
Arkan dan Febri mengunjungi Reno di kantor pria tersebut. Ayah Febri meminta Febri untuk datang terkait membicarakan saham perusahaan yang akan di berikan kepada anak gadisnya itu. Tapi ketika mereka baru saja mau memasuki kantor. Langkah kaki mereka berhenti melihat seorang pria yang mereka kenal. Dia Thomas ayah dari Alwan.
Febri otomatis menghampiri pria itu meninggalkan Arkan. Ia ingin menanyai keberadaan Alwan. Apa anaknya itu sehat-sehat saja? Rasa rindunya sebagai seorang ibu yang telah kehilangan anak nya itu membuncah begitu besar.
"Thomas," panggil Febri.
Suara Febri menghentikan langkah pria itu. Arkan juga ikut menoleh. Ia agak terkejut mendapati Febri yang mengejar Thomas tanpa meminta dirinya untuk mengikuti.
Thomas tersenyum membalas sapaan itu. Ia agak terkejut melihat Febri dan Arkan orang yang selama ini menjaga ke dua anaknya.
"Bagaimana keadaan Al?" tanya Febri to the point.
__ADS_1
"Febri, sebelumnya apa kabar?"
"Bagaimana keadaan Al?" Febri menghiraukan ucapan Thomas. Yang ia inginkan hanya tahu bagaimana keadaan anaknya saat ini sebagai ibu ia sangat khawatir. Dua tahun mereka tidak berjumpa merupakan waktu yang sangat lama baginya.
"Tenang sayang. Biarkan Thomas menyampaikannya baik-baik." Arkan memeluk pundak Febri dan menggenggam tangan istrinya untuk menenangkan. Ia agak panik dengan sikap Febri yang terlihat menakutkan bahkan mereka menjadi perhatian oleh orang-orang yang tak sengaja melihat kehadiran mereka.
"Tidak apa-apa Arkan. Saya tahu Febri pasti sangat merindukan Alwan. Kalian tidak usah khawatir Alwan baik-baik saja, saya menempatkan dia di luar negeri." Mendengar itu Febri langsung menampar Thomas. Kepalanya mendidih, di bakar amarah. Pria ini tidak ada otak bagaimana bisa pria itu meninggalkan Alwan dan membiarkan anaknya tinggal di jauh sana.
"Brengsek! Kau malah meninggalkan sendiri di sana. Kau membiarkannya meninggalkan seorang diri. Ayah macam apa kau! Kembalikan Al padaku hiks...hiks..." Ucap Febri muak. Ia kira Thomas akan menjaga Alwan selayak anaknya sendiri. Mengingat Alwan adalah anak kandungnya tapi lihat ia malah tinggal jauh dari anaknya. Alwannya pasti kesepian tinggal di jauh sana sendirian tanpa siapapun yang di kenalnya.
"Teganya kau ayah macam apa!! Kembalikan Al padaku!!" ucap Febri dengan histeris.
__ADS_1
"Tenang sayang." Thomas diam ia tidak bisa mengatakan apapun. Ia hanya terdiam menerima makian dan pukulan dari Febri. Ia tahu apa yang Febri katakan benar.
"Kau brengsek!" Teriak Febri lebih keras. Tangannya bergerak ingin memukul Thomas. Tapi Arkan menahannya.
"Ada apa ini?" Reno datang melerai. Ia menatap Thomas dan Febri bergantian. Kemudian menghela napas bosan. Ia tahu apa masalah nya sekarang.
"Thomas sebaiknya kamu buang. Biar aku yang mengurus anakku." Reno menyuruh Thomas pergi. Febri menatap Ayahnya marah. Ia tidak percaya jika ayahnya membela Thomas. Ia kesal sekali. Kenapa disini tidak ada yang membelanya. Kenapa semua laki-laki disini malah membela Thomas?
Reno sudah tahu apa alasan Thomas memindahkan Alwan. Ia juga tidak ingin membuat keributan di kantornya sendiri.
"Febri diam jangan kekanak-kanakan." Reno mengomel. Kemudian menyuruh Arkan untuk membawa istrinya itu ke kantornya. Reno menghela napas. Semoga saja Febri akan mengerti. Ia akan berbicara pelan-pelan pada Febri tentang Alwan. Ya tadi Thomas kesini untuk membicarakan Alwan sekaligus kerja sama bisnis mereka.
__ADS_1