My Future Husband

My Future Husband
BAB 16


__ADS_3

Flash back


Arkan menggoes sepeda miliknya. Hari sudah mulai siang, beruntung sekali ia pulang lebih awal. Arkan menyipitkan matanya melihat sosok anak Kecil berseragam Sekolah Dasar yang amat dikenalnya. Arkan menghampiri gadis kecil itu. Ia langsung menaruh sepedanya tergelatak sembarangan.


"Kamu kenapa?" Tanya Arkan pada Febri.


Dia adalah anak dari tetangga dekatnya sekaligus anak dari sahabat ayahnya. Arkan kebetulan sering menjaga Febri jika Orang tuanya pergi. Mereka sering bermain bersama-sama bahkan Arkan pernah memandikan Febri kecil.


Awalnya Arkan juga bingung kenapa Febri bisa berada di tempat seperti ini, kemana Orang tuanya. Kenapa membiarkan anaknya ditempat seperti ini sendirian? bagaimana jika ada penculik yang mengambil anak ini. Apalagi Febri adalah anak orang kaya. Pasti akan sangat beruntung jika diculik.


Gadis itu menangis dan tidak mau menjawab pertanyaan Arkan. Arkan mencoba menenangkannya tapi tak berhasil. Febri malah semakin menangis. Ia bingung harus apa. Biasanya Febri tidak pernah seperti ini. Namun sekarang Febri menangis tersedu-sedu.


"Hiks..hiks..hiks..hiks..hiks..hiks..."


Ketika itu mata Arkan menangkap orang yang menjual es krim ia langsung membelinya. Walaupun uangnya tinggal sedikit bahkan Arkan ingin menabung uang itu untuk membeli buku. Tapi melihat Febri yang menangis tersedu-sedu seperti itu Arkan jadi tidak tega. Febri lebih penting dari segalanya. Itulah yang Arkan pikirkan saat itu.


"Mau es krim," mata kecil itu menatapnya Ragu, Arkan langsung menjulurkan es krim itu pada Febri dan tanpa disangka gadis itu menerimanya. Febri melahap es krim coklat kesukaannya. Ia tidak bisa menolak melihat makanan kesukaannya itu.


"Kamu kenapa tadi nangis?" Tanya Arkan lembut sambil mengelus rambut Febri sayang.

__ADS_1


"Kak, kata temen-temen Febri. Febri Jelek hiks.. hiks..hiks...hiks..." gadis itu menceritakan sambil menangis dan entah kenapa terlihat lucu di mata Arkan. Gadis itu menangis sambil memakan es krimnya tidak peduli dengan noda yang mengotori mulutnya. Arkan tertawa dalam hati. Bahkan Arkan membersihkan noda itu dengan hati-hati. Febri nampak tidak terganggu dengan kegiatan itu. Ia malah mengerucut sedih.


"Kamu Cantik kayak princess" ujar Arkan memuji kecantikan Febri. Gadis itu nampak cantik di matanya. Ia bahkan sangat kagum dengan Febri.


"Kak Ar bohong Kan, kata temenku aku Jelek apalagi Aku dikepang kayak pembantu kata mereka padahal ini yang ngepangin mama hiks..hiks.." Febri berusaha membuka kepangan rambutnya, Arkan mencegah hal itu.


"Percaya sama kakak kamu cantik," Ucap Arkan dengan penuh keyakinan.


Arkan memeluk Febri mencoba menenangkannya, Dasar yah anak zaman sekarang suka nya buli-bulian. Arkan menggelengkan kepalanya. Padahal masih SD l.


"Febri cinta sama kak Ar," Arkan menelan ludah mendengar pernyataan cinta anak kecil itu, bayangkan ia seperti anak SMP saja yang baru pertama kali mendengar kalimat cinta padahal ia sudah duduk di Bangku SMA dan kalimat itu tidak tabu baginya karena ia sering mendapatkan pernyataan semacam itu. Arkan menggeleng takjub darimana Febri mempelajari kosakata itu. Apa gadis ini ikut menonton sinetron bersama ibunya. Jadi tahu mengenai hal-hal seperti ini. Anehnya jantung Arkan berdetak tak karuan. Ia harus bagaimana astaga. Rasanya ini sangat impossible sekali untuknya.


