My Future Husband

My Future Husband
Bab 43


__ADS_3

Arkan terganggu dalam tidurnya. ia merasakan guncangan di tubuhnya. Bahkan perutnya seperti di tindih beban berat. Suara teriakan juga menganggu indra pendengarannya. Mau tidak mau Arkan membuka matanya yang di bukan dengan paksa padahal ia masih mengantuk. Tapi sulit sekali ia jadi menutup matanya kembali. Ia masih ingin tidur tapi ke dua anaknya tidak membiarkan itu.


"Papa bangun.." Teriak Cessa sambil duduk di perut Arkan. Tangannya berusaha membuka mata Arkan.


"ayo makan.." teriak Cessa sekali lagi. Ketika Arkan hanya diam tidak meresponnya.


"Papa makan...." Alwan ikut membangunkan. Pria kecil itu menarik-narik tangan Arkan agar berdiri.


"Bunda masak makanan kesukaan papa..."


"Ayo pa makan kalau tidak Al gigit hidung papa!!" mendengar itu Arkan langsung terbangun. Ia terkekeh aslinya ia ingin marah. tapi bisa apa pada anak-anaknya yang membahagiakan nya.


"Papa tidur kayak kebo!" ujar Cessa. Alwan tersenyum kemudian mengangkat Cessa yang di perutnya ke dalam gendongannya.


"Papa capek sayang."

__ADS_1


"Maaf." ujar Alwan kemudian melihat wajah anaknya murung.


"ayo kita makan. Katanya Bunda tadi buatin makanan kesukaan papa." Lalu mereka berjalan menuju dapur. Di sana terlihat Febri sedang menghidangkan makanan. Ia jadi terharu, sudah lama sekali ia merindukan saat-saat seperti ini. Berkumpul makan bersama dengan istri dan anak-anaknya. Biasanya dia hanya makan sendiri seperti seorang duda. Arkan terkekeh memikirkan hal itu. Ditinggal Febri membuat dia mengingat statusnya dulu.


"Bun... lihat kita bisa bangunin papa kan." Febri hanya tersenyum kecil membalas ucapan Cessa.


"Papa duduk di sebelah Bunda ya. Tadi kan papa bilang kalau kangen bunda." Alwan menuntun Arkan untuk duduk di samping Febri. Sedangkan Febri hanya bisa menurut tidak mungkin ia menunjukkan rasa tidak sukanya di hadapan anak-anak.


"Makan yuk anak-anak." Febri kemudian mengambilkan makanan untuk anak-anaknya. Arkan diam melihat itu. Rasanya rindunya terobati


"Papa kok ngak makan? papa mau makan kalau di ambilin bunda ya?" Tanya Cessa polos. Jelas saja Febri langsung mendelik ke arah Arkan agar pria itu tidak mengiyakan apa yang Cessa katakan. Namun Arkan malah memanfaatkan hal tersebut.


"Bun.. ambilin papa makan." suara Alwan menghentikan mereka yang saling menatap dengan tatapan membunuh.


"Iya sayang." Mau tidak mau Febri mengambilkan Arkan makanan. Walau hatinya tidak ikhlas melayani pria tua tak tahu diri ini. Tapi anaknya yang meminta dan ia bisa apa. Ia tidak ingin ke dua anaknya curiga jika ia sedang bertengkar dengan Arkan.

__ADS_1


"Bun berarti papa tinggal sama kita lagi kan." Febri hanya mengangguk dan itu membuat Arkan senyum kesenangan. Berarti ia menang dan Febri tidak bisa lari darinya lagi.


"Tapi tidur sama Alwan, bukan sama bunda." Lanjut Febri. Hal itu membuat Arkan lesu, tapi ia berusaha sabar. Semuanya harus pelan-pelan.


"Hore!!! bisa tidur bareng sama papa lagi. Bisa di dongenging papa lagi." Alwan senang kemudian anak itu mengingat sesuatu.


"Bun katanya bunda lagi main kangen-kangenan sama papa kan Bun. Nah sekarang papa kalah. Berarti papa di hukum kan bun." Ujar Alwan mengingat apa yang dikatakan Febri.


"benar!!"


"Hore!! jadi bunda mau hukum papa apa?" Tiba-tiba Febri tersenyum licik kepada Arkan. Arkan merinding melihat senyum itu. Jelas ada hal yang di rencanakan Febri yang tentunya merugikan dirinya.


"Papa di hukum nari kayak oppa Korea. Terus di upload di status WA" ucapan itu bagai petir di telinga Arkan. Sialan! itu adalah hukuman terkonyol di hidupnya. Kalau dia tahu game yang Alwan katakan itu ia sudah pasti akan membuat Febri kalah dan menghukumnya dengan mengurung wanita itu di kamar seharian tanpa bisa keluar. Tapi ia malah terjebak dengan game yang Bahkan tidak pernah tahu asal muasalnya. Arkan hanya bisa menghela napas pasrah.


"Biar Alwan yang video papa ya mah nanti habis makan!" Febri mengangguk mendengar nada antusias Alwan.

__ADS_1


"Cessa juga!! Cessa juga!!" sahut Cessa.


"Iya nanti Cessa bareng kakak jadi kita sama-sama bikin video." ucap Alwan lalu mengelus rambut adiknya sayang. Cessa tersenyum senang lalu mencium pipi kakaknya cepat. hal itu membuat orang-orang disana tertawa.


__ADS_2