
Kalau Arkan berniat balas dendam dengan kepala botak nya. Saat ini juga Arkan berhasil melakukan itu. Karena sekarang pipi Febri bersemu merah ketika mereka masuk ke dalam toko baju. Semua mata kini pada memandang ke arah nya begitu juga Arkan. Bagaimana tidak seorang laki-laki masuk ke dalam toko pakaian dalam wanita. Pasti kalian sebagai wanita juga pasti akan risih. Bagaimana pun ini merupakan benda sakral milik perempuan.
Arkan tanpa sibuk memilih beberapa dalam bahkan lingerie tanpa malu. Sedangkan Febri hanya diam di belakang pria itu tanpa berani berkata-kata. Apasih yang buat Arkan seperti ini, tidak ingat umur apa yang udah lima puluh tahun itu. Padahal sudah mau jadi aki-aki tapi kelakuan udah kayak anak muda aja.
Febri berharap Arkan cepat memilih lalu membayar dan mereka pergi dari sini. Ia sudah risih di perhatikan oleh pelayan-pelayan disini.
"Kayaknya yang ini cocok buat kamu deh dek.." Arkan menunjuk sebuah baju tidur seksi berbahan satin yang nampak menerawang itu. Namun yang membuat Febri melotot adalah motifnya yang seperti macan loreng. Memang gila suami nya! Bahkan Febri bisa mendengar cekikikan dari penjaga toko.
"Mas udah deh nggak usah malu-malu in."
"Cepat pilih yang mana mas!" Mendengar itu Arkan langsung memilih beberapa pakaian tidur yang ia suka beserta celana dalam dan BH untuk Febri. Pipi Febri bersemu setiap Arkan mengangkat pakaian-pakaian itu dengan tangan nya. Apalagi Arkan membeli banyak sekali seperti mau buka toko saja.
"Mas jangan banyak-banyak nanti boros!" hardik Febri tidak suka dengan ke ngawuran Arkan. Bisa-bisa nya pria itu membeli hampir selusin.
"Nggak papa sekali-kali. Jadi nanti tiap malem bisa ganti. Sekalian mas mau membuktikan sesuatu?"
__ADS_1
"Hah? maksud nya apa mas?"
"Membuktikan apa?" Febri menatap Arkan dengan raut wajah bingung. Ia jadi curiga dengan pria yang berstatus suami nya ini.
"Kekuatan gigi mas." Lalu mereka membayar ke kasir. Febri hanya berdecak ketika mereka belanja dalaman hampir 5 juta. Astaga! Gila memang suami nya uang sebesar itu ludes cuma buat beli ****** sama BH!!
Namun Febri masih berpikir apa maksud dari ucapan Arkan tadi. Apa hubungan nya gigi dengan baju tidur itu. Apa dia yang terlalu polos atau Arkan yang terlalu aneh? Ketika mereka masuk ke dalam mobil. Febri menahan Arkan yang hendak melajukan mobil.
"Ada apa?" tanya Arkan sambil menyipitkan mata.
"Kamu beneran mau tahu?" Febri mengangguk penasaran.
"Gigi saya masih bisa nggak buat robek lingerie itu pas kita bercinta." Bunuh saja Febri mendengar itu. Apa maksud suami nya itu? Kenapa pake acara bawa bercinta? Memang otak mesum. Dan apa itu robek-robek baju tidur udah beli mahal-mahal kok di robek.
"Kenapa harus di robek mas!! kan bisa dibuka!" Protes Febri mengingat berapa banyak yang telah di keluarkan. Lagipula Febri bergidik ngeri mengenakan pakaian-pakaian seksi itu. Astaga malu sekali rasa nya.
__ADS_1
"Kalau di buka sama di robek sensinya beda dek..." Apalagi ini Febri tambah bingung dengan suami nya. Sensasi apasih! emang apa bedanya.
"Kalau di robek kan biar tambah jantan!"
"Masya Allah mas. Ngak usah di robek mas juga udah jantan mas lupa siapa yang bikin Febri hampir setiap malam terkapar tidak berdaya kalau bukan mas!!" sungut Febri kesal.
"Masa sih! Ayo kita buktikan lagi... nanti kamu pakai yang loreng-loreng itu ya..." ucap Arkan.
Febri hanya mendesah astaga Arkan apa dia sudah benar-benar pikun dan lupa apa yang setiap malam pria itu lakukan pada nya! boleh tidak sih Febri kasih cabai mulut nya. Dan apa itu tadi pakai yang loreng-loreng emang di kira Febri macan apa! ingin rasa nya Febri menolak suami nya itu tapi ia hanya bisa menurut. Kalau begini mau bagaimana lagi?Rupa nya Arkan berniat Balas dendam berkait insiden kepala botak.
*****
jangan lupa follow Instagram author @wgulla_ ♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
semoga kita semua terhindar dari corona..
__ADS_1
love you...