My Future Husband

My Future Husband
BAB 79


__ADS_3

Febri mengerutkan kening ketika mendengar ketukan pintu. Siapa yang bertamu malam begini? Walaupun waktu sudah menunjukkan pukul 7. Tapi bagi Febri ini sudah termasuk malam. Tidak mungkin Alwan dan anaknya Cessa karena mereka sudah berangkat untuk bulan madu di Jepang. Jadi siapa yang mengunjunginya malam-malam sedangkan suami nya sendiri sudah ada di dalam rumah sejak sore tadi.


Febri membuka pintu nya mengingat Arkan sedang sibuk mengoreksi beberapa soal kuis mahasiswa nya. Febri terkejut begitu mendapati gadis muda di depan nya. Ia tidak mengenal siapa gadis itu? Siapa dia? Apa tujuannya datang kesini malam-malam?


"Assalamu'alaikum Bu.."


"Waalaikumsalam."


"Maaf Bu benar ini rumah Pak Arkan." Ucapan gadis itu membuat Febri berpikiran negatif ada ada hubungan Arkan dengan gadis ini. Ia jadi was-was jika gadis ini adalah salah satu selingkuhan Arkan. Awas saja jika itu benar maka Febri akan memotong junior Arkan hingga tidak tersisa.


"Benar. Ada perlu apa dengan SUAMI saya?" Febri menekan kata Suami pada gadis itu. Agar tahu jika ia adalah istri Arkan. Dan Arkan adalah milik nya seorang.


"Saya Intan Bu. Mahasiswi bimbingannya Pak Arkan. Saya kemari hendak minta tanda tangan untuk skripsi." Kening Febri tambah berkerut mendengar itu. Mana ada minta tanda tangan malam-malam begini. Ini mah nama nya MODUS!! Suami nya juga itu kenapa dari dulu hingga sekarang tidak bisa tegas. Mana bisa mengizinkan mahasiswanya datang ke rumah malam-malam. Tidak cukupkah di kampus aja. Ternyata membuat Arkan botak tidak mampu untuk membuat pesona pria itu hilang. Masih banyak wanita yang terang-terangan menyukai suaminya. Febri mendesah kesal.


"Ayo masuk dulu. Saya panggilkan suami saya." Febri menyuruh intan untuk duduk di kursi ruang tamu. Sedangkan ia berjalan menuju kamar untuk memanggil Arkan menemui mahasiswa nya.

__ADS_1


"Mas."


"Hm." Matanya masih sibuk menekuri berkas-berkas di hadapannya. Arkan seperti tak ingin di usik oleh siapapun.


"Mas ada tamu..." Arkan menghentikan kegiatannya lalu menurunkan kacamata nya menatap Febri bingung.


"Siaapa?"


"Mahasiswi kamu." ujar Febri ketus langsung meninggalkan Arkan dan pergi ke dapur untuk membuatkan minum. Walaupun ia kesal tapi ia masih punya sopan santun untuk menghidangkan tamu.


Febri mendengus kesal mendengar suara mahasiswi itu yang terdengar lembut di telinganya padahal tadi saat bersamanya biasa-biasa saja. Tapi sama Arkan bisa seperti itu. Febri menaruh minuman dan cemilan ke meja. Lalu mempersilahkan mahasiswa nya untuk memakannya.


"Terima kasih Bu." Febri hanya tersenyum mengangguk. Lalu duduk di sebelah Arkan. Ia menatap tajam si intan itu seakan menyuruhnya untuk cepat pulang. Tapi sepertinya tidak berpengaruh mahasiswanya itu malah sengaja menambah-nambahkan pertanyaan yang tidak penting. Menyebalkan nya Arkan menanggapinya bahkan mendiamkannya. Febri kesal melihat itu ia langsung pergi ke dalam kamar mengunci diri. Dan menangis...


Dasar pria tua menyebalkan!

__ADS_1


tidak peka!!!


bisanya bikin sakit!!!


hiks..hikss.hikss..


****


jangan lupa follow Instagram author @wgulla_


love you ♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


semoga kita semua terhindar dari virus Corona..


jangan lupa share like Coment dan vote cerita ini jika terus ingin berlanjut...

__ADS_1


__ADS_2