
Kapan semua ini berakhir.. Tidakkah kau lelah berpisah denganku.. sungguh aku merindukan saat-saat bersama mu...
*****
Febri menunggu bis di halte. Ia habis mengantar anaknya berangkat sekolah. Ia sudah menjual mobilnya untuk usaha dan menyewa rumah. Sebuah mobil berhenti di hadapannya.
Febri menatap kesal mobil itu siapa lagi kalau bukan Arkan. Pria itu belum menyerah. Baru saja Febri akan pergi. Tangannya lebih di tarik oleh Arkan. Arkan tambah tampan dengan brewok yang tumbuh di sekitar dagunya. Pasti pria itu lupa mencukur tapi entah kenapa terlihat mempesona di mata Febri. Febri menggelengkan kepalanya. Ia tidak boleh terpesona oleh Arkan. Ia harus menahan dirinya.
"Sampai kapan kamu akan terus menghindar?" Tanya Arkan, ia muak dengan sikap Febri yang menganggapnya seolah-olah kucing yang harus di hindari.
"sampai kapan mas akan menyerah???" Balas Febri.
"Saya tidak akan menyerah untuk orang yang saya cintai." Jelas Arkan.
Febri berdecih melihat bis yang ia tunggu datang. Ia melepaskan genggaman itu dengan cepat. Berhasil ia berhasil melepaskan diri dari Arkan.
"Jangan ganggu kami lagi!" Ucap Febri sebelum pergi.
"Dengar ini Febri, waktu yang saya berikan untuk mu menyendiri sudah hampir habis. Maka bersiaplah karena saya akan menemui kalian." Balas Arkan baginya sudah habis kesabarannya menghadapi Febri. Ia akan maju sendiri memperjuangkan cintanya. dan membuat Febri kembali mencintainya.
"Febri..." panggil Arkan sekali lagi mencegah kepergian Febri. Ia menarik nafas dalam satu tarikan. Lalu mengungkapkan isi hatinya yang telah ia pendam lama. Lebih baik mengalah dari pada menjadi egois. Ego itu hanya merusak bukan menyatukan. Maka dari itu dalam sebuah pernikahan hal utama yang harus dijauhkan adalah ego. Agar bara api dalam pernikahan bisa dipadamkan bukan di pantik semakin besar.
"Tidakkah kau lelah bersikap seperti ini..." Lanjut Arkan.
"Berpisah bukanlah satu-satunya jalan."
"Jujur aku lelah dan merindukan saat-saat bersamamu." hati Febri tersentuh tapi ia berusaha untuk tidak berlari memeluk Arkan. Ia ingin menghukum Arkan. Agar pria itu tidak melakukan hal seperti itu lagi.
"Bersama juga bukan satu-satunya pilihan mas untuk sekarang." Balas Febri.
"Aku akan buktikan pada mu dek, kalau bersama satu-satunya pilihan untuk kita dek."
Febri masuk ke dalam bis tanpa menatap Arkan. Ia langsung duduk di kursi yang kosong. Tanpa sadar air matanya menangis. Jujur ia merindukan Arkan. Sangat merindukan pria itu. Padahal ia ngidam ingin di belikan buah apel malang oleh Arkan. Tapi ia harus kuat menahannya.
Febri menatap jalanan, dan gedung-gedung bertingkat. Ketika itu ia melihat mobil di Arkan di belakang bis. Ternyata pria itu mengikutinya. Ada sedikit rasa senang. Tapi egonya masih tinggi untuk memaafkan pria itu. Ia ingin tahu seberapa keras Arkan memperjuangkan nya. Anggaplah dia kekanak-kanakan tapi itulah yang diinginkannya.
Febri tersenyum mengamati Arkan yang mengikutinya. ia masih mencintai Arkan. Jika ia ingin pisah dari Arkan sudah lebih dulu ia menceraikannya. Tapi Febri memilih untuk menjauhi Arkan. Ia hanya ingin menguji kesabaran Arkan. Kadang sekali-kali ia ingin Arkan tidak selalu merasa benar sendiri. Ia ingin dipahami sebagai perempuan. Ia ingin di mengerti. Padahal dulu juga ia sering menunjukkan rasa tidak sukanya jika ada mahasiswa perempuan me-ngechat Arkan dengan kata-kata yang manja dan genit. Tapi Arkan hanya membiarkannya dan tidak bertindak tegas. Bahkan memarahinya dan berkata dirinya terlalu berlebihan dalam cemburu. Padahal ia hanya ingin menjaga suaminya dari fitnah. Begini kan jadi nya Andai saja dulu Arkan tegas. Pasti semua ini tidak akan terjadi.
"Aku harap kamu benar-benar berusaha mas. Demi anak kita...."
****
catatan:
All I hear is raindrops
Yang kudengar hanyalah tetes hujan
Falling on the rooftop
Terjatuh di atas atap
Oh baby, tell me why'd you have to go
Oh kasih, katakan padaku mengapa kau harus pergi
'Cause this pain I feel it won't go away
__ADS_1
Karena luka yang kurasa ini tak mau pergi
And today I'm officially missin you
Dan hari ini aku sungguh merindukanmu
I thought that from this heartache, I could escape
Kupikir dari sakit hati ini, aku bisa lari
But I've fronted long enough to know
Tapi cukup lama tlah kucoba hingga kutahu
There ain't no way
Tak ada jalan
And today, I'm officially missing you
Dan hari ini, aku sungguh merindukanmu
Ooh...
Can't nobody do it like you
Tak ada yang bisa melakukannya sama sepertimu
Said every little thing you do, hey, baby
Katakan hal-hal sederhana sepertimu, kasih
Semua itu membekas di benakku
And I'm officially
Dan aku sungguh
All I do is lay around
Yang kulakukan hanyalah tidur-tiduran
Two years full of tears
Dua tahun yang penuh air mata
From looking at your face on the wall
Karena pandangi wajahmu di dinding
Just a week ago you were my baby
Seminggu yang lalu kau adalah kekasihku
Now I don't even know you at all
Kini aku sama sekali tak mengenalmu
__ADS_1
I don't know you at all
Aku sama sekali tak mengenalmu
Well, I wish that you would call me right now
Kuberharap kau 'kan hubungiku saat ini
So that I could get through to you somehow
Agar kau bisa memahamiku
But I guess it's safe to say, baby
Tapi kurasa tak mengapa tuk katakan, kasih
Safe to say that I'm officially missin you
Tak mengapa tuk katakan bahwa aku sungguh merindukanmu
Well, I thought I could just get over you, baby
Kukira aku bisa dengan mudah melupakanmu, kasih
But I see there's something I just can't do
Tapi kutahu ada sesuatu yang tak bisa kulakukan
From the way you would hold me
Dari caramu mendekapmu
To the sweet things you told me
Hingga hal-hal manis yang kau katakan padaku
I just can't find a way to let go of you
Aku tak bisa temukan cara 'tuk lepaskanmu
It's official
Sungguh
Hoo... you know that I'm missin you, yeah, yes
Hoo... Kau tahu bahwa aku merindukanmu
All I hear is raindrops, ooh, yeah
Yang kudengar hanyalah tetes air hujan
And I'officially missin you
Dan aku sungguh merindukanmu
*****
__ADS_1
jangan lupa follow Instagram author @wgulla_ dan @gullastory_ ♥️♥️♥️♥️