
"sudah kamu duduk saja dulu dan lepaskan tanganmu dari telinga Keponakanmu itu, biar dia makan"kata Dani
"hah ayah dia sudah memakan mie yang aku buat tiga kali malam ini"kata Riska duduk di kursi menatap tajam ke arah Li
"Tidak apa, nanti bibi-bibi akan masak jadi kamu boleh tidak memberikan makanan padanya"kata Dani
"oh tidak bisa begitu kakek, Kalo bibi sudah masak aku pasti akan ikut makan juga"kata Li sambil lanjut memakan mie di depannya
"enak saja, kamu sudah menghabiskan mie enam bungkus yang aku buat masih mau makan lagi"kata Riska
"Tentu"kata Li sambil lanjut makan
Tak berapa lama bibi-bibi dapur menyiapkan banyak makanan di atas meja berupa daging dan sayur dan Riska pun mulai makan dengan Dani sedangkan Li masih belum menghabiskan mienya
"Oh tidak boleh, ini semua milikku"kata Riska menggeser semua makanan di atas meja yang hendak Li ambil
"Kakek tolong aku"kata Li
"hahahaha hahaha siapa suruh kamu mengerjai bibimu, maaf kakek tidak bisa menolong mu kali ini"kata Dani sambil tertawa
"Apa tuan muda ingin di masakkan sesuatu yang lain"kata bibi di belakang Li dan Riska masih belum pergi
"mmmmm aku ingin makan ayam panggang utuh, dan tolong di bumbuin ya bi"kata Li
"baik tuan muda"ucap ketiga bibi di belakang Li
tak berapa lama satu ayam panggang yang sudah di oven dengan bumbu sudah di siapkan di depan Li, membuat Riska dan Dani menelan liur karena bumbu nikmat ayam panggang itu yang tercium
"Wah ada ayam panggang, saudara Li bagi sedikit padaku"kata Zain baru datang ke dapur dan duduk di dekat Li
"oh tidak bisa ini hanya milikku"kata Li menggeser ayam panggang miliknya
"Apa cucu Zain juga ingin makan"tanya Dani melihat Zain datang
"iya kakek"kata Zain
"minta saja sama bibi-bibi kalo ingin"kata Dani
"apa makanan yang tuan muda inginkan"kata salah satu bibi yang di belakangnya
"mmmm aku ingin ayam panggang seperti itu dan Tambahkan beberapa daging sapi panggang, nanti aku akan berikan sesuatu untuk bibi-bibi"kata Zain
Mendengar itu dengan cepat bibi-bibi pelayan itu membuatkan apa yang di inginkan oleh Zain
__ADS_1
Tak beberapa lama bibi-bibi pelayan itu menyiapkan apa yang di ingin kan Zain dan menaruhnya di atas meja depan Zain
"oh daging sapi itu kelihatan enak saudara Zain boleh aku memintanya"kata Li melihat daging sapi dengan daging ayam di depan Zain sambil ingin mengambil daging sapi tersebut
"oh tidak bisa, ini hanya milikku"kata Zain menggeser jauh makanan di depannya saat tangan Li ingin mengambilnya, ucapan Zain itu sama seperti saat Zain meminta kepada Li sebelumnya
"hahahaha hahaha"tawa Riska dan Dani bersamaan karena ucapan Li di balikkan oleh Zain, Li pun merasa malu
"Ini bibi untuk kalian"kata Zain memberikan bongkahan emas seukuran bola tenis tapi tidak bulat kepada tiga bibi itu dengan jumlah tiga , masing-masing satu untuk satu bibi
"Tidak tuan muda ini terlalu berlebihan"kata seorang bibi kaget melihat mas itu begitu besar di tangan mereka masing-masing
Kedua bibi lainnya juga kaget melihat itu, dan tidak mampu berkata kata karena gemetar
"terima saja, itu hadiah untuk kalian dari cucu Zain tidak pantas kalian tolak"kata Dani menenangkan ketiga bibi pelayan itu
"terima kasih tuan muda"ucap ketiga bibi itu bersamaan
"ini masih tengah malam sebaiknya bibi-bibi kembali istirahat di kamar, biar nanti waktu pagi kalian bersihkan bekas makanan ini"kata Dani
"baik tuan"kata ketiga bibi itu hendak pergi
"tunggu,Karena bibi sudah memberikan aku ayam goreng ini hadiah untuk bibi"kata Li berdiri setelah makan
"tu tu tuan muda"kata seorang bibi ingin menghentikan langkah Li karena memegang berlian yang indah dan besar itu