"Menikah itu buat orang dewasa, Kamu masih kecil masih 8 tahun belum boleh menikah." Walaupun berusia 8 tahun Tetap saja Arkan tidak bisa menampik kecantikan Febri yang nampak terlihat. Tapi tidak mungkin menikahi gadis kecil ini. Bisa-bisa ia disangka pedofil.


"Jadi kakak tidak mau menikah dengan Febri," Febri menatap Arkan sedih. Airmata-nya yang tadi hilang kini nampak lagi. Mulut Febri manyun ke depan seolah menggambarkan suasana hatinya.


"Kak Ar Jahat..." Seru Febri sambil berteriak dan memukul dada Arkan. Membuat Arkan mengaduh kesakitan. Astaga dasar anak kecil coba sudah besar sudah Arkan cium bibir manyunnya itu.


Gadis itu melepaskan diri dari pelukan, ia cemberut ke Arah Arkan tapi masih memakan es krim nya. Gadis itu seperti merajuk padanya. Gadis itu memalingkan mukanya tidak suka. Arkan menghela napas ia harus Ekstra menghadapi anak Kecil. Karena dirinya sudah besar. Ia jadi membayangkan bagaimana nasib pernikahan nya jika ia menikahi Febri. Apakah akan seperti ini. Ia harus menjaga Febri yang terus menggambek padanya. Dan dia harus menjadi pihak yang harus selalu mengalah.

__ADS_1


"Kecuali kalau Febri sudah besar, baru bisa nikah sama Kak Arkan..." Arkan mencoba menghibur Febri ia tidak suka melihat wajah cemberut gadis itu, ada perasaan kesal melihat gadis itu sedih. Arkan hanya mau gadis itu tersenyum bahagia, gadis itu lalu tiba-tiba memalingkan pandangannya lalu tersenyum lebar.


"Jadi Kak Ar mau nikah sama Febri kalau Febri udah dewasa?" Tanya Febri, Arkan terpaksa mengangguk. Gadis kecil itu berseru senang kemudian memeluk Arkan erat dan mencium pipi Arkan membuat Arkan terpaku akan hal itu. Ia rasa ia sudah gila. Padahal ini hanya ciuman biasa dari anak kecil namun kenapa menimbulkan gelenyar aneh yang memporak-porandakan hatinya. Arkan jadi deg-degan. Ini tidak boleh terjadi masa ia menyukai anak kecil.


"Hore kak Ar Jadi suami Febri," Seru Febri senang. Gadis kecil itu tak pernah berhenti untuk tersenyum.


Arkan tersenyum membayangkan masa lalunya itu. Ternyata jodohnya adalah Febri-nya sewaktu kecil. Apakah Febri akan bahagia jika tahu sebenarnya jika gadis itu pernah memintanya menjadi suaminya. Arkan tidak pernah menyangka ia  benar-benar menikahi anak SD yang selama ini ia jaga. Arkan mengecup kening Febri pelan lalu ikut berbaring di samping Febri sambil memeluk nya. Febri sudah terlelap ketika Arkan memasuki kamar dan melihat wajah tenang Febri kemarahannya sirna begitu saja entah kemana.


"Impianmu terkabul untuk menikah denganku. My princess..." Bisik Arkan seperti pengiring doa untuk Febri. Tak apa tak ada malam pertama yang terpenting saat ini Febri menjadi miliknya. Ia sudah merasa senang bisa memeluk gadis ini sepanjang malam.


Terimakasih Tuhan karena telah membiarkan diriku memiliki gadis ini... aku janji akan menjaganya hingga aku berhenti bernapas..


I Love you..


Febri


Your Favorite Husband


Arkan ♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️

__ADS_1


__ADS_2