
Arkan tidak berani membuka WA, gara-gara perbuatan Febri. ia malu sekali. Pasti banyak sekali orang-orang yang mengomentari statusnya. Arkan berdecak, saat ini ia sedang di kampus barunya. Hobinya yang mengajar membuatnya tidak bisa lepas dari dunia ini. Padahal papa mertuanya sudah menyuruhnya berulang kali untuk mengurus perusahaan tapi ia selalu menolak.
Ia memijat pelipisnya yang pusing. Ia jadi bingung bagaimana membuat Febri baikan dengan nya. Sebenarnya apa sih yang membuat Febri marah. Kalau bukan karena berita itu terus karena apa!!! Rasanya ia ingin mengacak-acak ruangan ini karena memikirkan istri cantiknya.
Arkan menghela napas, jadi apa yang harus ia lakukan agar mendapat maaf dari istrinya itu.
Arkan membuka ponselnya. Ia ingin menghubungi istrinya. Tapi ia takut membaca pesan-pesan di Wa. harus sampai kapan ia menghindar? Arkan membuka WA. berusaha untuk tidak membuka pesan-pesan yang sudah memenuhi berandanya. Tangannya lebih dulu mengetik nama Febri dan mengiriminya pesan.
To: Bunda Febri
-Hay cantik lagi apa?
Saat ini ia sedang jam istirahat. Ia penasaran dengan apa yang di lakukan Febri saat ini. Jadi dari pada ia bengong lebih baik ia mengirim pesan. Siapa tahu Febri nanti jadi memaafkan nya.
From: Bunda Febri
-Dasar gila
Arkan tertawa membaca balasan dari istrinya itu. Ia jadi membayangkan ekspresi Febri yang mencak-mencak mendapat pesan darinya.
To: Bunda Febri
-Ia aku tergila-gila padamu Febri sayang
__ADS_1
Balas Arkan sambil tersenyum-senyum sendirian. Ia jadi tidak sabar untuk pulang.
From: Bunda Febri
-Berisik kerja sana cari uang
To: Bunda Febri
Tenang mas akan pulang dengan banyak uang. Kamu mau apa aja mas turutin.
From: Bunda Febri
Nanti pulang bawa Cireng
To: Bunda Febri
Siap.. cuma cireng-kan sayang. jangan kan cireng rumah baru aja aku belikan
Arkan membalas itu dengan santai. Ia tidak sabar menunggu balasan dari Febri.
From: Bunda Febri
Ngak bawa Cireng ngak boleh masuk
__ADS_1
Arkan tertawa membaca itu. Ini istrinya kayak ngidam aja. Nggak ada angin ngak ada hujan minta cireng. Sampai ngak boleh masuk rumah segala lagi kalau ngak bawa Cireng. Ada-ada si bunda kelaukannya.
To: Bunda Febri
Jadi aku udah di maafin nih
From; Bunda Febri
Proses untuk memaafkan masih 20%
Arkan menggelengkan kepalanya ada-ada saja si Febri. yang penting ia sudah mendapat seper lima maaf dari Febri tinggal ia berjuang sedikit lagi dan tekun Febri akan memaafkannya dan kembali dalam pelukannya. Ia tidak sabar menunggu hari itu.
To: Bunda Febri
Terima kasih sayang
From: Bunda Febri
Jangan lupa makan
Arkan membaca pesan itu lekat-lekat dan berulang kali. Apa ia tidak salah baca. Ini benar Febri apa bukan. Ini tidak salah istrinya yang galak itu mengingatkan nya untuk makan. Arkan mengucek-ngucek matanya membaca berulang kali. Ini benar ia tidak salah baca. Tanpa sadar sudut bibirnya membentuk senyum. disaat itu pula perutnya berbunyi. Arkan tertawa pelan sambil mengelus perutnya.
"Wah sekarang kamu jadi selera buat makannya gara-gara di ingetin sama si cantik." guman Arkan seperti orang gila. Ia langsung keluar dari ruangannya berjalan menuju kantin untuk memesan makanan. Namun sialnya saking senangnya ia tidak melihat ada lantai basah yang sedang di pel. Dia berujung jatuh dan menjadi bahan tertawaan orang-orang. Untungnya ada beberapa orang yang menolongnya. Sialan harga dirinya sebagai dosen memang patut di pertanyakan. Dan yang paling menyebalkan lagi bisik-bisik mahasiswa yang bisa ia dengar tentang dosen yang menari ala Siwon super junior. Arkan mengumpat dalam hati. sialan videonya sudah tersebar luas kemana-mana.
__ADS_1
terimakasih istri ku tercinta sudah menghukumku sejauh ini...