengan tatapan yang aneh. bahkan ada yang menertawakan nya. Ia yakin passti nanti dia masuk highligt gosip di kampus karena botaknya. Entahlah Arkan tidak ingin tahu menahu hal itu. Ia berusaha cuek.
Diambilnya peci di dalam tas. Tadi istrinya menyuruhnya menggunakan ini untuk menutupi kepala nya. Kalau dia pake rasanya seperti pak ustad aja. Istrinya itu memang luar biasa. Arkan jadi ingin membalas istrinya itu.
***
__ADS_1
jangan lupa follow Instagram author @wgulla_ ♥️♥️♥️♥️♥️♥️