PEMIMPIN DUNIA

PEMIMPIN DUNIA
MEREKA ADALAH CALON ISTRIKU JUGA


__ADS_3

Keesokan harinya Li bangun dan membersihkan dirinya, Li berencana keluar tapi waktu masih sangat pagi jadi mengurungkan niatnya.li kemudian menatap kucing kecil yang tidur di tempat tidurnya dan berpikir kucing itu sangat pemalas.


"meong-meong"suara kucing itu tiba-tiba bangun setelah Li berkata dalam hatinya.


"Tidak mungkin kucing kecil sepertimu membaca isi pikiranku saat kamu tidur"kata Li menatap kucing kecil itu


"meong meong"Suara kucing kecil itu sambil mengangguk.


"oh jadi kamu bisa membaca pikiranku, memang kamu memang bukan kucing kecil biasa, bagaimana tentang rencana kembali ke kota apa menurutku akan berjalan lancar"kata Li sambil duduk menatap kucing kecil itu.


kemudian kucing kecil itu memuntahkan dadu dari mulutnya dan menangkapnya dengan kakinya.


"meong meong"kata kucing kecil itu mengangguk.


"ouh jadi berjalan lancar"kata Li


setelah itu kucing kecil itu kembali memakan dadu tersebut dan mulai menjilat-jilat kakinya.


sedangkan Li hanya diam dan banyak memikirkan sesuatu.


cukup lama Li duduk di kamarnya setelah siang baru keluar menuju halaman depan rumahnya.


sedangkan Lila dan Shanti sudah ada di sana duduk berdua.


"Kalian sudah ada di sini"kata Li sambil duduk.

__ADS_1


"mmmm Li berapa menurutmu kita akan kembali suatu saat ke sekte"tanya Lila tiba-tiba


"aku berencana berkunjung saja, dan mungkin tidak membawa kalian kalo kembali ke sekte, tentu kalian suatu hari akan lebih memilih diam di kota dari pada di dalam sekte"kata Li


"iya seperti itulah wanita ketika sudah di kota susah untuk menuju kampung, tapi kalo boleh tau keluargamu memang sekaya apa sampai berani menikahi lima orang"kata Shanti sambil bertanya


"saudari Shanti mungkin tidak akan menyangka bagaimana kekayaan keluarga Rettes sebenarnya, melebihi apa yang saudari Shanti bayangkan"kata Lila yang juga memang Lila berasal dari salah satu keluarga kaya di ibu kota.


"sepertinya aku tau, perusahaan milik keluarga Rettes di kota sungai bulan sudah sangat maju dan sebagian perusahaan di sungai bulan milik keluarga itu, dan jangan bilang Li kamu dari keluarga itu"kata Shanti menahan napas.


"iya benar aku dari keluarga Rettes dan satu-satunya pewaris sah keluarga Rettes,karena hanya aku dan kakekku yang tersisa di keluarga kami"kata Li


mendengar apa yang Li katakan Shanti hampir tidak bisa bernapas karena keluarga Rettes memang sekaya yang di ceritakan orang sampai kapanpun keluarga Rettes akan bisa sampai beberapa puluh keturunan karena kekayaannya yang melimpah ruah.


"kalian asik bener bercandanya, sampai lupa kedatangan kami"kata seseorang wanita yang ada di belakang Li dan dia adalah Len dan Nina.


"Silahkan duduk kak Nina dan kak Len"kata Lila yang sudah tau siapa Nina dan Len


"iya silahkan kalian berdua duduk dan berbincang dulu, saling memperkenalkan diri, aku akan pergi berlatih"kata Li ingin menghindari pertanyaan wanita-wanita itu dan siap berdiri.


"meong-meong"Suara kucing Li menggelengkan kepalanya .


"tunggu, tidak kah kamu ingin menjelaskan tentang ini sayang"kata Shanti.


"Baiklah"kata Li sambil duduk kembali.

__ADS_1


"Tolong jelaskan siapa mereka"kata Shanti.


"ouh itu, mereka adalah calon istriku yang lain ini Nina dung adiknya master Cakra atau wakil kepala sekte, sedangkan ini Len sing adiknya master Juan dari aula obat"kata Li sambil gugup.


"ouh salam kenal saya Shanti Shang calon istri Li juga"kata Shanti menjabat tangan Nina dan Len.


Melihat keakraban mereka berempat Li tidak jadi pergi untuk alasan berlatih.


"Sepertinya sebelumnya kamu mengatakan lima yang satunya dimana lagi sayang"tanya Shanti dengan lembut, dan hanya Shanti yang memanggil Li dengan sebutan sayang.


"Ada di rumah di ibu kota"kata Li dengan santai.


"ouh seperti itu"kata Shanti


"Apa Kalian sudah siap berangkat besok"kata Li membalikkan pertanyaan


"Siap"kata Shanti,Lila, Nina dan juga Len bersamaan


"Phoenix bisa membawa berapa orang sekaligus Shan, besok yang akan ikut mungkin sekitar sepuluh orang apa Phoenix mampu membawa kita agar perjalanan lebih cepat"tanya Li


"suuuu suuuuuu"suara Phoenix terdengar sambil mengangguk.


"baiklah sepertinya bisa"kata Li setelah melihat Phoenix mengangguk.


Hingga sore hari banyak yang Li dan empat wanitanya bicarakan di depan rumah, baru setelah malam mereka masuk kedalam rumah. Li sendiri menuju ke kamarnya sedangkan Shanti, Lila ,Len dan Nina menuju kamar mereka yang mereka pilih secara acak, karena di perumahan milik Li itu terdapat lima kamar jadi mereka harus berbagi kamar dua orang satu kamar.

__ADS_1


__ADS_2