PEMIMPIN DUNIA

PEMIMPIN DUNIA
MENUJU KE IBU KOTA


__ADS_3

Tak butuh waktu lama ke empat wanita keluar dengan jalan sedikit di paksa dengan mereka berempat memegangi punggung mereka masing-masing.


melihat itu sul dan yang lainnya merasa heran sedangkan Li tidak.


"Ada apa dengan kalian berempat apa habis terjatuh bersama kenapa kalian memegangi punggung kalian"tanya sul kepada empat wanita itu.


"Diam kamu sul filler"kata Shanti sedikit keras.


sul mendengar bentakan Shanti menjadi diam tak bicara.


"hahaha sama seperti dulu, kenapa saudara sul kalo di bentak Shanti selalu diam"kata Li sambil tertawa.


"Ada alasan tertentu itu terjadi, kamu ingat dulu saat kamu sakit dan aku pergi bermain bersama anak-anak lain karena kamu tidak mau di temani olehku dan menyuruhku pergi, lalu Shanti membawa kayu panjang seukuran tangan menghampiriku dan memukulku dengan keras dengan kayu itu, bukan hanya pukulan tapi juga Omelan Shanti yang cerewet memarahiku karena tidak menjagamu dan satu lagi saat aku demam dan kita duduk bertiga di bawah pohon tempat biasa kita berkumpul kamu pergi mengambil makanan waktu itu, sedangkan Shanti memaksaku memakan obat demam yang pahit dengan paksa karena aku tidak suka minum obat yang pahit kalo tidak di campur madu, tapi Shanti memaksaku memakan obat pahit itu"kata sul dengan pura-pura sedih.


"hahahaha saudara sul tetaplah sabar,memang wanita makhluk yang kejam"kata Li


mendengar kata-kata Li empat wanita yang berdiri menatap Li dengan tajam.


"Sudah kita akan berangkat sekarang, Shan keluarkan phoenixmu kita akan menaiki agar cepat sampai itu lebih cepat biar nanti aku yang mengarahkannya ke ibu kota"kata Li

__ADS_1


Shanti mengeluarkan Phoenix miliknya dan menyuruhnya membesar untuk muat sepuluh orang, Phoenix itu langsung membesar seukuran sepuluh meter lebih.


setelah itu Li menyuruh mereka satu persatu naik keatas burung Phoenix itu setelah Li terakhir baru naik dan duduk di paling depan mengarahkan Phoenix menuju ibu kota.


Phoenix terbang di atas mengibarkan sayapnya di tengah hutan belantara setelah meninggalkan sekte bulan.


"menurut saudara Li kapan kita akan sampai ke ibu kota"tanya Zain.


"setidaknya Tiga jam lebih,kita sebaiknya cepat sampai tanpa berhenti, karena kediaman keluargaku berada di dekat hutan ini"kata Li


Phoenix terus terbang membawa Li dan yang lainnya menuju ke arah ibu kota tanpa hambatan sedikitpun setelah beberapa jam perjalanan Li melihat rumah tinggi seperti kerajaan dari jauh dan Li tau itu ada rumah kediaman milik keluarganya.


"cepatlah aku tidak sabar ingin menaiki mobil"kata sul.


"aku tidak akan mengizinkanmu menaiki mobil milikku saudara sul, kalo mau menaiki mobil beli sendiri"kata Li


"kamu sungguh kejam saudara Li "kata sul


"hahaha aku hanya bercanda saudara sul, pilih saja mobil yang ingin kamu gunakan setelah sampai di sana"kata Li

__ADS_1


"ouh tentu aku tidak akan sungkan jika saudara Li sudah berkata begitu"kata sul dengan senangnya.


Phoenix terus terbang di angkasa, tiga puluh menit kurang lebih mereka sudah sampai di atas kediaman milik Li , sedangkan ribuan pengawal Li terpana melihat Phoenix kuning emas di atas mereka sedangkan Dani yang mendengar itu langsung keluar bersama Riska dan Lisa dan beberapa pengawal pribadinya dari kediaman melihat Phoenix emas di atas kediamannya.


perlahan Phoenix turun dan mendarat di lapangan besar di kediaman milik keluarga Rettes.


Dani yang melihat Li turun dari Phoenix itu langsung menghampiri Li.


ribuan pengawal yang melihat kedatangan Li juga langsung berbaris.


"selamat datang tuan muda"ucap seluruh pengawal yang berbaris di lapangan itu.


sementara sul dan yang lainnya melihat ribuan pengawal itu merasa terpana karena banyaknya pengawal milik keluarga Li dengan rumah-rumah di sekeliling tembok.


"cucuku selamat datang"kata Dani sambil memeluk Li dengan keras membuat Li hampir tidak bisa bernapas.


"Kakek lepaskan aku tidak bisa bernapas"kata Li memaksa suaranya.


"Baiklah ajak teman-temanmu masuk, kita bicara di dalam rumah"kata Dani

__ADS_1


Melihat kediaman milik Li, sul dan yang lainnya masih tidak bisa berkata-kata karena kediaman itu seperti kerajaan yang luas. Li berjalan bersama Dani di ikuti oleh sul dan yang lainnya.


__ADS_2