
Ketika mereka sampai di rumah setelah jalan-jalan pagi, Arkan dan Febri di kejutkan dengan berita bahwa Alwan mengalami kecelakaan. Febri sangat khawatir bahkan ia dan suami nya langsung berangkat menuju Jepang untuk melihat keadaannya. Arkan langsung mengambil jatah cutinya. Sepanjang perjalananan Febri tidak berhenti berdoa agar Alwan anak sekaligus menantu itu tidak apa-apa. Ia tidak bisa membayangkan jika harus kehilangan Alwan untuk kesekian kali nya lagi. Cukup dulu saja. Entahlah begitu gelisah...
"Kamu tenang saja Al akan baik-baik aja."
"Iya mas... Febri hanya bingung kenapa bisa terjadi seperti ini. Seharusnya Al dan Cessa itu berbahagia untuk bulan madu. Apa yang terjadi di antara ke duanya." Arkan mengangkat bahu tidak mengerti. Saat ini mereka di dalam pesawat ke berangkatan menuju Jepang. Untung saja Ayah Febri sangat kaya jadi mereka bisa menaiki pesawat jet pribadi.
"Sudahlah jangan memikirkan itu... namanya juga anak muda pasti banyak menyimpan kesalahpahaman sama seperti kita dulu.. tapi mas yakin Al dan Cessa saling mencintai..." Febri mengangguk lalu menaruh kepalanya di pundak Arkan. Memeluk pria itu erat. Hanya Arkan yang mampu memberikan ketenangan seperti ini.
"Terimakasih mas selalu ada untuk Febri..."
__ADS_1
"Anything for you..." Ucap Arkan sambil mengecup kening Febri dalam.
***
"Bun.. maafkan Cessa.. gara-gara Cessa Mas Al jadi seperti ini.. andai saja Cessa tidak pergi dengan Atha dan meninggalkan Mas Al.. pasti mas Al tidak akan kecelakaan..Cessa awalnya marah terhadap mas Al karena selalu menyembunyikan sesuatu pada Cessa tapi selalu terbuka terhadap mantannya Indira.. sekarang Cessa menyesal Bun...." Cessa menjelaskan kejadian yang sebenarnya. Alwan seperti ini karena telah menyelamatkannya waktu itu. Febri diam mendengarkan. Febri tidak memarahi putrinya, walau ia tahu apa yang Cessa lakukan salah. Tapi ia hanya memeluk putrinya itu erat.
"Jangan di ulangi lagi.. lain kali kalau ada masalah di bicarakan baik-baik. Jangan egois, jangan seperti bunda yang selalu pergi ketika ada masalah. Sayangi Alwan mengerti, dia suami kamu, imam kamu dan pemimpin dari keluarga kamu.. jika ada yang mengganjal kalian harus mendiskusikannya bersama..." Febri menasehati putrinya. Cessa hanya diam. Ia saat ini berada di ruang tunggu sedangkan suaminya dan Reno -ayahnya- berada di ruang perawatan Alwan yang sudah sadar sejak tadi. Ia tidak habis pikir bahwa anaknya memiliki kesalahpahaman sama seperti mereka dulu. Nyatanya cinta itu kuncinya adalah saling terbuka. Febri menyadari itu.
"Turuti saja kemauan kakekmu.. lagi pula ini adalah salah satu cara untuk mengukur seberapa besar rasa cintamu pada Alwan.. Dari sini kamu akan belajar tentang rindu, perpisahan, rasa sakit, dan cinta.. Soal berapa lama Alwan akan mengingatmu tidak perlu khawatir... yang hilang itu hanya ingatannya bukan perasaannya. Yakin sama bunda walau memorinya lupa akan kamu tapi di hati nya masih terukir nama kamu.. sekarang kamu hanya perlu bersabar... bunda yakin.. anak bunda kuat..." Febri menguatkan Cessa. Ia yakin anaknya itu kuat menghadapi semua ini. Ternyata benar cinta itu butuh kesabaran. Ia bersyukur memiliki Arkan yang mampu bersabar untuk mencintainya.
__ADS_1
***
yuk sebutkan asal kota kalian!!!♥️♥️♥️♥️♥️
jangan lupa follow Instagram author @wgulla_ ♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
semoga kita semua terlindungi dari bahaya virus Corona...
aamiin ya rabbal alamiin.. 🙏🙏
__ADS_1
baca terus cerita author jangan lupa vote, like, and Coment.. ♥️♥️♥️♥️♥️
love you ♥️♥️♥️♥️♥️♥️