My Future Husband

My Future Husband
BAB 87


__ADS_3

Arkan bahagia ketika tahu istrinya hamil. Sudah 2 bulan usia kandungan Febri. Walau ia merasa khawatir karena umur Febri yang tidak lagi muda yaitu empat puluh satu tahun. Namanya juga rezeki, anak itu titipan Tuhan. Kita tidak bisa menolak.


Namun yang membuat Arkan risau adalah Febri pernah keguguran dua kali, pasti menambah trauma batin di hati istrinya itu. Namun Arkan mencoba menguatkan Febri, bahwa semua akan baik-baik saja jika dilakukan bersama.


Masalah Rangga juga sudah kelar. Pria itu sudah mati dan tidak akan menganggu keluarganya lagi. Begitu juga Cessa dan Alwan mereka hidup bahagia. Kini tinggal ia dan Febri menikmati masa-masa tuanya, namun belakangan ini ada yang menjadi pengganggu di hidupnya. Yaitu Abimanyu...


Febri ngidam aneh yaitu ingin sekali bersama adiknya yang bernama Abi itu. Bahkan selalu menempel kemanapun dan juga meminta Adiknya itu untuk menginap. Seperti saat ini Febri sedang ber-manja ria dengan Abimanyu di hadapannya. Padahal ada dia, tapi ia hanya jadi patung. Berasa obat nyamuk. Ya Arkan cemburu namun ia tidak bisa gegabah katanya jika ibu hamil ngidam tidak di turuti tidak baik. Dan sebagai suami yang baik Arkan lebih memilih mengalah.


Lihat Febri menciumi pipi Abimanyu membuat Arkan kesal. Kenapa adiknya Febri itu tidak menikah saja biar ada yang nyari gitu dan tidak menetap disini seperti parasit! menganggu pemandangan saja..


"Mas kenapa mukannya jutek gitu?" Tanya Febri bingung dengan wajah tanpa dosa seakan-akan tidak bersalah dengan apa yang telah ia lakukan.


"Hm..." Balas Arkan jutek. Seakan ingin Febri sadar jika ia ingin di perhatikan. Namun rupanya istrinya itu tidak paham dan tidak peka. Sekarang Arkan bertanya jadi statement yang pernah mengatakan jika laki-laki itu tidak peka salah justru wanitalah yang tidak peka. Arkan mengamuk dalam diam!!


Bukannya peka Febri malah memotong steak daging untuk Abimanyu menyuapi adiknya itu penuh perhatian..


"Mbak jadi kangen nyuapin kamu dulu waktu kecil.."

__ADS_1


"Enakkan?"


"Enak mbak.. tumben bisa masak enak..biasanya kan asiiinn...." goda Abimanyu.. Febri mendelik langsung memukul bahu adiknya itu..


"Dasar kurang ajar!!" Setelah itu Febri pergi dengan kesal. Sedangkan Arkan melongo melihat itu. Astaga drama macam apa ini. Sedetik kemudian Arkan mendengar suara tangisan. Nafsu makan Arkan menguap begitu saja. Ia menghentikan makannya lalu menatap Abimanyu tajam.


"Pulang sana.." Abimanyu hanya nyengir dan minta maaf. Akhirnya ia bisa pulang, karena ia ingin kencan dengan Rinjani.


"Maaf Lo mas.. ngak ada maksud aku.. tapi itu satu-satunya cara biar aku bisa lepas dari mbak.. lagian aku juga butuh waktu mas buat kencan.. Mas juga seneng kan kalau aku pergi.. hayo ngaku??" Arkan mengabaikan suara itu lalu melempar jas Abimanyu mengenai muka adik Febri itu lalu meninggalkan nya menyusul Febri ke kamar.


Seneng sih seneng tapi ngak disaat Febri nangis juga kali. Ini namanya mah jebakan Batman padahal Febri itu sensitif sekali ngambekan dan susah kalau mau mendiamkan. Arkan menghela napas sabar, Puber Ke tiga Febri di mulai.. siap-siap ia akan menjadi sasaran empuk istrinya itu.. semoga nanti anaknya lahir tidak ngambekan seperti Febri.. untung saja Cessa anak perempuan nya itu pintar di nasehati sedikit mengerti tidak ngambekan seperti Febri. Pasti ia akan bertambah pusing....


"Febri mau sendiri.. pergi!!!!"


"Abi udah mas usir.. Ayo dibuka pintunya.. mas udah tua ngak kuat buat dobrak pintu ini.. kamu mau lihat mas sakit.."


"Bodo amat!!"

__ADS_1


"Ngak boleh gitu sayang sama suami! dosa loh.."


"..."


kemudian tidak ada suara lagi. Arkan mendesah tidak paham. Oke dia yang tidak peka atau Febri yang sulit di mengerti jadi katakan pemirsa salah siapa?


"Sayang.. kamu mau apa bilang aja nanti mas turutin.. "


"Apa aja deh terserah apa mau kamu.. botakin rambut mas lagi juga boleh.." bujuk Arkan.


"Beneran? Janji?" Suara Febri muncul kembali. Namun Arkan memiliki firasat yang tidak enak. Jangan-jangan istrinya akan meminta yang macam-macam. Semoga tidak sulit. Bisa matilah dia..


"Besok gendong Febri keliling kompleks jam 2 pagi.."


ingin sekali Arkan berkata kasar namun yang terjadi sebaliknya. Awas saja Abimanyu kalau ketemu ia akan tendang bokong jeleknya itu.


"Anything for you sayang...".

__ADS_1


yuk follow Instagram author @wgulla_


__ADS_2