PEMIMPIN DUNIA

PEMIMPIN DUNIA
MALL DUNIA BARU.


__ADS_3

siang...


seperti namanya Mall dunia baru adalah mall dengan banyak toko-toko teknologi dan toko-toko pakaian yang Baru-baru di rilis. Mall dunia baru adalah Mall terbesar kedua setelah Mall style internasional, dan orang-orang yang biasanya berbelanja di Mall dunia baru adalah keluarga-keluarga kaya di ibu kota. selain mereka, orang-orang biasa yang datang ke sana hanya untuk melihat.


Li dan Raka sampai di depan Mall dunia baru dan masuk memarkirkan mobilnya di parkiran bawah tanah, Lalu mereka menuju ke lip untuk naik ke Atas tempat Toko-toko berada. lantai 1 terdapat toko-toko pakaian berkelas dan lantai 2 terdapat toko-toko berbagai teknologi seperti hp, komputer, laptop dan sebagainya. saat ini Li dan Raka menuju ke lantai pertama untuk melihat pakaian-pakaian berkelas di sana.


"mmmm seperti nama Mall nya,toko pakaian di sini terlihat lebih bagus dari pada di Mall style internasional"kata Li saat melihat toko-toko pakaian saat keluar dari Lip


"apa tuan muda mencari pakaian di sini"tanya Raka.


"Mungkin kita berjalan-jalan dulu di sini, kalo ada yang membuatku tertarik aku akan membelinya"kata Li menjawab pertanyaan Raka


setelah itu mereka berjalan-jalan sambil melihat toko-toko pakaian di Mall tersebut, tapi belum ada yang menarik perhatian Li, Berbeda dengan Raka yang memang jarang ke sana karena tugasnya sebagai pengawal dia terpana melihat pakaian-pakaian mewah di toko tersebut.


Li berhenti di sebuah toko dan banyak orang berkumpul di toko itu.


"Dasar wanita sialan kapan kamu akan melunasi hutangmu.."Teriak seorang Laki-laki di tengah-tengah kerumunan itu dan memaki sambil menatap wanita muda yang bekerja sebagai pramuniaga tersebut.


"maafkan saya tuan, tapi saya baru bekerja di toko ini"Kata pramuniaga itu yang umurnya sekitar 20 tahun lebih.


"Kalo bukan karena alasan penyakit ibumu aku tidak akan meminjamkan uang kepadamu, dan kamu menawari dirimu sebagai tebusan kalo sampai tidak melunasi hutang itu, tapi setelah sekian lama aku mencari kamu dan ibumu tapi kamu malah menghilang"Kata laki-laki yang usianya seperti 30 tahun lebih itu maju kehadapan wanita pramuniaga itu.


"Maaf tuan tapi saya bener-bener belum menerima gaji bulan ini"Kata pramuniaga itu.


"Bawa dia aku ingin menjadikan dia istri ketiga ku"kata laki-laki sebagai bos tersebut kepada 2 pengawal laki-laki di belakangnya.


"siap bos minggir kalian semua beri jalan bagi bos kami"teriak salah satu pengawal yang sangar itu. sambil satunya menarik pramuniaga itu.


Raka berencana memberi jalan untuk orang itu membawa gadis yang dia tonton bersama Li mengurungkan niatnya karena melihat Li di tengah jalan.


"Apakah mereka mau menghadang orang itu bukannya orang yang membawa gadis itu adalah putra pertama keluarga Demian dan termasuk keluarga ke 3 terkaya di ibu kota ini , berani sekali 2 orang itu"kata salah satu kerumunan itu.menatap Li dan Raka yang berdiri diam di tengah jalan itu.


Tapi Li dan Raka yang mendengar itu karena tidak jauh darinya yang dikatakan bahwa orang itu adalah Keluarga terkaya ke 3,bukan masalah besar bagi Li dan Raka mendengar itu.


"Kenapa kalian berdua diam saja, bukannya minggir karena mendengar kata-kataku, apa kalian tidak takut kepada bos kami"kata pengawal yang berteriak tadi.


"Mall ini belum tentu milikmu jadi jangan harap aku akan minggir siapapun bebas berdiri di mall ini"jawab Li dengan santai.


"Kurang ajar, hajar dia. buat mulutnya itu tak bisa bersuara lagi"kata bos sambil menunjuk Li dan Raka dan menyuruh pengawalnya menghajar Li dan Raka.


salah satu pengawal itu berlari ingin meninju Li dengan cepat Tepat sekitar jarak satu jengkal dari muka Li tangan pengawal itu terhenti karena pergelangan tangan pengawal itu di pegang sangat kuat.


