
Waktu terus berlalu dengan cepat. Kini hari berganti hari. Waktu yang ditunggu-tunggu Sean sudah sampai. Ini adalah hari yang di janjikan Joe. Sean ingat betul jika Joe akan memberikan surprise dengannya. Dan ini adalah tanggal yang tepat.
Saat ini semua di buat gemetaran tubuhnya. Sean tadi sudah mendapatkan gps tempat pertemuan dengan Joe. Semoga saja ini adalah kesempatan untuk melihat Kinara.
Keluarga Sanjaya juga Sean berkumpul di sebuah taman dekat sekali pelabuhan. Mereka sudah setengah jam menantikan kedatangan Joe.
"Sean apa benar dia akan bawa Kinara?." Tanya Kenzo mendekati tubuh Sean.
"Sean bekum bisa jamin kak! Dia bilang hanya akan beri surprise,......dah gitu aja." Jawab Sean.
"Semoga ini bukan jebakan."
Sean melirik kearah Kenzo. Apa maksudnya jebakan. Mana mungkin Joe akan menjebak Sean, tapi jika soal cinta mungkin bisa terjadi.
"Ya. Semoga bukan!."
Dari arah yang berlawanan semua mata memandang mobil box yang mempunyai bagian belakang berbentuk kotak besar. Disusul di belakang mobil itu ada sebuah mobil kecil berwarna hitam.
Semua mata segera berdiri untuk menyambut kedatangan kedua mobil itu. Delima merasa yang paling semangat diantara yang lain. Dia benar-benar tak sabar ingin melihat Kinara sekarang. Maklum saja namanya juga sudah lama tidak berjumpa.
Sret!
Mobil itu berhenti tepat di depan Sean. Mata Sean menatap datar wanita yang menatapnya dengan kelembutan.
Joe tersenyum manis ke arah Sean. Melihat penampilan Sean yang selalu tampan. Padahal hanya menggunakan setelan biasa yaitu baju normal.
Berada di Indonesia sama sekali tidak membuat kulit Sean hitam atau iritasi sebagainya.
"Sean....." Panggil Joe lembut. Berjalan mendekati Sean.
Sean masih diam terpaku melihat wanita yang sudah lama sekali tidak ia tatap. Hanya tatapan datar saja yang diberikan Sean. Selainnya Sean tak berani melakukan. Dia ingin menunggu surprise dari Joe.
Joe memang berbeda saat ada di Belanda dahulu. Sean menggeleng kepalanya melihat perubahan drastis dari Joe. Secepat itukah Joe menjadi cantik? Apa dia melakukan perawatan?. Beberapa pertanyaan mulai
Muncul di pikiran Sean.
"Apa Lo tidak merindukan gue?." Tanya Joe menatap Sean. Setalah itu memeluk dada bidang.
__ADS_1
Sudah lama gue menginginkan ini Sean.... Bathin Joe tersenyum.
Merasakan di pelukan Sean. Sejak dahulu Joe ingin melakukan itu kepada Sean. Dan ternyata nyaman sekali berada di dada Sean. Harum wangi dari lelaki itu sangat memabukkan, membuat Joe semakin tergila-gila.
Sanjaya dan lainya memilih diam. Mereka mengawasi pergerakan dari Joe. Rupanya dia bukan gadis yang biasa saja. Banyak orang berbaju hitam menjaga Joe dari kejauhan.
Tanpa orang lain tahu sebenarnya Sanjaya sudah memasang beberapa titik disana. Ada jumlah yang banyak pasukan yang Sanjaya kerahkan untuk melawan mafia ini.
Semoga semua rencana ini bisa berhasil dengan baik. Sehingga Kinara dapat kembali ke tangan Sanjaya.
Kembali ke Sean dan Joe...
"Apa yang Lo mau Joe?." Tanya Sean cepat.
Joe mendongak menatap Sean dengan senyum sumringah.
"Lo akan menyukai hadiah dari gue Sean."
"Apa?." Tanya Sean penasaran. Dia membalas pelukan hangat dari Joe. Berusaha gadis itu akan luluh dengan perlakuan Sean. Joe tersenyum saat mendapat balasan pelukan sari Sean. Hatinya berbunga-bunga.
"Bukalah." Perintah Joe pada anak buahnya.
