
BAB 8 part 1
Febri masuk ke salah satu rumah makan dekat kampus. Ia bingung mau membelikan Arkan makanan apa. Karena sesungguh-nya pria itu tidak memberitahu-nya, ini juga salahnya yang terburu-buru keluar karena malu. Siapa sih yang tidak malu jika aibnya terbongkar. Febri rasanya mau menangis, tapi tidak ada gunanya jika ia menangis pria itu malah tambah senang melihat penderitaan-nya. Di tambah lagi ia harus mengurusi pria tua itu selama satu semester penuh tanpa gaji pula.
Febri memilih menu nasi ayam ati penyet jangan lupa sambal yang pedas, biar pria itu tau rasa. Febri tadi juga lupa meminta uang pada pria arrogant itu, uang sakunya berkurang karena pria itu. Febri memesan dua lengkap dengan 2 air mineral. Dia juga lapar, lapar menghadapi pria tua itu. ketika Febri ingin membayar, ia baru menyadari jika tasnya tertinggal di ruangan Arkan. Rasanya Febri ingin menangis, apalagi penjaga kasirnya seperti ingin membunuh-nya, Febri pura-pura seperti mencari uang di saku celana lepisnya namun ada suara yang menyelamatkan hidupnya.
"Biar saya yang bayar sekalian mbak punya dia." Ujar seorang pria yang mau membayar makanannya.
Reflek Febri langsung menengok melihat pria itu. Febri langsung lemas disuguhi pemandangan artis korea di depan-nya. Pria itu tampan sekali mirip dengan Soo Jong Ki. Pria itu membayari makanannya, Febri tersadar langsung mendekati pria itu. Astaga kenapa baru kali ini ada cowok ganteng di kampusnya apa ia yang bodoh tidak pernah menyadari spesies ini..
"Terimakasih," ucap Febri malu-malu.
"Nanti aku ganti yah kak, aku lupa bawa dompet." Ujar Febri, ia merasa tidak enak baru pertamakali bertemu sudah merepotkan begini.
Pria itu tersenyum tulus, "Tidak usah aku tulus nolong kamu." Melihat senyum itu Febri jadi teringat sebuah ayat 'Maka Nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan' ternyata ayat itu benar-benar nyata. Karena saat ini Febri benar-benar diberikan kesempatan untuk menikmati keindahan itu.
"Tapi aku tidak enak kak kita kan baru kenal..." Tolak Febri secara halus.
"Kamu mau ke kampus?" ujar pria itu. Febri mengangguk ketika pria itu mengalihkan pembicaraan. Baginya tadi hanyalah sebagian kecil dari uang miliknya. Dia suka berbuat baik pada siapapun termasuk pada gadis yang menarik perhatiannya waktu pertama kali ia melihat.
"Saya antar, kamu tidak bawa kendaraankan." Febri menggeleng ia tadi jalan kaki ke sini. Kemudian mereka menaiki sebuah mobil hitam yang terparkir di depan warung makan tersebut.
"Kenalkan nama saya Dikau Tondo Prasetya." Pria itu menyebut namanya sambil mengemudi mobilnya. Semua itu tak lepas dari pandangan Febri, Pria itu terlihat keren.
"Febri." Ucap Febri malu-malu.
"Kakak, kuliah disini juga?" Tanya Febri penasaran, karena ia tidak pernah melihat pria ini. Febri itu pencinta cowok-cowok tampan mana mungkin dia kelewatan yang beginian di kampusnya.
"Iya saya semester tua disini, tinggal nyusun skripsi." Pantas saja Febri tidak pernah melihatnya pasti pria ini jarang ke kampus. Lalu mereka berbincang-bincang mengenai kehidupan mereka.
"Makasih ya kak atas semuanya." Febri mengucapkan terimakasih lagi, ia sangat bersyukur bertemu pria itu.
__ADS_1
"Iya tidak apa-apa, saya seneng kok bisa bantu kamu." ujar Dikau dengan jujur. Sekaligus ini caranya agar ia bisa dekat dengan Febri. Ia ingin lebih kenal dan bisa dekat wanita itu.
