My Future Husband

My Future Husband
Arti dari Takdir


__ADS_3

Badai telah berlalu, sekarang di sekitar pelabuhan itu banyak orang yang berkerumun. Beberapa polisi sudah menjelajahi lautan untuk mencari korban.


Di sisi laut ada Kenzo, Sean, Sanjaya dan juga Delima. Mereka menatap ke arah lautan dengan perasaan tak menentu.


Banyak orang yang berbisik atas keanehan ini. Mereka merasa ada sesuatu yang janggal, sehingga menyebabkan Kinara dan Joe mati di tengah laut.


Delima menghela nafasnya, seketika telinganya menjadi panas mendengar bisikan jelek.


Sanjaya yang melihat perubahan dari Delima segera memegang tangan Delima. Delima mendongak melihat wajah suaminya. Saat itulah Sanjaya memberi instruksi agar tetap tenang.


Awalnya Delima ingin berontak dan membalas bisikan orang itu. Tapi akhirnya mengalah karena Sanjaya melarang keras.


"Om!." Panggil Sean seketika.


Sanjaya melihat ke arah Sean. Dari wajahnya sudah terlihat jelas ada apa Sean memanggilnya.


"Lebih baik kita cari pengemudi helikopter tadi! Dia pasti tau pesan terakhir apa yang diucapkan oleh Joe ataupun Kinara." Ucap Sean begitu panik.


Sanjaya memijat pelipisnya yang terasa berdenyut dengan keras itu. Kenapa dia sampai tidak kepikiran dengan hal itu. Sepertinya Sanjaya terlalu setres atas meninggalnya Kinara.


"Benar juga! Kalian carilah berdua." Usul Sanjaya.


Sean menatap tak suka dengan keputusan Sanjaya ini. Bagaimana bisa seorang ayah tidak ingin membantu dengan sama-sama.


Sebernanya tak masalah jika harus mencari bersama Kenzo. Tapi alangkah lebih baik jika Sanjaya dan Delima tau juga soal masalah itu.


Jadi tidak buang-buang waktu.


"Carilah bersama pah." Sela Delima. Dia tau apa yang dipikirkan Sean.


"Tapi bagaimana dengan mama? Papa nggak mau mama sendirian." Ungkap Sanjaya sedih.


"Lebih baik kita cari bersama-sama! Agar menghemat waktu juga." Saut Kenzo.


Sean langsung tersenyum setuju dengan keputusan Kenzo. Mau tak mau Sanjaya mengalah dia harus ikut mencari sopir itu.


"Baiklah! Mari kita mulai." Ucap Sanjaya.


*


*


*


Berita di televisi sudah menyebar setelah satu jam yang lalu. Pelabuhan yang tidak terlalu terkenal itu jadi ramai diperbincangkan oleh banyak orang.


Meninggalnya Kinara di lautan itu membuat orang terguncang hebat. Berita itu seakan hanya hoaks semata saja.


Tapi ada bukti kuat yang membuat berita itu menjadi fakta. Yaitu masyarakat di sekitar pelabuhan xxxx mengaku mendengar ledakan keras dari arah lautan. Tadinya mereka sempat berpikir jika itu adalah gempa bumi.

__ADS_1


Karena setelah ledakan itu badai besar melanda sekitar pelabuhan. Masyarakat tak dapat berbuat banyak, mereka menunggu sampai kondisi menjadi baik.


Banyak wartawan yang sudah mencari informasi di pelabuhan itu. Menyampaikan tentang meninggalnya Kinara.


Pyarr!!


"Ada apa ini?!." Tanya mama Kayla kaget dengan suara dentuman kaca pecah.


Matanya melihat ke arah Kayla dan Tasya. Dua wanita itu sedang menangis histeria.


Dengan cekatan mama Kayla menghampiri mereka.


Pasti gara-gara Drakor! Bathin mama Kayla dengan jengkel.


"Hiks Kinara!." Tangis mereka berdua.


"Kalian ini kenapa?!."


Kayla dan Tasya melihat ke arah suara. Setelah itu mereka berebut memeluk mama-nya dengan kencang.


"Hei ada apa?." Tanya mama Kayla bingung dengan tingkh bocah dewasa itu.


"Mama Kinara."


"Kinara kenapa? Udah ketemu?." Tanyanya curiga.


Tapi tiba-tiba suara wanita dari televisi menyambar hati mama Kayla.


"Apa ini benar?." Tanya mama Kayla dengan gagap.