Beberapa papan sudah mulai bergerak ke posisi awal. Semua mata memandang itu dengan cemas. Sanjaya dan Kenzo sudah bersiap untuk menyerang jika ada sesuatu yang aneh. Delima berada di belakang Sanjaya agar tidak kenapa-napa.
"Bukankah ini hadiah yang Lo mau Seandra?! Ini hadiah yang selama ini Lo cari, Lo rindukan, Lo cintai BUKAN?!!." Seru Joe dengan lantang. Setelah itu tawa jahat mulai keluar dari mulutnya.
Mata Sean membola melihat isi dari box mobil itu. Tidak hanya Sean, tetapi juga Delima serta keluarganya.
Mereka menatap tak percaya jika wanita itu adalah Kinara. Wanita yang diikat oleh sebuah rotan mengelilingi tubuh Kinara.
"Sayang!!! Anakku!!." Tangis Delima pecah. Melihat kondisi Kinara yang tidak baik-baik saja. Rasanya begitu menyakitkan bagi seorang ibu seperti Delima ketika melihat Kinara tidak sebaik waktu sebelum hilang.
"Mama!!." Ucap Kinara bergetar. Matanya memanas. Bulir-bulir air bening mulai turun dari titik matanya.
"Kinara....." Panggil Delima. Dia berjalan ke depan untuk menjemput Kinara. Tapi ditahan oleh Sanjaya. Ini sangatlah berbahaya.
"Jangan sayang, mas takut kamu kenapa-napa."
__ADS_1
"Mas! Kinara mas." Raung Delima terus menangis.
Berbeda dari orangtuanya Kinara. Sekarang Sean yang merasakan sesak di dadanya. Melihat penampilan Kinara sungguh sangatlah menyedihkan.
Banyak luka ditubuh Kinara. Sean tau itu luka dari benda tajam. Apa Joe melakukan itu semua?.
"Lo apakan Kinara, Joe!!." Tegas Sean. Menatap tajam gadis yang ada di depannya itu.
"Oooo tenang Sean. Gue hanya bermain kecil dengan Kinara." Saut santai dari Joe.
"Bermain kecil?! Lo lihat!! Tubuhnya penuh luka." Teriak Sean dengan lantang. Urat-urat di lehernya sampai keluar.
Hati orang mana yang tidak tersakiti ketika melihat Kinara tidak dalam keadaan baik-baik saja. Meskipun dia duduk dengan tenang disana tapi Sean tau luka-luka di sekujur tubuh Kinara.
Joe memang tidak punya hati. Dia tega melakukan itu dengan Kinara sesama cewek.
"Ini surprise buat Lo, Sean." Jawab Joe tertawa sinis. "Wanita yang Lo cintai sudah jelek dan bau busuk!!." Tambah Joe dengan lantang.
Semua mendengar apa yang diucapkan Joe. Tangan Kenzo dan Sanjaya semakin terkepal. Ucapan Joe selalu saja merendahkan anaknya. Tidak bisa di biarkan itu terjadi.
"Berpalinglah Sean!! Dia tidak sebaik dulu. Dia sudah jadi gadis yang buruk rupa." Ucap Joe.
"Mari kita menikah bersama Sean. Hidup bahagia bersama gue. Tinggalkan wanita buruk itu Sean!!." Pinta Joe dengan wajah manisnya. Tampak sekali Joe sangat berani berkata seperti itu tepat di depan Kinara dan juga keluarganya.
Plak!!
Satu tamparan keras mendarat di pipi Joe. Mata Sean sudah memerah menahan rasa kesalnya. Dia harus memberi efek jera untuk Joe.
"Sean Lo nampar gue?!." Tanya Joe tak percaya. Air matanya mulai menetes. Kenapa Sean tega bersikap kasar dengan Joe.
Apa karena Sean sama sekali tidak mencintai Joe. Sepertinya cinta memang tidak bisa dipaksakan.
"Tutup mulut Lo!! Jangan pernah hina Kinara." Ancam Sean dengan tegas. Sekuat tenaga dia menahan emosinya agar tidak menyakiti hati Joe lagi.
"Dia memang buruk rupa!! Mendekatlah, dia seperti Bangkai hidup."
Plak!!
__ADS_1
Kali ini Kenzo yang menampar Joe. Membuat Joe sedikit tersungkur ke tanah. Wanita itu meringis memegangi pipinya yang terasa panas dan nyeri. Rupanya pipinya itu mengeluarkan darah.