Kedua bibi pelayan lainnya hampir pingsan karena gemetar melihat berlian yang bening seperti kaca itu di tangan mereka
"Dasar saudara Li tidak pernah mau kalah"ucap Zain
"Sudah bibi terima saja itu hadiah darinya untuk kalian"kata Dani
"tapi tuan berlian ini terlalu berharga untuk kami"ucap seorang bibi pelayan
"Iya tuan ini terlalu mahal harganya mungkin hampir dua ratus juta lebih"kata Seorang bibi lagi
"Kalian salah, itu berlian harga berlian kalo ukurannya sekitar di bagi tiga atau empat dari yang kalian pegang itu, kalo sebesar itu mungkin harganya mencapai satu milyar lebih"kata Riska setelah menyelesaikan makannya
"apa"kata ketiga bibi itu hampir terlepas berlian itu dari tangannya
"sudah kalian bisa kembali ke kamar masing-masing, dan terimalah pemberian dari cucu-cucuku itu"kata Dani
"terima kasih tuan, jika membutuhkan sesuatu panggil saja kami"ucap seorang bibi lalu mengajak dua lainnya untuk kembali ke kamar
__ADS_1
Saat ketiganya berjalan dengan gemetar menuju ke kamar mereka masing-masing karena kaget karena emas dan berlian di tangan mereka
Setelah selesai makan semuanya kembali ke kamar termasuk dengan Li yang sudah ada di kamarnya setelah makan
"ini masih pagi, tapi aku tidak merasakan ngantuk sedikitpun"kata Li di dalam kamarnya
Akhirnya Li memilih malam itu untuk diam dan duduk saja di depan jendela Dangan melihat ke arah langit karena merasa tidak mengantuk banyak hal yang Li pikirkan saat duduk di depan jendela itu
sampai pagi hari Li masih duduk di depan jendela kamarnya memandangi area luar, sampai waktu orang sarapan Li tidak menuju ruang makan tapi menuju ruang keluarga dan disana sudah ada Dani, Riska dan juga Zain
"haaahhhhhh mungkin hari selanjutnya akan membosankan tidak ada kerjaan sama sekali"kata Li duduk di ruang keluarga itu saat baru datang
"Iya benar saudara Li, tidak ada lagi kerjaan kita"kata Zain
"ngomong-ngomong sebelumnya kamu belum memutuskan untuk kuliah kembali saudara Zain"tanya Li
"aku akan kuliah kembali dan akan mengikutinya kemanapun"kata Zain
"Oh tidak bisa seperti itu, aku sendiri tidak akan memberi tahu siapapun jurusan yang akan aku ambil di universitas nanti, jadi kalian kamu dan calon istriku nanti tidak boleh hanya mengikutinya, kalian harus mengikuti keinginan kalian masing-masing"kata Li
"Iya benar kata Li, kamu juga harus berani mengambil resiko Dalam menangani masalahmu sendiri, kamu tidak boleh hanya mengikuti Li dalam hidup mu"kata Dani
"iya benar itu"kata Riska
"Baiklah aku akan mengambil jurusan yang aku mau saja"kata Zain
"sepertinya kalian sedang asik membicarakan sesuatu"kata Shanti datang bersama empat calon istri Li lainnya
"ouh ini masalah kuliah kalian"kata Riska
"begitu, kami ingin satu jurusan sama Li"kata Shanti duduk bersama empat lainnya
"Percuma kami laki-laki menjelaskannya pada mereka, bisakah bibi Riska menjelaskannya"kata Li menatap Riska penuh harap
"Baiklah, kalian berlima tidak ada yang boleh sama jurusan jika kuliah nanti, kalian harus mengikuti keinginan kalian untuk memilih jurusan kuliah masing-masing, jika kalian kebetulan bertemu di jurusan yang sama itu mungkin pilihan kalian masing-masing"kata Riska menjelaskan
"Kenapa harus begitu bibi"tanya Lila wang
"Karena lebih penting jika Apa yang kalian inginkan lebih baik dari pada mengikuti orang lain tapi keinginan kalian tidak tercapai"kata Riska
"baik aku mengerti maksud bibi, aku akan memilih jurusan sesuai keinginanku selama ini"kata Lisa
"aku juga"kata keempat lainnya bersamaan
__ADS_1
Setelah itu semuanya asik berbincang di ruang keluarga itu sampai pengawal pribadi Dani datang ke ruang keluarga dan juga Austin datang keruang keluarga itu