PEMIMPIN DUNIA

PEMIMPIN DUNIA
PERKENALAN TIGA CALON ISTRI ZAIN


__ADS_3

"Sayang sayang sayang kamu sudah kembali"suara cukup keras arah belakang Li yang tidak lain kelima calon istri Li saat baru saja Li menyuruh pengawal semuanya untuk bubar


Dan dengan cepat kelima calon istri Li memeluk Li yang ada di depan kediaman tersebut


"Iya sayang-sayangku aku sudah kembali dan tidak pergi lagi"kata Li kepada kelima istrinya yang memeluknya


"Oh benarkah"kata Shanti


"baguslah seperti itu"kata Lila


"iya aku juga sangat merindukanmu"kata Nina


"Iya jangan pergi lagi"kata Lisa


"Kamu tetaplah bersama kami"kata Len


"Bisakah kalian melepaskan ku, aku tidak bisa bernapas"kata Li saat kelima calon istrinya itu terus memeluknya dengan erat


mendengar perkataan Li kelimanya langsung melepaskan pelukannya


"hemmm hemmm "Dehem Zain yang berada tidak jauh dari Li


"Oh aku lupa, selamat datang kembali saudara Zain, dan siapa wanita-wanita itu"kata Shanti


"Iya selamat datang kembali"kata keempat calon istri Li lainnya


"kenalkan mereka adalah calon istriku"kata Zain


"Hemmmm hemmm hemmm"kata tiga orang yang di pintu kediaman berdehem yang tidak lain adalah, Dani,Riska, dan Austin


"Maaf kakek aku lupa, Kakek aku kembali"kata Li berjalan setelah itu bersalaman dengan Dani tapi Dani memeluk Li setelah itu


"selamat datang keponakan"kata Riska setelah Dani memeluk Li ,Riska juga tidak mau kalah dan memeluk Li dengan erat


"selamat datang tuan muda"kata Austin


"iya paman Austin"kata Li saat masih di pelukan Riska

__ADS_1


Li berencana melepas pelukan Riska tapi Riska tidak ingin melepaskannya dan terus memeluk Li dengan erat


"bibi sudahlah Li adalah calon istri kami kenapa bibi memeluknya sangat lama sekali"kata Lila


"aku juga sangat merindukan keponakanku, Apa kalian cemburu cup cup"Kata Riska sambil mencium pipi Li


"Buat apa kami cemburu, bibi kan akan selamanya jadi bibinya Li"kata Shanti dengan sedikit wajah memerah karena bukan karena cemburu tapi kesal saja bibinya Li memeluk Li cukup lama, begitu juga keempat lainnya merasa kesal dengan sikap riska


"Oh jadi kalian tidak cemburu, baiklah aku akan memeluknya terus menerus"kata Riska


"Sudah-sudah jangan berdebat"kata Dani menenangkan kericuhan perdebatan Riska dengan kelima calon istri Li


"Iya sudah nih aku lepaskan calon suamimu"kata Riska melepaskan pelukannya dari Li


Zain pun di sambut oleh Dani Riska dan austin setelah itu dengan ucapan selamat datang


"Ngomong-ngomong siapa mereka Cucu Zain"kata Dani melihat ketiga wanita yang baru di lihatnya


"Oh mereka adalah calon istriku kek"kata Zain


"Oh benarkah, bagus sini kalian calon cucuku yang baru"kata Dani


"Sekarang kalian panggil aku kakek karena Zain juga cucuku, nama kalian siapa"kata Dani saat ketiga calon istri Zain sudah di depan Dani


Susi,Diah dan Dina memperkenalkan diri dengan gugup dan menyebut Dani dengan sebutan kakek dengan Mulut bergetar


"Hati-hati nanti kakekku akan memakan kalian"kata Li menakuti ketiga calon istri Zain yang sedang berbicara dengan Dani


