My Future Husband

My Future Husband
BAB 86


__ADS_3

Febri berdiri di balkon hotel yang mereka tempati di Jepang. Sudah hampir satu Minggu mereka disini. Besok mereka harus pulang karena Arkan masih harus mengajar. Sebagai gantinya ayah nya Reno yang akan berganti berjaga disini hingga Alwan sembuh total.


Hembusan angin menerpa wajah nya. Febri memandang kota Tokyo yang begitu indah di malam hari. Tiba-tiba ia merasakan pelukan dari belakang. Ternyata Arkan yang memeluknya. Pria itu membenamkan wajahnya di leher Febri.


"Mau jalan-jalan keluar?"


"Dingin mas..."


"Jadi kamu maunya dihangatin sama mas ya di dalam kamar.. mas jadi tidak sabar..." ujar Arkan menggoda.


"Dasar mesum!!"


Arkan hanya tertawa mendengar ucapan Febri. Ia tidak masalah di panggil seperti itu.


"Kamu mau nggak jalan-jalan mumpung kita lagi di Jepang... Biar kayak di drama-drama yang kamu tonton itu jalan tengah malem di bawah pohon sakura dengan lampu-lampu jalanan yang menerangi. Romantis banget rasanya..." Febri tersenyum, suaminya itu aneh sekali.


"Jadi mas lebih milih bermesraan di jalan dari pada di kamar?" goda Febri.


"Ya kalau itu mas milih di kamar lah mengurung kamu semalaman. Tapi mas pengen yang beda sayang. Biar kamu tambah cinta sama Mas.. Biar kita punya kenangan berdua gitu nggak cuma bercinta di atas ranjang biar kamu nggak ngatain aku mesum terus."


"Mas kan memang mesum!!"

__ADS_1


"Iya kamu bener, mas itu mesum.." Arkan mengalah. Kalau dipikir benar juga. Kenapa pikiran nya juga selalu mesum. Hawanya ingin selalu menerkam Febri dimanapun mereka berada.


"Lah memang mesum masih aja mengelak!!" ucap Febri sambil memutar bola matanya.


"Jadi sekarang intinya kamu mau jalan atau mas mesumin..." Arkan menyeringai..


*****


Malam ini Arkan dan Febri berjalan berdampingan di pinggir trotoar. Setiap jalan di hiasi bunga Sakura yang sedang mekar. Tangan Arkan tak henti menggenggam tangan Febri memberikan kehangatan.


"Mas aturan nggak usah pakai topi.. kan lebih ganteng kalau botak.." Arkan langsung cemberut mendengar itu. Sedangkan Febri tertawa.


"Mas terus ini kita ngapain? masa cuma jalan-jalan doang."


"Lah mau ngapain lagi? lagian kan niatnya cuma jalan-jalan doang."


"Ih.. nyebelin capek tahu jalan.. pegel..."


"Oh iya mas lupa kamu kan sudah tua.." ledek Arkan hal itu semakin membuat Febri sebal.


"Ngak sadar diri padahal mas lebih tua! awas aja kalau encok febri ngak mau urut mas lagi.."

__ADS_1


"Gitu aja ngambek.. maafin mas ya.." Kemudian Arkan menuntun Febri untuk duduk di salah satu kursi dekat taman.


"Kita istirahat dulu.. sekarang kita nggak usah ngapain-ngapain kita duduk aja disini.."


"Kok gitu sih mas.."


"Mas cuma mau peluk kamu aja.. kita nggak usah ngapain-ngapain.. cukup lihat bintang di bawah pohon bunga sakura sambil pelukan gini cukup romantis bukan?" Kemudian Arkan menarik pinggang Febri untuk merapat dengannya. Menyandarkan kepala gadis itu ke pundaknya.


Febri hanya tersenyum malu sambil menatap suaminya itu. Pelukan Arkan memang menjadi tempat yang paling nyaman untuknya. Bahkan disaat tidak melakukan apa-apa tidak terasa bosan asal bersama pria itu.


"Be my beloved husband forever Mas Arkan..." guman Febri sambil memejamkan matanya menikmati malam ini..


****


mau lanjut season selanjutnya atau tidak 😂😂


author orang solo siapa tahu ada yang mau meet up wkwk


terimakasih atas dukungannya


love you ♥️

__ADS_1


__ADS_2