"Hei kamu tidak pantas menyentuh tuan mudaku dengan tangan kotor mu itu, dan barang siapa yang berani menyakiti tuan mudaku maka kamu akan tau hukumannya"kata Raka


Bammmmmmm

__ADS_1


setelah kata-kata Raka terhenti dia langsung meninju muka pengawal itu dengan cepat dan tanpa di sadari pengawal itu, dan pengawal itu terpelanting 5 meter lebih di dekat pengunjung toko yang menonton itu sehingga pengawal itu tidak sadarkan diri.


"Hei kau tidak tau kah kamu siapa aku..?"tanya yang menjadi bos yang ingin membawa wanita itu


"Aku tau siapa kamu, kamu adalah salah satu dari keluarga Demian dan kalo gak salah keluargamu terkaya ke 3 di ibu kota ini, tapi aku tidak takut denganmu"kata Li santai sambil mengulang kata-kata yang dia dengar dari pengunjung mall itu dan menatap tajam ke arah bos itu.


"ini tidak ada urusannya denganmu anak muda tapi wanita ini mempunya hutang 3 milyar dan tenggat waktunya sudah habis, tapi Dia kabur dan susah payah aku mencarinya dan ingin membawanya, kalo kamu tidak ada urusan jangan halangi jalanku"kata bos dari keluarga demian itu dan menunjuk gadis pramuniaga yang di pegang pengawalnya.


"Lepaskan wanita itu, Dan aku akan memberikan kalian keluar dari mall ini dengan keadaan baik-baik saja"kata Raka menyela orang dari keluarga Demian itu sambil menatap gadis itu.


"mmmm sepertinya kak Raka menemukan jodohnya, aku akan membantunya"gumam Li sambil melihat Raka yang dari tadi menatap pramuniaga itu.


"Jangan sombong kamu, aku tidak akan melepaskannya sampai hutangnya lunas"kata orang dari keluarga demian itu.


Muka Raka terlihat merah dan ingin langsung menghajar 2 orang di depannya itu tapi dengan cepat Li memegang tangan Raka.


"Oke, Berikan nomer rekening mu, aku akan mentransfer semua hutang wanita itu..."kata Li kepada orang dari keluarga demian itu.


"oke termasuk bungan nya menjadi 5 milyar"kata orang itu menunjukkan nomer rekening di hpnya.


Mendengar kata-kata itu semua pengunjung menjadi kasian kepada Li dan karena orang dari keluarga Demian itu sengaja agar Li tidak bisa membayarnya dan tetap membawa wanita pramuniaga itu.


"mmmm baiklah tapi kamu jangan menyesal telah menyinggungku"kata Li sambil mengetik di ponselnya dan tak lama uang itu masuk di ponsel orang keluarga demian itu.


Dan para pengunjung pun bubar. karena tidak ada lagi tontonan yang seru, tapi orang dari keluarga demian itu masih di sana menolong pengawalnya yang tadi pingsan.


"Terima kasih tuan dan tuan muda karena telah memberikan aku bantuan tapi aku tidak bisa segera mengembalikan uang itu"kata pramuniaga itu menghampiri Li dan Raka.


Seseorang yang hampir seperti kakeknya Li berlari dengan sangat cepat dari kantornya menuju toko setelah mendengar ada keributan dan membawa 2 satpam di mall yang dia kelola, dia adalah direktur mall tersebut. Melihat ada Li dan Raka di tempat kejadian direktur itu dengan cepat menuju ke sana.


"Apa yang tuan muda lakukan di sini"kata direktur itu sambil menunduk memberi hormat kepada Li.


"Siapa kamu...?"tanya Li yang melihat seseorang memberi hormat kepadanya.


"Saya direktur yang di tunjuk ketua untuk mengelola mall ini tuan muda"kata direktur itu sambil berdiri dan menundukkan kepala tidak berani menatap Li


bagaimana dia berani karena sebenarnya Mall itu adalah salah 1 Mall milik keluarga Rettes dan direktur itu hanya di tunjuk sebagai pengelola dan dengan gaji super tinggi.


pengunjung dan Orang dari keluarga Demian beserta pramuniaga itu tersentak kaget apa yang di lakukan direktur itu dan melihat direktur itu sangat hormat kepada Li dan orang yang tau bahwa keluarga Rettes lah pendiri Mall dunia baru itu.


"ouh jadi begitu"kata Li sambil menatap direktur itu.


"Apakah ada yang tuan muda butuhkan kami akan mengambilnya, tapi tadi di sini saya dengar ada masalah jadi mohon maaf tuan muda karena saya tidak bisa menyelesaikan masalah itu karena saya sedang rapat"kata Direktur itu


"Tidak apa-apa lain kali tolong anda jaga kariawan-kariawan di sini dengan baik, dan bawakan aku sebuah hp yang menurutmu cukup bagus dan 5 set pakaian laki-laki terbaik disini"Kata Li dengan sopan dan memberi perintah

__ADS_1


"Siap tuan muda"kata Direktur sambil menelepon.