"Jangan dengarkan dia , kakek mana mungkin makan orang"kata Dani dengan lembut


"Iya saudara Li ada-ada saja"kata Zain


"karena kalian cucuku yang baru kalian ingin apa, akan aku berikan, mau hotel, mau tambang, mau perusahaan asalkan hidup disini bersama kakek"kata Dani


"Kakek ini tidak benar, kenapa kakek dulu saat kelima calon istriku datang kakek tidak menawarkan itu"kata Li protes mendengar ucapan Dani


"Sayang untuk apa semua itu, kan milikmu juga milik kami"kata Shanti

__ADS_1


"Hahaha hahaha dengar itu ucapan calon istrimu"kata Dani


"Tidak kek, kami sudah cukup bersyukur karena kakek menerima kami"kata dina mewakili kedua wanita lainnya yang malu untuk bicara


"baiklah jika itu keputusan kalian, sebaiknya kita masuk dulu"Kata Dani mengajak semuanya untuk masuk


mendengar itu semuanya masuk lebih dulu, Dani yang menjadi paling depan langsung mengajak semuanya ke ruang keluarga


"Karena kalian sudah pulang apa tujuan kalian sekarang"tanya Dani saat semuanya sudah duduk di ruang keluarga itu


"Apa kalian akan memulai bisnis"kata Riska yang duduk di dekat Dani


"Ini sudah malam, aku akan ke kamar dulu, lebih baik besok pagi kita membahasnya"kata Li berdiri


"Eh dasar bocah di tanya malah langsung pergi"kata Dani melihat Li berjalan pergi menuju ke kamarnya


"Ayah benar juga kata Li, ini sudah malam dan mereka baru sampai, Sebaiknya aku juga mengantar Susi, Diah dan Dina ke kamar yang akan mereka tempati, ayo Calon keponakan"kata Riska sambil berdiri


"Baiklah kalian bisa istirahat dulu"kata Dani padahal mereka tidak perlu istirahat karena menempuh jalan kultivasi


Akhirnya malam itu karena tidak banyak yang di bicarakan di ruang keluarga semuanya kembali ke kamar masing-masing setelah Dani menyuruh semuanya bubar


Sedangkan Li di dalam kamarnya sedang tiduran sambil memikirkan bisnis apa yang akan dia Bangun untuk memajukan Perusahaan milik kakeknya


karena kepikiran banyak hal dan berusaha memikirkan bisnis apa yang akan di lakukan sampai Li tidak sadar bahwa dirinya tertidur malam itu


Keesokan paginya seperti biasa Li terbangun cukup pagi, setelah bangun lalu mandi kemudian Li duduk santai di sopa kamar miliknya sambil memikirkan banyak hal tentang apa rencananya membangun bisnis


"Sepertinya dulu aku pernah bilang bahwa aku akan membangun Bisnis pengawalan bagi orang yang membutuhkannya, apa sebaiknya aku membangun bisnis tersebut"kata Li sambil duduk di sopa yang menghadap ke luar jendela kamar


Li kemudian berpikir bagaimana dia akan membangun bisnis pengawalan yang dia pikirkan, sampai pagi hari tepat jam tujuh Li keluar kamar karena waktu sarapan sudah tiba


Li berjalan keluar kamar menuju ruang makan, di ruang makan saat Li baru datang tanpa menyapa siapapun dan langsung duduk di salah satu kursi di ruang makan tersebut, karena banyaknya isi pikirannya Li menghiraukan semua orang yang sudah ada di rumah makan tersebut


"Hei ini masih pagi kenapa kamu terlihat serius sekali saudara Li"kata Zain yang duduk dekat dengan Li


"Tidak ada, mari makan"kata Li saat semua makanan sudah siap di atas meja makan

__ADS_1


Semuanya karena tidak banyak yang ingin di bicarakan lagi itu akhirnya memulai sarapan, sepeti biasa Zain kalo masalah makanan sangat Senang dan makan dengan rakusnya, walaupun sebagian dari mereka tidak terlalu butuh untuk makan tapi mereka masih saja melakukan Itu pagi hari untuk sarapan


__ADS_2