PEMIMPIN DUNIA

PEMIMPIN DUNIA
LAMARAN ZAIN KE SUSI


__ADS_3

"Diam saudara Li, kenapa kamu tidak setuju sayang"kata Zain menatap Susi


"Tidak ada, aku hanya ingin tetap di sini"kata Susi


"Benarkah, apa kamu tidak ingin menikah denganku"kata Zain menatap Susi dengan serius sambi berbalik memegang kedua pundak Susi


"Menikah"kata Susi kaget


"Iya, maukah kamu menikah denganku"kata Zain mengajak Susi untuk menikah


"Aku mau"kata Susi menjulurkan tangannya mengharapkan sebuah cincin


"Aku belum punya cincin tapi aku punya ini"kata Zain meletakkan berlian seukuran bola tenis yang masih berbentuk tajam sana sini, yang sebelumnya Zain mengambilnya dari cincin ruang miliknya


"Hah berlian"kata Susi kaget


"Iya ini berlian untukmu jika kamu menerimanya maka kamu bersedia menikah denganku, jika kamu menolaknya maka buanglah berlian itu"kata Zain


"Aku akan tetap menerima lamaranmu sayang tapi berlian ini sangat berharga"kata Susi menatap berlian besar di tangannya


"terimalah itu untukmu, jadi bagaimana kamu mau ikut bersamaku ke tempat saudara Li"kata Zain


"iya aku mau tapi berlian ini simpan lah ini sangat berharga"kata Susi Sambil melihat berlian di atas tangannya


"Itu sebagai tanda lamaranku padamu sayang, jika kamu mengembalikannya berarti kamu menolakku"kata Zain


"tapi"kata Susi


"tidak ada tapi tapi, jika kamu ingin menjualnya terserah kamu kamu sayang, aku hanya perlu dirimu"kata Zain


"Baiklah akan aku terima"kata Susi pasrah dan terus memandangi berkain itu sambil menaruh ya di atas meja


"Wah cantik sekali, kira-kira berapa harga berlian itu saudara Zain"kata Rino melihat ke arah berlian di hadapan Susi


"Aku tidak tau, jika ingin tau tanya saja pakarnya di dekatmu"kata Zain melihat ke arah Li


"berapa harganya itu saudara Li"tanya Rino penasaran

__ADS_1


"Hmmmmmm ini Berlian yang sama dengan berlian yang ada di depan Susi, dan aku pernah menanyakan harga berlian ini ke toko perhiasan mereka mampu membayarnya dengan harga Dua puluh milyar lebih, jadi untuk ukuran sebesar yang ada di depan Susi itu harganya kurang lebih lima sampai enam ratus milyar, karena semakin besar sebuah berlian maka harganya akan berkali lipat karena banyak di jadikan kalung"kata Li mengeluarkan berlian seukuran kelereng kurang lebih dari gelang ruang miliknya


"Apa"kata Susi dan Rino kaget mendengar penjelasan Li


"Karena ini sudah sore, apakah sebaiknya kita kembali ke rumah saudara Li"tanya Zain


"Iya kita akan kembali, ini untukmu saudara Rino dan jika suatu saat membutuhkan uang jual lah berlian ini atau bisa saja saudara Rino menjualnya dan memasukkan uangnya ke bank"kata Li menyodorkan berlian seukuran kelereng ke depan Rino di atas meja


"Tidak saudara Li ini terlalu berharga"kata Rino menolak menerima berlian itu dan kembali menyodorkan berlian itu ke depan Li


"Saudara Rino terimalah"kata Li kembali menyodorkan berlian itu


"Saudara Rino sekali lagi kamu menolaknya mungkin saudara Li akan menambahkannya, karena kamu belum tahu sipat aslinya"kata Zain memberhentikan Rino yang hendak mengembalikan berlian itu karena Zain tau persis sikap Li kalo orang yang Li berikan menolaknya maka Li akan menambahkan sampai orang itu menerimanya


"Benarkah, baiklah akan aku terima ini saudara Li, terima kasih banyak"ucap Rino berterima kasih kepada Li


"Ayok Susi pamit sama bibi, dan paman kita pergi"kata Zain memegang tangan Susi dan pergi meninggalkan Li


"Saudara Rino, karena mungkin suatu saat kita tidak mudah untuk bertemu satu sama lain termasuk kau juga ingin bertemu dengan Zain pun akan sulit, jadi gunakanlah berlian itu jika saudara Rino kesusahan atau mendapat masalah karena untuk mencari ku nanti akan sangat Sulit di kehidupan selanjutnya karena dua hari lagi aku dan Zain akan kembali ke rumah keluarga, Saya pamit dulu saudara Rino"kata Li berdiri


"terima kasih banyak saudara Li, aku akan mengantarmu sampai depan"kata Rino juga ikut berdiri


"Saudara Rino, kami berdua pamit dulu jaga diri baik-baik"kata Li saat sudah menaiki motor