Tak lama menunggu akhirnya datang 2 orang pramuniaga itu membawa bungkusan-bungkusan.


"Ini tuan muda, apa ada lagi tuan muda...?"kata direktur itu sambil bertanya.


"Berapa harganya aku akan mentransfernya"kata Li menatap direktur itu.


"Tidak perlu tuan muda, Jika anda sekalipun menginginkan semua yang di sini anda tidak pantas membelinya, karena ini milik keluarga anda"Kata direktur itu sambil sopan.


"Baiklah kalian semua kembali ke tempat masing-masing karena masih banyak pekerjaan kalian yang harus kalian kerjakan kecuali kamu"kata Li kepada semuanya dan menunjuk Pramuniaga yang sedari tadi memandang Raka dan Raka pun memandang pramuniaga itu.


"tuan muda, saya berterima kasih sekali lagi dan saya janji akan melunasi hutang-hutang saya kepada tuan muda, tapi saya tidak yakin bisa secepatnya"kata pramuniaga itu menunduk di depan Li


"Tidak perlu, Tapi apa kalian berdua tidak berani saling berbicara dan saling pandang terus terusan, padahal umur kalian tidak jauh"kata Li goda Raka dan pramuniaga itu.


Mendengar ucapan Li wajah Raka merah karena malu begitupun juga pramuniaga itu.


Li melihat mereka bolak balik tapi tidak ada yang menjawab.


"hehhh begini saja kak pramuniaga, Bagaimana kalo kamu membayar hutangmu dengan menikahi pengawal kakekku ini, tapi aku tidak bisa memaksakan cinta kalian. dan ingat kak Raka kakekku sudah memberikanmu waktu mencari pasangan masing-masing dalam waktu beberapa hari dan pesta itu akan berlangsung sehari sebelum aku berangkat ke sekte dan waktunya 4 hari lagi. sedangkan semua saudara kak Raka sudah mempunyai pasangan masing-masing sedangkan kak Raka mau bagaimana"kata Li panjang lebar mendengar kata-kata itu Raka merenung.


"Saya mau tuan muda"Tanya pramuniaga itu dengan cepat, berbeda dengan Raka tapi wanita itu langsung menjawab.


"Baiklah kak Raka bagaimana tanggapan mu"Kata Li yang melihat Raka termenung sambil Li melambaikan tangannya.


"saya siap tuan muda"kata Raka tegas lalu menghampiri pramuniaga itu


entah apa yang di bicarakan Raka sangat lama dan tidak di dengar oleh Li karena Raka dan Pramuniaga itu menjauh dari Li dan Li hanya menunggu sambil duduk di kursi di depan toko.


setelah sekian lama Raka dan pramuniaga itu datang menghampiri Li dengan berpegang tangan. Dan Li mengerti itu.


"Baiklah aku mengerti, Telpon Kak Riki untuk datang ke sini membawa 1 mobil lagi karena kakak iparnya sudah ada. dan masalah direktur atau manager toko nanti Kak Raka urus sendiri" kata Li sambil menggoda dua orang yang berpegangan tangan di depannya.


Raka dan pramuniaga itu malah muka merah karena malu mendengar ucapan godaan Li yang kedua kalinya.


Setelah Raka menelpon Riki adiknya, mereka menunggu sambil duduk dan tidak ada yang di bicarakan oleh Li hanya menjadi nyamuk mendengar Raka dan pramuniaga itu saling berbicara dan bercanda.


"aaaahhhh aku merasa tersiksa menjodohkan mereka, mereka tidak peduli padaku walaupun aku tuan mudanya"gumam Li dalam hatinya yang hanya menjadi nyamuk dari satu pasang kekasih di dekatnya yang saling berbicara merayu dan bercerita.


Tak lama Riki datang membawa mobil dan parkir di mall mendengar Kakaknya mempunyai calon istri dia bergegas menuju lantai pertama dan setelah sampai di depan lokasi Riki menghampiri mereka dan Raka dan Riki membawa belanjaan tuan mudanya, berjalan menuju tempat parkir, tak lama mereka sampai. Li membiarkan Raka pergi dengan mengendarai mobil mewah miliknya dan Li Bersama Riki pulang menuju kediaman keluarga Rettes.


Karena waktu sudah sore dan jalanan sedikit Ramai jadi Li dan Riki sampai rumah pada malam Hari.


setelah makan seperti biasanya Li masuk kamar dan tidur.

__ADS_1


__ADS_2