My Future Husband

My Future Husband
BAB 92


__ADS_3

Arkan melangkah masuk ke dalam lift lalu menekan lantai dua. Istrinya tadi mengatakan sedang di lantai dua dan dengan kejamnya ia disuruh mencari sendiri dimana keberadaan wanita itu. Arkan menghela napas berusaha sabar dengan tingkah istri nya yang kekanakan itu.


Sampai di lantai dua. Arkan berkeliling menyusuri lorong-lorong mencari keberadaan Febri dari satu toko ke toko lain nya. Lebih dari lima toko ia telusuri tapi ia tidak menemukan istri nya. Jadi dimana keberadaan Febri. Ia jadi takut kalau terjadi apa-apa pada istrinya itu.


Hingga di sebuah toko kosmetik ia melihat sosok yang amat di kenalnya. Arkan bernapas lega ketika tahu jika orang itu adalah Febri. Kenapa ia tidak kepikiran kesini tadi. Pasti Febri itu kalau pergi ke mall. Kalau tidak ke tempat baju, tas pasti ke kosmetik. Seharusnya Arkan paham kebiasaan istri nya itu.


Dilihat nya Febri sibuk memilih dan mencoba beberapa make up. Entahlah Arkan tidak tahu fungsi nya itu. Ia mempercepat langkah nya mendekati istri nya.


"Akhirnya ketemu kamu juga sayang disini..."

__ADS_1


"Mas lama banget sih. dari mana aja.. Febri tuh udah lumutan nungguin mas..."


"Maaf sayang tadi Mas langsung kesini tapi tadi cari kamu nggak ketemu-temu.." ujar Arkan membela diri nya sendiri. Istrinya juga yang tidak memberitahu nya.


"Alasan!!" Arkan menghela napas mendengar itu.


"Abimanyu mana? kamu sendirian disini?" Tanya Arkan tidak melihat keberadaan Abimanyu.


"Yasudah kamu mau beli apa.. Biar mas yang bayar." Ujar Arkan.

__ADS_1


"Lah siapa lagi yang mau bayarin kalau bukan mas.. Mas kan sumber uangnya Febri." Arkan hanya meringis mendengar itu.


"Pilih saja yang kamu suka..." Arkan mengekor di belakang Febri yang nampak menimbang-nimbang mana yang bagus namun tak jadi di beli nya. Arkan jadi gemas. Sebenarnya apa sih yang di cari oleh Febri. Kenapa wanita ini lama sekali? Hampir dua puluh menit Febri tampak betah memilih tanpa ada niat membeli sedangkan Arkan sudah jengah. Apalagi mbak-mbak penjaga toko nya itu menatap mereka sedari tadi karena tidak selesai-selesai. Arkan takut jika ia hanya disangka lihat-lihat saja tanpa beli. Di tambah lagi Febri mencoba-coba benda-benda itu. Ia semakin panik jika hanya di kira cuma mau gratisan saja.


"Sayang ambil aja semua nya yang kamu mau... jangan coba-coba gitu.. ngak enak di liatin mbak nya dari tadi." Sumpah Arkan malu sekali karena sedari tadi di liatin oleh penjaga toko.


"Yakin?"


"Iya gak papa itung-itung sebagai tanda minta maaf sama kamu." Senyum Febri melebar ia memborong semua yang ia inginkan mulai dari lipstik, foundation, dan alat-alat make up lainnya. Dan istrinya itu mengambil nya tidak cuma satu tapi berbagai merek di ambil.

__ADS_1


Arkan tersentak melihat itu, ia jadi lesu. Tamatlah isi dompetnya. Ia tidak menyangka dengan apa yang Febri lakukan. ini mah namanya pemborosan. Istri nya itu mau buka toko kosmetik apa.


"Jangan ngeluh loh sumber uangku..... Mas yang minta tadi..." ujar Febri dengan senyum tanpa ada rasa bersalah.


__ADS_2