
Devyan Verniyaes putra kedua Dony Verniyaes menikah dengan adik kandungnya Wina Verniyaes. Mereka diutus untuk ke negara P. Negara dengan simbol keajaiban dunia. sama seperti kakak laki-lakinya, Devyan sangat pintar. Ia mampu menjadi pembisnis hebat di negara P. Ia membangun sebuah museum kuno dan bersejarah dan juga membangun teknologi yang dipakai di Zaman modern. Devyan semakin menggila dengan harta dan kebencian. Ia memainkan monopoli di negara P. Membuat semua orang segan padanya. Kepintarannya tidak pantas untuk dipertanyakan. Ia benar-benar pintar.
Devyan mencari sumber daya lainnya. Ia berekpedisi ke beberapa negara dengan gurun sebagai sumber simbol di beberapa negara tersebut. Ia menemukan emas hitam ( minyak bumi). Devyan menawarkan perjanjian yang menggiurkan. Namun penduduk setempat menolak. Devyan terlalu kapitalisme dan hanya ingin memperkaya diri sendiri. Tapi Devyan tak gentar dengan penolakan penduduk setempat. Ia menyuap para petinggi negara tersebut termasuk presidennya. Dengan membayar 5 atau 10 orang saja dengan nilai 1 milyal dolar tiap orangnya. Akan tetapi Devyan mendapatkan uang 1 terliun dolar $. Sungguh pemimpin bodoh. Dengan membayar 5 atau 10 orang saja dengan mudahnya Devyan mendapatkan minyak dengan gratis.
__ADS_1
Tapi semakin lama pemuda setempat geram. Polusi dari kilang minyak membuat daerah tersebut tercemar. Terlebih pemuda setempat tidak mendapatkan apapun. Padahal tanah milik mereka tapi yang menguasai adalah elit global dan pemimpin korup mereka. Pemuda setempat membuat gerakan penolakan. Membuat pemberontakan sebagai wujud protes. Tapi mereka tidak tahu siapa yang mereka lawan. Devyan Verniyaes orang yang sangat pintar. Devyan menghasut pemimpin negara tersebut. Jika pemberontak terus terjadi maka uang 1 milyar dolar tidak akan di dapatkan. Pemimpin korup pun tak ingin kehilangan sumber keuangannya. Ia membawa tentara dan polisi untuk mengamankan. Para pemberontak mudah di taklukkan.
Devyan tertawa terbahak-bahak. Benar-benar mudah mengendalikan dunia. Terlebih negara tersebut dipimpin oleh pemimpin korup. Namun para pemuda setempat tidak tinggal diam. Mereka bangkit kembali usai kalah. Negara mereka harga mati. Tanah milik mereka namun manusia asing yang menguasai serta pemimpin korup yang dzalim.
__ADS_1
Harta keluarga Verniyaes semakin menggunung. Sudah beberapa negara berhasil mereka kuasai. Dendam dan harta membuat mereka sekuat ini. Seluruh anggota keluarga berkumpul di meja makan. Membahas langkah selanjutnya. Mereka masih tamak dan rakus. Uang sebanyak itu masih belum cukup bagi mereka. Mereka memiliki ide untuk menanamkan saham di stasiun televisi di seluruh dunia. Agar rencana mereka semakin sukses. Media adalah cara cepat membuat politik adu domba dan media juga sebagai sumber banyaknya masalah.
Keluarga Verniyaes membuat berita bohong di televisi. Namun semua orang tidak menyadari kebohongan. Mereka menyudutkan ras tertentu yang dianggap menganggu kelancaran misi mereka. Keluarga Verniyaes membuat kekacauan di beberapa negara hingga ia bisa mengambil kesempatan. Tapi lagi-lagi tidak ada yang menyadari siapa dalang dari kekacauan tersebut. Semua saling menyalahkan satu sama lain sedangkan keluarga Verniyaes tertawa puas. Apakah manusia di dunia sebodoh ini?
__ADS_1