
Waktu berjalan dengan cepat. Kini pagi sudah tiba dan sinar matahari menyinari bumi dengan terang .
Begitu cepat waktu yang berlalu semua orang bersiap dengan aktifitas yang akan menyusul.
Hal menengangkan sangat terasa di hati Kinara. Dia terbangun menatap ke sela-sela fentilasi itu jika hari sudah pagi.
Itu artinya ia akan segera melakukan operasi plastik. Setahu Kinara jika operasi itu akan dilakukan pagi hari. Tapi Kinara belum tau pasti Jak berapa ia akan di operasi plastik.
Jujur saja sejak kemarin malam dia tidak bisa tidur dengan nyenyak. Ia selalu terbayang-bayang seperti apa nanti operasi plastik yang akan ia jalani.
Kinara melihat ke arah lain. Ternyata para pengawal ruang bawah tidak ada satu pun disana.
"Kemana mereka?." Tanya Kinara pelan. Mencoba berdiri untuk melihat ke sisi ruangan lainnya.
Ia berjalan pelan ke sisi bagian pintu. Berharap ia bisa melihat situasi sekarang.
Ternyata di ruang lainnya semua anggota sedang disibukan.
"Selamat pagi....." Ucap Bimo ramah.
Kinara terjengat mendengar suara Bimo tiba-tiba. Tanganya mengelus dada sambil menarik nafas dalam.
"Selamat pagi juga, dimana Dito?." Tanya Kinara.
"Dito sedang ada keperluan. Saya dipersilahkan untuk menjaga anda, dan juga memenuhi kebutuhan anda." Ujar Bimo.
Kinara mangut-mangut mengerti sekarang. Sepertinya semua sedang sibuk dengan acara operasi plastik nya nanti.
Bagaimana ya kira-kira nanti? Apa Kinara harus rela berganti wajah dengan Joe. Namun hatinya serasa tak kuat melakukan itu semua.
Tapi dari sisi lain Kinara juga ingin bebas. Ingin bersama dengan keluarganya tanpa ada gangguan dari musuh.
Jika benar itu dari Sean permasalahannya. Tak segan Kinara akan melupakan Sean, karena menurutnya jika memang sudah jodoh mau dipisahkan dengan banyak cara akan bertemu lagi.
"Jam berapa proses operasi nya?." Tanya Kinara pelan. Setelah melamun beberapa saat ia tersadar sudah lama tidak menanggapi Bimo.
"Nanti setelah semua beres!." Kata Bimo "mari saya antar makan dahulu." Ajak Bimo tersenyum ceria. Dia begitu ramah melayani Kinara, sesuai apa yang dikatakan oleh Dito.
Takutnya jika Bimo kembali ke wajah datar dan dingin. Kinara akan merasa ketakutan dan tidak mau sama sekali dilayani oleh Bimo. Padahal untuk waktu sekarang Dito sedang sibuk-sibuknya.
Waktunya sangat mepet. Tak mungkin juga jika Dito harus berbagi tubuh menjadi dua. Untuk yang satu Kinara dan satu lagi untuk Joe.
Memang ya jadi kanan tangan bos itu tidak mudah. Harus perlu ekstra yang kuat, dan juga sabar. Karena pastinya semua permasalahan akan ditumpahkan pada Dito.
__ADS_1
"Apa gue boleh makan disitu?." Tanya Kinara pelan. Dagunya mengarah ke pintu dapur yang sudah terbuka.
Dari luar Kinara bisa melihat banyak sekali makanan yang begitu menggiurkan. Tapi Kinara sadar dari kata Dito kemarin, jika Joe tidak mau melakukan Kinara makan di dapurnya.
Bimo memicingkan matanya, "kenapa tidak boleh??.
"Katanya Joe yang tidak bolehkan gue makan disini, mangkanya kemarin gue makan beli."
"Bahkan gue nggak berani memberi perintah ke Lo sebelum dapat persutujuan dari Joe. Itu artinya boleh!!." Tegas Bimo.
Kinara mengerti sekarang jika Joe benar-benar ingin membuat rencana ini berhasil.
"Baiklah. Gue pikir memang begitu." Saut Kinara enteng. Toh apa yang dia katakan memang benar. Buktinya kemarin Dito mengatakan seperti itu.
