My Future Husband

My Future Husband
BAB 81


__ADS_3

Arkan menghela napas, ia tahu bahwa istrinya saat ini sedang cemburu. Setelah mahasiswa nya pulang. Arkan langsung menyusul istri nya ke dalam kamar. Tapi sayang nya pintunya tertutup. Arkan mendesah, apalagi pintu itu di kunci dari dalam. Bodohnya Arkan tidak punya kunci cadangan untuk membuka kamarnya ini.


Pasti istrinya sekarang sedang menangis di dalam sambil berpikiran negatif. Yang tidak Arkan suka adalah di saat Febri berpikiran negatif karena istrinya itu bisa melakukan hal yang aneh-aneh dan sedih berkepanjangan. Arkan benci melihat Febri sakit.


"Sayang..." Panggil Arkan sambil mengetuk pintu. Namun tidak ada jawaban dari dalam.


"Sayang maafin mas ya.. Mas janji nggak akan ijinin mahasiswa cewek bertamu ke rumah lagi." ucap Arkan dengan penuh penyesalan. Ia tidak punya maksud untuk menyakiti istrinya. Ia tidak tahu jika hal seperti ini bisa membuat Febri cemburu. Dia juga tidak pernah punya niat untuk selingkuh baginya Febri adalah segalanya. Hampir 25 tahun mereka menikah dan Arkan tidak pernah sedikitpun berniat untuk meninggalkan wanita itu.


"Sayang.. kamu boleh deh hukum mas seperti apa saja.. tapi jangan di diamin mas kayak gini.. Mas sakit loh di diamin sama kamu." Arkan masih berusaha membujuk Febri. Ia yakin Febri pasti akan luluh.


Kemudian Arkan bersenandung siapa tahu Febri luluh. Walau ia tahu suaranya jelek. Tapi demi istrinya itu ia rela mempermalukan dirinya sendiri.


Ku tuliskan kenangan tentang


Caraku menemukan dirimu


Tentang apa yang membuatku mudah


Berikan hatiku padamu


Takkan habis sejuta lagu


Untuk menceritakan cantikmu


'kan teramat panjang puisi


'tuk menyuratkan cinta ini


Telah habis sudah cinta ini


Tak lagi tersisa untuk dunia


Karena telah ku habiskan


Sisa cintaku hanya untukmu

__ADS_1


Aku pernah berpikir tentang


Hidupku tanpa ada dirimu


Dapatkah lebih indah dari


Yang ku jalani sampai kini


Aku selalu bermimpi tentang


Indah hari tua bersamamu


Tetap cantik rambut panjangmu


Meskipun nanti tak hitam lagi


Bila habis sudah waktu ini


Tak lagi berpijak pada dunia


Telah aku habiskan sisa hidupku


Hanya untukmu


Tak lagi tersisa untuk dunia


Karena telah ku habiskan sisa cintaku


Hanya untukmu


Untukmu, hidup dan matiku


Bila musim berganti


Sampai waktu terhenti

__ADS_1


Walau dunia membenci


Ku kan tetap di sini


Bila habis sudah waktu ini


Tak lagi berpijak pada dunia


Telah aku habiskan sisa hidupku


Hanya untukmu


Telah habis sudah cinta ini


Tak lagi tersisa untuk dunia


Karena telah ku habiskan sisa cintaku


Hanya untukmu


Karena telah ku habiskan sisa cintaku


Hanya untukmu


"Karena telah ku habiskan sisa cintaku hanya untuk mu" gumam Arkan di akhir lagu. Dan tepat seperti dugaannya pintu kamar terbuka. Disana berdiri istrinya dengan mata sembab. tiba-tiba Febri menubruk tubuhnya lalu memeluknya erat. Arkan tersenyum mendapat perlakuan seperti itu. Sepertinya istrinya ini sedang mengalami puber ke dua. Lihatlah betapa menggelikan sikapnya.


"Udah ngambeknya?"


"Masih cemburu lagi? Apa bukti botak di kepala mas belum cukup untuk membuktikan cinta mas sama kamu? Apa sikap mas selama ini masih kurang baik?"


"Bukan begitu mas... Febri cuma takut.. lagipula mas itu kenapa ngizinin dia ke rumah mas ngak liat apa dia itu genit! lain kali mas h harus tegas kalau urusan kampus ya di kampus menyelesaikan nya."


"Iya sayang."


"gendong dulu..." Arkan menurut lalu menggendong istrinya di belakang pungung semoga saja tulangnya yang sudah menua tidak encok lagi...

__ADS_1


__ADS_2