
Sanjaya berjalan di kantor secara tergesa-gesa. Hari ini ada rapat penting yaitu pengalihan jabatan dengan Kenzo.
Kenzo memang sudah setuju dengan apa yang Sanjaya minta. Ini memang sudah saatnya Kenzo melatih diri. Toh besok semua ini akan menjadi kuasanya. Bersama dengan Kinara tentunya.
Kenzo berjalan tegap menggunakan setelan jas hitam yang melekat di tubuhnya. Dia sangat gagah dan mempesona.
Tak kalah jauh dari Kenzo. Sanjaya juga selalu berpenampilan yang menarik. Walaupun umur sudah menua tapi gaya masih cool.
Sanjaya dan Kenzo berjalan beriringan. Sanjaya menekan pintu rapat. Rupanya semua staf semua kantor sudah berkumpul.
Sanjaya mengangguk hormat karena keterlambatan. Diikuti Kenzo yang tersenyum ramah.
Setelah itu mereka duduk dengan tenang. Rapat akan segera di mulai.
"Baik selamat siang. Saya hari ini akan menyampaikan maksud dari rapat yang mendadak" ucap Sanjaya tersenyum.
Matanya melirik Kenzo yang duduk tenang disampingnya.
"Hari ini Kenzo Sanjaya. Anak pertama saya, akan menggantikan posisi saya untuk sementara waktu." Ucap Sanjaya.
Semua mata terperanjat kaget melirik ke arah Kenzo. Barti perusahaan ini akan berganti di bawah kepemimpinan Kenzo Sanjaya.
Banyak orang yang berbicara bisik-bisik sembari milirk Kenzo.
Dengan berat hati Kenzo menghembuskan nafasnya panjang. Dia melirik ke arah Sanjaya.
Sanjaya tersenyum ke arah Kenzo. Seolah dia memberikan semangat oleh Kenzo. Walaupun mungkin ada banyak karyawan kurang setuju.
"Kenzo silahkan beri sedikit ucapan untuk jabatan barumu." Jawab Dika dengan senyum manisnya.
Kenzo mengangguk. Dia sudah mulai berpikir kata-kata seperti apa yang akan di ucapkan. Jabatan ini memang tinggi, tapi hanya sementara. Apa Kenzo tidak salah jika mengucapkan rasa syukur?.
"Selamat siang semuanya, Pada kesempatan kali ini saya memohon izin untuk menyampaikan beberapa hal. Yang pertama saya ingin mengucapkan banyak terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada saya untuk menerima jabatan ini. Namun ketahuilah bapak ibu, saya tidak akan bisa melakukan apapun dengan baik, tanpa adanya dukungan dan bantuan dari bapak ibu sekalian. Untuk itu, saya dengan segala kerendahan hati, memohon bantuan dan kerja sama dari bapak ibu." Ucap Kenzo sembari tersenyum manis.
Kenzo bersikap bijak dalam melakukan pidato singkatnya. Wajahnya sama sekali tidak menampilkan ketegangan.
Sanjaya tersenyum bangga akan itu. ternyata Kenzo mempersiapkan diri dengan baik.
__ADS_1
Semua karyawan disitu serta beberapa investor ternama menyaksikan pidato singkat dari Kenzo. Sepertinya Kenzo memang patut mendapatkan jabatan itu.
"Berikutnya, saya berharap dapat membuat perusahaan ini semakin baik dibawah kepimpinan saya. Saya paham benar bahwa Bapak Sanjaya selaku papa saya, telah membawa banyak prestasi dan kemajuan pada organisasi ini. Maka untuk itu, saya berharap saya pun dapat melakukan hal yang sama. Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama saling berjabat tangan untuk dapat melakukan hal positif demi kemajuan organisasi ini." Ucap Kenzo.
"Saya bersama rekan-rekan lainnya ingin memberikan doa yang tulus ikhlas. Semoga ditempat yang baru, bapak dapat melakukan hal yang sama, bahkan lebih baik dari ini. Selamat bertuga ditempat yang baru, dan doakan pula saya dapat mengemban tugas ini dengan baik. Aamiin."
"Amin!!." Ucap mereka serentak dengan senyum yang mengembang.
"Baiklah, mungkin itu saja yang dapat saya sampaikan pada kesempatan kali ini. Jika ada perkataan yang kurang berkenan, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya dan kepada Allah saya mohon ampun. Akhir kata saya ucapkan terimakasih." Singkat kata hanya itu yang diucapkan oleh Kenzo.
