
Arkan menghela napas, ia tahu bahwa istrinya saat ini sedang cemburu. Setelah mahasiswa nya pulang. Arkan langsung menyusul istri nya ke dalam kamar. Tapi sayang nya pintunya tertutup. Arkan mendesah, apalagi pintu itu di kunci dari dalam. Bodohnya Arkan tidak punya kunci cadangan untuk membuka kamarnya ini.
Pasti istrinya sekarang sedang menangis di dalam sambil berpikiran negatif. Yang tidak Arkan suka adalah di saat Febri berpikiran negatif karena istrinya itu bisa melakukan hal yang aneh-aneh dan sedih berkepanjangan. Arkan benci melihat Febri sakit.
"Sayang..." Panggil Arkan sambil mengetuk pintu. Namun tidak ada jawaban dari dalam.
"Sayang maafin mas ya.. Mas janji nggak akan ijinin mahasiswa cewek bertamu ke rumah lagi." ucap Arkan dengan penuh penyesalan. Ia tidak punya maksud untuk menyakiti istrinya. Ia tidak tahu jika hal seperti ini bisa membuat Febri cemburu. Dia juga tidak pernah punya niat untuk selingkuh baginya Febri adalah segalanya. Hampir 25 tahun mereka menikah dan Arkan tidak pernah sedikitpun berniat untuk meninggalkan wanita itu.
"Sayang.. kamu boleh deh hukum mas seperti apa saja.. tapi jangan di diamin mas kayak gini.. Mas sakit loh di diamin sama kamu." Arkan masih berusaha membujuk Febri. Ia yakin Febri pasti akan luluh.
Kemudian Arkan bersenandung siapa tahu Febri luluh. Walau ia tahu suaranya jelek. Tapi demi istrinya itu ia rela mempermalukan dirinya sendiri.
Ku tuliskan kenangan tentang
Caraku menemukan dirimu
Tentang apa yang membuatku mudah
Berikan hatiku padamu
Takkan habis sejuta lagu
Untuk menceritakan cantikmu
'kan teramat panjang puisi
'tuk menyuratkan cinta ini
Telah habis sudah cinta ini
Tak lagi tersisa untuk dunia
Karena telah ku habiskan
Sisa cintaku hanya untukmu
__ADS_1
Aku pernah berpikir tentang
Hidupku tanpa ada dirimu
Dapatkah lebih indah dari
Yang ku jalani sampai kini
Aku selalu bermimpi tentang
Indah hari tua bersamamu
Tetap cantik rambut panjangmu
Meskipun nanti tak hitam lagi
Bila habis sudah waktu ini
Tak lagi berpijak pada dunia
Telah aku habiskan sisa hidupku
Hanya untukmu
Tak lagi tersisa untuk dunia
Karena telah ku habiskan sisa cintaku
Hanya untukmu
Untukmu, hidup dan matiku
Bila musim berganti
Sampai waktu terhenti
__ADS_1
Walau dunia membenci
Ku kan tetap di sini
Bila habis sudah waktu ini
Tak lagi berpijak pada dunia
Telah aku habiskan sisa hidupku
Hanya untukmu
Telah habis sudah cinta ini
Tak lagi tersisa untuk dunia
Karena telah ku habiskan sisa cintaku
Hanya untukmu
Karena telah ku habiskan sisa cintaku
Hanya untukmu
"Karena telah ku habiskan sisa cintaku hanya untuk mu" gumam Arkan di akhir lagu. Dan tepat seperti dugaannya pintu kamar terbuka. Disana berdiri istrinya dengan mata sembab. tiba-tiba Febri menubruk tubuhnya lalu memeluknya erat. Arkan tersenyum mendapat perlakuan seperti itu. Sepertinya istrinya ini sedang mengalami puber ke dua. Lihatlah betapa menggelikan sikapnya.
"Udah ngambeknya?"
"Masih cemburu lagi? Apa bukti botak di kepala mas belum cukup untuk membuktikan cinta mas sama kamu? Apa sikap mas selama ini masih kurang baik?"
"Bukan begitu mas... Febri cuma takut.. lagipula mas itu kenapa ngizinin dia ke rumah mas ngak liat apa dia itu genit! lain kali mas h harus tegas kalau urusan kampus ya di kampus menyelesaikan nya."
"Iya sayang."
"gendong dulu..." Arkan menurut lalu menggendong istrinya di belakang pungung semoga saja tulangnya yang sudah menua tidak encok lagi...
__ADS_1