Zain juga mengatakan hal yang sama dan setelah itu Li, dan Zain melajukan motornya menuju rumah di kampung harapan pada sore hari, tepat pada malam hari mereka sampai di rumah tersebut


"Zain , Susi apa kalian akan langsung menuju rumah"kata Li melihat dua sejoli itu baru turun dari sepeda motor


"Apa saudara Li ada kepentingan"kata Zain melirik ke arah Li


"Tidak ada, aku akan masuk dulu"kata Li kemudian masuk ke rumah miliknya


Zain pun mengajak Susi ke rumah sebelah setelah Li masuk kerumahnya, Li masuk kedalam rumah dan langsung menuju ke kamar miliknya dan berbaring, banyak hal yang Li pikirkan sampai tertidur di kamarnya


"sayang itu ada kamar di sana, kamu bisa tidur di sana dan aku di kamar sebelah sana"kata Zain kepada Susi di dekatnya sambil menunjuk dengan tangannya


Cup

__ADS_1


Susi mencium pipi Zain dan berjalan menuju kamar yang di tunjuk oleh Zain, Zain yang menerima kecupan dari Susi mulai merasa hawa tubuhnya panas tapi dengan segera Zain menuju ke kamar miliknya


"huh panas sekali"kata Susi saat baru masuk ke kamar yang Zain tunjuk


Susi memikirkan kembali kisahnya yang tiga tahun lalu bersama dengan Zain di sebuah hotel sampai mereka menikmati malam bersama di satu kamar


"Apa yang aku pikirkan"kata Susi tersadar dari lamunannya dan menuju tempat tidur dan berbaring di sana


Sampai tengah malam Susi berbaring tapi tidak bisa tidur karena beratnya pikirannya karena mengingat kembali masa lalunya bersama dengan Zain di sebuah hotel, karena merasa penasaran Susi menuju kamar Zain diam diam di tengah malam itu, saat membuka pintu kamarnya Zain, Susi melihat Zain sedang tidur kemudian dia mendekat ke arah kasur tempat tidur Zain dengan langkah kaki pelan


Sesampainya di tempat tidur Zain Susi memandangi wajah Zain dengan penuh harapan dan hasrat di dalam pikirannya, Susi kemudian mencium bibir Zain Karena sangat ingin


cup


Tapi begitu Susi ingin menarik bibirnya ternyata Zain memegang kepala Susi dan membiarkan bibir Susi bersentuhan dengan bibirnya, Kemudian Zain dan Susi karena hasrat mereka mulai saling berciuman bibir dengan mesra di kamar itu


"Ah sudah aku tidak bisa bernapas"kata Susi karena berciuman cukup lama dengan Zain


"Tadi kamu yang mulai sekarang kamu ingin berhenti setelah membangunkan pedang milikku"kata Zain


"Aku hanya berniat menciummu sebelum tidur dan kembali kekamar"kata Susi membuat alasan hendak berdiri tapi Zain menarik tangan Susi hingga Susi terjatuh dan tertidur di kasur


"kamu tidak bisa berhenti karena telah memulainya"kata Zain yang sudah berada di atas Susi dan memegang kedua tangan Susi yang tergeletak di atas kasur


kemudian Zain mulai mencium bibir Susi dengan mencium bibir atas bawah Susi secara bergantian Susi yang di cium oleh Zain tentu tidak menolak dan mulai menikmati permainan di atas ranjang tersebut


Permainan lidah antara Zain dan Susi pun terjadi di atas ranjang tersebut tanpa sadar Pakaian dari keduanya sudah terbuka semuanya tanpa tersisa pakaian dalam sekalipun sudah terbuka


Zain kemudian mulai memainkan dua gunung milik Susi dengan menciumnya dan salah satunya di raba dengan penuh kelembutan


Ahhh ahhh


suara Susi membuat Zain bersemangat dan kembali memainkan dua gunung Susi secara bergantian dan meraba salah satunya bergantian


Ahhhhh ahhhh


suara Susi saat pedang panjang dan besar milik Zain telah masuk ke gua miliknya membuat suara Susi semakin nikmat di telinga Zain , zain pun mulai menggoyangkan pinggangnya dan mulai memainkan pedang miliknya di dalam gua milik Susi

__ADS_1


"ahhh ahhhh Sayang ini nikmat sekali"suara Susi sambil sambil mengalungkan tangannya di leher Zain


Mendengar itu Zain pun semakin cepat memainkan pedang miliknya di gua milik Susi, suara Erangan Susi membuat Zain semakin bersemangat melakukan hubungan di atas ranjang tersebut sampai Susi tidak tahan lagi akan nikmat malam itu sehingga Susi lemas tak berdaya, dengan keluarnya air pedang milik Zain berakhirlah pertempuran panjang malam itu sehingga membuat Susi tertidur begitu juga dengan Zain tertidur di samping Susi


__ADS_2