Kinara masuk ke dapur untuk menikmati makanan yang sudah dihidangkan. Maklum saja di rumah itu dapur dan tempat makan jadi satu.
Bimo mengikuti Kinara dengan badan tegaknya. Ini sudah menjadi tugasnya untuk membuntuti Kinara kemana saja gadis itu pergi. Takutnya mereka akan kecolongan Kinara lagi.
Kinara itu juga licik. Dia bisa bertindak seenaknya saja. Kabur kemana dia inginkan.
Bimo juga tau jika operasi plastik ini akan berpengaruh hebat dalam pikiran Kinara. Jika Kinara stress pasti operasi plastik itu akan gagal.
Maka dari itu Bimo tak ingin menjadi sumber masalah. Selain itu juga akan kena sasaran oleh Joe.
Seperti gadis yang los. Apa-apa manut alur e Gusti. Sama cerita ini manut alur e author wkwk.
Bimo tersadar dari lamunannya. Dia mendekati Kinara yang sudah siap dengan piring di tangannya.
Bimo buru-buru mendekat lalu menarik kursi untuk Kinara duduk.
"Duduklah!." Ucap Bimo. Sebisa mungkin Bimo bersikap manis agar Kinara tenang pikirannya. Tidak panik dan juga tidak terlalu memikirkan soal operasi plastik nanti.
Hal utama yang dipikirkan saat hendak operasi plastik itu adalah pikirannya dahulu. Jika Kinara sudah tenang, fresh dan tidak tegang. Maka operasi bisa berjalan dengan lancar.
Tetapi jika Kinara tegang dan juga takut untuk melakukan operasi plastik maka kemungkinan besar operasi itu akan gagal.
Karena darah itu sangat memengaruhi tubuh orang yang akan di operasi.
Jika darah tinggi juga tidak bisa melakukan operasi tapi jika darah rendah juga demikian. Maka dari itu yang harus diperhatikan itu adalah darah yang normal dan standar.
Kinara tersenyum manis membalas perlakuan Bimo. Dia duduk dengan tenang. Matanya sibuk mencari menu makanan yang ia ingin makan sekarang.
"Mau makan apa?."
__ADS_1
Kinara menaruh jari telunjuk nya di dagu. "Gue mau makan sate ayam saja."
Bimo segera mengambil makanan sesuai yang diminta Kinara. Dengan telaten Bimo melayani Kinara.
"Terimakasih Bimo." Ucap Kinara tersenyum.
"Sama-sama. Makanlah!." Jawab Bimo.
"Lo nggak makan?." Tanya Kinara melihat Bimo tidak mengambil makanan sama sepertinya.
Bimo tersenyum ke arah Kinara lalu menggeleng kepala.
"Tadi gue udah sarapan." Tegas Bimo.
"Ohh."
Kinara mengerti sekarang. Dia membiarkan Bimo yang sudah sibuk dengan ponselnya.
Lebih baik sekarang Kinara mengurus perutnya yang sangat kelaparan.
Padahal tadi malam sudah makan porsi nasi goreng yang banyak. Tapi entah kenapa perut Kinara seakan tidak ada habisnya. Selalu ingin makan dan makan. Mungkin ini akhir dari sisa hidupnya.
Kinara sudah habis dengan sate ayamnya. Dia meraih gelas untuk mengambil air minum.
Bimo segera tanggap dia ikut mengambilkan air minum untuk Kinara.
"Tidak usah! Gue bisa sendiri." Ucap Kinara yang sudah menuangkan minumnya.
"Baiklah. Lain kali Lo bisa minta tolong ke gue." Jawab Bimo.
"Gue masih bisa sendiri. Gue tidak sedang sekarat." Jawab Kinara enteng yang hanya buat Bimo geleng-geleng.
Kinara emang beda dari gadis yang lain. Dia sepesial dan mungkin langka untuk wanita sekarang.
"Kinara...." Panggil Dito dari ambang pintu.
Kinara berbalik menatap Dito dengan senyum hangatnya.
"Mandilah dahulu. Operasi akan segera dilakukan." Ucap Dito tegas dan singkat. Lalu pergi meninggalkan Kinara begitu saja.
Degh.
Jantung Kinara langsung berdetak cepat. Tat kala dia dengar tentang operasi plastik.
__ADS_1