"Kinara meninggal Tante, bersama dengan penculiknya!." Saut Tasya megap-megap nahan air mata.


Mama Kayla langsung memeluk lembut anaknya itu. Ia tau pasti Kayla dan Tasya butuh waktu agar lebih tenang. Apalagi mereka itu dekat sekali dengan Kinara.


"Kalian sabar ya. Takdir dari Tuhan tidak ada yang tau." Ucap lembut mama Kayla.


Tangisan dari Kayla dan Tasya belum juga selesai. Mereka masih tak percaya jika sahabat tercintanya sudah meregang nyawa terlebih dahulu.


Rasa kaget bercampur itu menjadi satu. Begitu pilu untuk dirasakan.


"Kalian sudah tanyakan pada Sean? Siapa tau berita ini hanya hoaks."


"Tidak aktif!." Saut Kayla.


"Kalian tunggu saja. Pasti mereka segera mengklarifikasi jika itu berita benar atau tidaknya."


"Iya ma" jawab Kayla.


"Sudah jangan nangis. Jika Kinara pergi barti ini takdir yang sudah di tentukan oleh Tuhan sayang! Jangan membuat jalan Kinara semakin sulit, dia sudah bahagia bersama sang pencipta." Nasehat dari mama Kayla yang sangat ampuh.

__ADS_1


Kayla dan Tasya segera menghapus air matanya.


"Rasanya nggak nyangka mah jika Kinara ninggalin kita secepat itu." Ucap Kayla dengan sedih.


"Iya Tante! Barti camping kemarin itu terakhir kita ketemu sama Kinara." Saut Tasya.


"Kalian harus ikhlas. Kapan pun itu ajal pasti ada bagi setiap manusia."


Kematian memang tidak ada yang tau. Hanya Tuhan sang pencipta saja yang tau.


Semua orang pasti mati. Tapi setiap manusia memiliki waktu yang berbeda dan umur yang berbeda.


Kita sebagai manusia tinggal menunggu waktu itu saja. Sebagai mana kita sebagai manusia itu harus mencari pahala sebanyak-banyaknya.


Agar kelak hidup di surga itu juga menjadi kebahagiaan tersendiri. Apalagi bahagia bersama sang pencipta.


"Sudah jangan diterusin! Lebih baik kita berdoa agar Kinara tenang di alam sana."


"Tapi kita belum tau itu pasti apa tidak mah!." Kesal Kayla.


Mama Kayla terkekeh. Akhirnya dia bisa melerai keduanya agar tidak berlarut-larut dalam kesedihan.


"Baiklah. Mama kebelakang dulu ya." Pamitnya.


Kayla dan Tasya mengangguk. Mereka memilih diam dengan pikirannya masing-masing.


Setelah kepergian mama Kayla suasana ruang tamu menjadi sepi. Padahal di situ ada dua manusia satu genre.


"Kita hubungi Raynald dan juga Damar." Ajak Kayla dengan ragu.


"Mereka pasti sudah tau." Ucap Tasya.


"Lebih baik kita tunggu saja kabar yang sebenarnya. Daripada kita nanti disangka penyebar hoaks." Usul Tasya.


Akhirnya Kayla pasrah. Dia lebih memilih Menganti Chanel televisi nya.


Keduanya menonton film Drakor dari net tv. Tapi kali ini perasaan yang berbeda. Tidak ada lagi tawa dan candaan dari keduanya.


Mereka menikmati dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.


Maklum jika mereka merasa kehilangan. Karena mereka adalah orang terdekat yang mampu membuat kesedihan.


Pasti orang-orang yang Deket Kinara akan merasakan seperti itu. Sedih dan belum siap kehilangan.


Keceriaan yang selalu dipancarkan oleh Kinara. Apalagi Kinara adalah gadis yang kuat.


Dan sekarang waktu begitu cepat. Mereka sudah kehilanganmu sahabat terbaik mereka.


Beruntung sebelum Kinara meninggal dia sudah pernah merasakan jatuh cinta bersama Sean.

__ADS_1


Gue nggak berharap banyak Ra! Yang gue pengen sekarang Lo belum meninggal. Gue nggak kuat Ra kiat berita itu. Lo dimana? Apa Lo masih hidup. Bathin Kayla dengan sedih.


Rasanya begitu sulit dan sesak jika harus kehilangan sahabat tercinta. Kalian pasti tau rasanya sedih seperti apa disaat keluarga kalian meninggal.


__ADS_2