
Bunyi bel rumah membuat Febri menghentikan acara memasaknya. Pasti suaminya sudah pulang. Ia baru saja membuatkan makan malam untuk mereka. Ia jadi ingin lihat reaksi suaminya yang berkepala botak itu sekaligus ia ingin menunjukkan dua buah tiket bioskop yang di belinya lewat online. Ia ingin nonton film romantis yang lagi trending.
Ketika Febri membuka pintu didapati wajah lesu Arkan. Febri menatap suaminya bingung.
"Kenapa mas mukanya lecek banget kayak baju nggak di setrika!" Arkan mendelik mendengar istrinya menggoda dirinya. Apa istrinya ini lupa dengan kejadian kemarin? Apa istrinya itu lupa dengan nasib kepalanya.
"Kamu seneng banget ya bikin mas malu." Seru Arkan.
"Udah dong mas jangan marah. Katanya cinta..." Arkan tambah cemberut mendengar itu.
"Mending mas mandi dulu sekalian keramas biar seger!!" Febri terkikik mengucapkan itu. sedangkan Arkan mendelik tidak suka. Astaga istrinya ini benar-benar munguji kesabarannya.
"hehehehe"
"Kamu lupa ya kepala mas botak mau kramas apa, rambut aja nggak punya!!" Sungut Arkan menjawab ucapan istrinya itu.
__ADS_1
"Bercanda mas.. gitu aja marah.. Febri masak dulu ya mas.. Mending mas bersih-bersih biar tambah ganteng." Ucap Febri sambil membawa tas dan jas milik Arkan ke dalam kamar. Arkan hanya menurut ia sudah terlalu lelah untuk berdebat dengan istri kesayangannya ini.
****
Febri akhirnya selesai memasak. Ia menata makanan di meja makan. Tepat saat itu juga Arkan datang sudah segar. Febri tersenyum menyambut suaminya.
"Jadi hemat sampho gara-gara kepala botak ini.." sindir Arkan kepada Febri.
"Nohkan apa Febri bilang.. enakkan punya kepala botak jadi ringan.."
"Mas kita nonton yuk besok malem..." Febri mengalihkan perhatian. Ia tidak ingin membahas ini lagi.
"Nonton apa?"
"Kenapa nggak sekarang aja di rumah." Jawab Arkan sambil menanti istrinya mengambilkan makan.
__ADS_1
"Bukan nonton TV mas. Tapi nonton bioskop." Arkan mendelik mendengar itu. Itu artinya mereka akan nonton di tempat umum. Apa istrinya lupa sama kepala botaknya ini? Ingin membuatnya jadi tontonan orang-orang apa? Arkan mendesah...
"Emang mau nonton apa sayang?" Tanya Arkan mencoba memahami Febri. Ia menatap gadis itu was-was. Takut Febri berbuat hal yang aneh lagi. Istrinya itu benar-benar menguji kesabaran nya.
"Nonton Dilan mas.. lagi tranding Topic ini loh.." Febri menjelaskan pada Arkan sekaligus menerangkan seperti apa Film Dilan.
"Kamu mau nonton film remaja itu.." Arkan berdecak tiba-tiba selera makan nya hilang. Ia tidak bisa membayangkan nya harus nonton bersama Febri sambil di apit oleh anak-anak muda remaja bahkan SMA. Pasti dia akan jadi pusat perhatian yang notaben nya sudah tua nonton film remaja. Apalagi kepala nya yang botak pasti membuat tambah banyak orang-orang yang akan menatap nya.
"Pliss mas.. Febri pengen banget biar hits kayak orang-orang trus bisa upload di Instagram sekalian meet up sama Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan.." Febri berseru senang membayangkan akan menonton Film yang di adaptasi dari novel favorit nya.
"Mas ayolah.." Rayu Febri.. Ia ingin merasakan pacaran ala anak SMA nonton berdua di bioskop bersama suaminya.
"Oke.." Nanti dia pakai topi saja buat menutupi kepala botaknya ini. Febri berseru senang mendengar jawaban Arkan. Akhirnya keinginannya terwujud..
****
__ADS_1
Jangan lupa follow Instagram author ya teman-temen @wgulla_ ♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️