Mobil mereka memasuki area kampus, Febri langsung meminta Dikau untuk berhenti di depan Gedung di mana Arkan berada. Pasti pria itu sudah menggerutui dirinya yang belum sampai juga, karena waktu makan siang sudah mau selesai.
"Disini saja." ujar Febri meminta pada Dikau. sungguh aneh kenapa ia mau menerima bantuan orang asing. Seharusnya ini tidak boleh. Tapi ia terlanjur suka dengan pria ini dari pada Arkan lebih baik Dikau 1000 persen.
"Sebentar, biar saya saja yang bukakan pintunya." Jantung Febri berdegup mendengar itu, astaga ini baru namanya pria impian. Kenapa ia baru mengenal pria ini sekarang sih? Pokok-nya Febri harus bisa menaklukan pria ini. Biar dia terbebas dari duda tua itu yang mau dijodohkan ibu-nya dengannya. Lagi pula ibu-nya tidak akan menolak kan punya calon mantu seperti kak dikau ini.
Dikau membukakan pintu mobil untuk Febri, Febri tersenyum jantungnya berdebar kencang karena perlakuan dikau. Hatinya seperti tumbuh di taman bunga.
"Kak Dikau aku boleh minta nomer ponselnya?" tanya Febri malu-malu. Ia sudah berencana mendekati Dikau.
Pria itu mengangguk, ingin rasanya Febri melayang saat ini juga. Tapi ia harus jaga sikap jangai sampai di pertemuan pertama mereka. Dikau jadi ilfil pada-nya, dia harus jadi wanita yang manis. Febri memberikan ponselnya yang sejak tadi ia genggam bersama plastic berisi makanan dan minuman miliknya.
"Ini kak." Febri menyerahkan pada Dikau.
"Terimakasih ya kak." ucap Febri pada Dikau.
"Sama-sama" Pria itu tersenyum, lalu menyentuh kepala Febri lembut kemudian pria itu masuk ke dalam mobil. Meninggalkan Febri yang tersenyum kaku, dibuat baper pria itu. Febri menepuk pipi-nya berulangkali apakah ia sedang bermimpi. Tanpa mereka sadari ada seseorang yang melihat itu semua, rahangnya mengeras begitu saja. Dia marah, dan tidak suka jika ada pria yang bersama gadisnya selain diri-nya.
-Suara hati Arkan untuk Febri-
Kadang cemburu buru itu buta...
Kadang menerima wanita yang kita cintai dekat dengan orang lain itu sulit.. karena hati kita sudah terlanjur cinta...
Itulah yang aku rasakan kini karena melihat kau bersama-nya..
Cemburu itu tidak mudah..
Cemburu itu bermain ego..
__ADS_1
Itulah yang Aku rasakan saat ini rasa sakit yang begitu mendalam karena begitu mencintai mu..
Kau tahu Febri..
Kau menang karena telah berhasil membuat ku cemburu untuk pertama kali-nya.
Aku tidak melihat mu dengan pria lain selain aku...
Tidak bisakah kau beri perasaan mu hanya untuk ku seorang.
Sama seperti aku yang hanya mencintai mu seorang..
Bisakah kau tersenyum hanya kepadaku?
Bisakah kau bahagia hanya denganku?
Bisakah kau hanya menyukaiku?
Kau tahu Febri hati ku hancur remuk berkeping-keping layaknya kaca yang di pecahkan..
kau menang karena telah berhasil membuat ku terluka dengan perasaan ini..
semoga kelak kau tahu betapa aku mengagumimu Febri...
Aku menyukai mu lebih dari apapun yang aku miliki...
Febri...
Tak sadar kah kamu dengan perasaan ku.. atau aku yang terlalu bodoh dengan perasaanku hingga tak berani mengatakan nya padamu..
♥️♥️♥️
__ADS_1
love your future husban until Jannah...
Arkan ♥️♥️