
Mereka berjalan menuju masjid, tangan Febri menggenggam tangan Arkan erat seakan tak ingin melepaskan. Rasanya begitu menyenangkan hari-harinya saat ini. Menikmati waktu tua bersama suami berdua.
Ketika sampai masjid mereka langsung berpencar menuju Shaf. Untung saja belum terlambat, semua berjalan seperti biasa mereka juga menyapa tetangga yang ikut sholat berjamaah. Setelah itu mereka sempatkan tilawah beberapa ayat Al-Qur'an kemudian pulang.
Diperjalanan pulang, langit masih kelam bahkan bulan masih nampak bersinar. Semilir angin sejuk menemani mereka begitu juga embun pagi yang menyapa mereka. Tangan mereka saling mengenggam dengan erat. Jalanan masih sepi, mungkin karena pada sibuk beraktivitas sebelum berangkat kerja atau sekolah ataupun mungkin sedang terlelap di kasurnya mengarungi alam mimpi.
"Mas ngak bosen kan jika setiap hari melakukan hal ini sama Febri?" Tanya Febri di tengah keheningan. Sedari tadi mereka hanya diam sambil menikmati keindahan pagi sebelum mentari terbit merenggutnya.
"Mas justru bersyukur bisa melakukan hal-hal kecil seperti ini bersama kamu. Apalagi mengingatkan dalam setiap kebaikan untuk menuju surga-Nya. Kamu tahu tidak itu tandanya apa? Pasangan yang bisa menunaikan kebaikan di jalan Allah." Febri menggeleng tidak tahu. Ia menyandarkan kepalanya pada bahu lebar milik Arkan.
"Itu artinya ada yang mencintaimu lebih dari pada aku. Dan ada yang mencintaiku lebih dari pada kamu. Kamu tahu tidak siapa?" Perkataan Arkan membuat Febri curiga. Ia merasa aneh, apa jangan-jangan Arkan punya selingkuhan yang tidak ia ketahui mengingat akhir-akhir ini banyak sekali wanita yang mendekati Arkan.
__ADS_1
"Kok muka kamu pucat begitu?" Tanya Arkan.
"Pasti mikir yang tidak-tidak ya." Lanjut Arkan melihat perubahan di wajah Febri yang tadi cerah sekarang lesu seperti tidak nyaman dengan pembicaraan mereka saat ini. Arkan terkekeh tanpa sadar, dugaannya tepat pasti gadis ini merajuk karena memikirkan hal yang aneh bahkan tidak masuk akal.
"Pertanyaan mas aja aneh banget, siapa yang ngak akan curiga coba." Balas Febri sengit. Ia mengalihkan wajahnya enggan menatap Arkan lagi. Ia sudah terlanjur tidak suka dengan pertanyaan yang diajukan suaminya itu.
"Kamu tahu ngak? Coba jawab dulu deh?" Pinta Arkan.
"Kamu ada-ada aja deh dek. Mana mungkin, jangan mikir yang aneh-aneh." Ucap Arkan sambil tertawa ia tidak menyangka jika gadisnya akan berpikir seperti itu. Padahal ia saja tidak berpikir seperti itu sama sekali.
"Lah terus?" Tanya Febri penasaran dengan jawaban Arkan ketika tahu jawabannya salah.
__ADS_1
"Jawabnya Dialah yang menciptakan kita hingga kita dipertemukan dalam sebuah pernikahan yang indah ini." Lalu pria itu mencium tangan Febri. Hal itu membuat Febri malu, pipinya merona tanpa sadar.
Kemudian dia menatap Arkann malu-malu dari samping, bahkan ia tidak bisa menahan senyum bahagianya. Benar adanya cinta itu bahagia jika kita memulainya dengan cara yang benar.
Febri merekatkan genggamannya tanpa sadar. Ia tidak ingin kehilangan Arkan bagaimanapun caranya. Ia ingin mengarungi bahtera rumah tangga ini dengan pria yang cinta dan kasihnya seluas semesta dan yang selalu mengingatkannya pada sang pencipta, ia berjanji akan mencurahkan kasih dan sayangnya.
****
jangan lupa follow Instagram author @wgulla_ ♥️♥️♥️♥️
15 episode lagi menuju tamat..
__ADS_1
terserah kalian mau tamat disini apa lanjut... kalau tamat aku cuma mau jelasin kisahnya Febri yang di I remember dimana Febri hamil lagi... tpi kalau mau berhenti disini juga tidak apa-apa