Sanjaya tersenyum bangga dengan pidato singkat Kenzo sangat berkesan.
Riuh tepuk tangan terus berbunyi. Banyak karyawan yang memberikan tepuk tangan meriah. Kenzo membalas dengan senyum yang mengembang dengan lebar.
Plok!.......Plok!......Plok!
Semua berdiri mereka saling jabat memberikan ucapan ucapan selamat. Dengan hati gembira Kenzo menyambut itu dengan baik.
"Selamat atas jabatan anda pak Kenzo." Ucap investor tertinggi yaitu pak Albert.
"Tentu pak! Setelah ini saya kita akan menjalin proyek besar."
"Baiklah." Jawab Kenzo.
"Hadirin semuanya yang ada disini. Untuk saat ini jabatan saya dialihkan dahulu. Karena saya harus mencari anak kedua saya." Ucap Sanjaya serius. Semua mendengarkan dengan baik.
"Anak kedua saya hilang ditangkap oleh seseorang." Ucap Sanjaya merahasiakan siapa yang menculik Kinara.
"Maka dari itu untuk saat ini akan disibukan dengan urusan itu." Lanjut Sanjaya.
Semua merasa terenyuh dengan ungkapan hati Sanjaya. Nampak sekali wajah sendu di wajah Sanjaya menandakan jika dia sedang diuji berat oleh cobaan.
"Semoga anak anda kedua segera ketemu pak." Ucap Dika.
"Amin. Semoga secepatnya." Jawab Sanjaya.
"Baiklah rapat hari ini saya akhirii. Saya ada urusan di luar sana. Unik hari ini silahkan berjalan dengan lancar. Dan semua itu akan di pimpin oleh anak saya, Kenzo." Ucap Sanjaya.
__ADS_1
"Silahkan menjalankan pekerjaan sesuai dengan tugas kalian masing-masing. Kembali ke tempat masing-masing." Tegas kenzo.
Semua menurut i ucapan Kenzo. Mereka kembali ke tempat masing-masing.
Saat ini di ruangan itu hanya ada Kenzo dan Sanjaya.
Dengan penuh rasa bangga Sanjaya memeluk anaknya itu dengan haru. Ini belum waktunya Kenzo menjabati itu semua. Memimpin perusahaan besar itu tidak mudah.
"Maafin papa. Kamu harus menanggung ini semua Kenzo. Maafin papa yang tidak bisa menjadi papa yang baik." Ucap Sanjaya.
"Tidak pah. Ini sudah waktunya Kenzo membantu papa."
"Terimakasih kasih sayang." Balas Sanjaya melepaskan pelukan erat.
"Papa pulang dulu ya!."
"Hati-hati pah dijalan." Jawab Kenzo "apa perlu Kenzo anter?."
"Hahaha! Kamu ini! Tidak! Papa bisa sendiri." Balas Sanjaya.
Dia segera keluar dari perusahaannya itu. Dengan langkah panjang dan kacamata melekat di pelipisnya membuat Sanjaya semakin tampan.
Para Karyawan yang melintas ikut membungkuk badan untuk memberi hormat. Mereka juga memberikan senyuman indah.
Selepas perginya Sanjaya, Kenzo memutuskan untuk memulai tugasnya sekarang.
Mungkin untuk hari-hari kedepannya Kenzo akan sibuk dengan urusan perusahaan.
Dengan langkah berat Kenzo menuju ke ruang pribadinya. Disana sudah ada Ambar sebagai sekertaris nya. Lebih tepatnya dulu itu sekertaris pilihan papa.
Sejenak Kenzo melihat penampilan wanita itu. Bukan maksudnya melakukan pelecehan atau hal tak senonoh. Kenzo hanya memastikan jika wanita itu tidak akan menggoda.
Atau berbuat kurang ajar kepada Kenzo. Karena di hati Kenzo hanya ada dia. Dan selamanya hanya akan dia.
"Silahkan pak." Ucapnya tersenyum lembut.
Kenzo membalas dengan anggukan lalu fokus melihat berkas-berkas yang disodorkan. Kenzo memfokuskan pikirannya untuk memeriksa semua detail berkas penting. Karena sekarang keputusan ada di tangan Kenzo.
__ADS_1