PEMIMPIN DUNIA

PEMIMPIN DUNIA
BUKU KEGELAPAN DAN BUKU JURUS CAHAYA.


__ADS_3

Setelah sampai di perumahan miliknya, Li langsung menuju kamar dan mengeluarkan tiga buku yang dia tukar sebelumnya di aula pusaka.


Li mulai membaca ketiga buku itu dan memahami arti semuanya secara langsung.


"Apa karena kekuatan kultivasiku setiap membaca atau melihat sesuatu aku selalu mengingatnya secara langsung"gumam Li dalam pikirannya saat selesai membaca ketiga buku tentang kegelapan dan cahaya itu.


Li merasa malam adalah waktu yang tepat untuk berlatih, biar tidak ada yang mengetahui jurus apa yang akan dia latih, Li berjalan keluar menuju halaman depan rumah, Li mulai mempelajari tentang elemen kegelapan dan Li secara perlahan mulai memahami arti elemen kegelapan, tidak ada bedanya dengan elemen lainnya.


"Dalam hal elemen mungkin sama seperti elemen lainnya tapi dalam jurus sangat berbeda dari elemen lainnya",kata Li di lapangan setelah mengerti cara menggunakan elemen kegelapan yang juga dia kuasai


lalu Li berencana mempelajari jurus elemen kegelapan yang Li baca sebelumnya di buku elemen kegelapan. Li mengambil jurus tingkat Langit yaitu jurus kegelapan ilusi, jurus itu menggunakan elemen kegelapan dan membentuk sebuah ilusi bagi musuh yang terkena jurus itu.


Li mempelajari jurus itu dalam satu jam setelah berulang kali baru Li berhasil menguasai jurus itu.


selanjutnya Li mempelajari jurus tembakan cahaya dari buku yang sebelumnya dia baca dan mulai mempelajari tembakan menggunakan elemen cahaya dan Li dapat membentuk senjata dalam jumlah banyak dari elemen cahaya yang Li kuasai, Li berhasil menguasai jurus itu dalam waktu kurang tiga puluh menit karena pondasi elemen cahaya Li sudah tau dari buku elemen cahaya yang dia pelajari sebelumnya.

__ADS_1


"kenapa tidak bisa di gunakan oleh elemen lain"kata Li sambil mencoba menggunakan elemen lain untuk tembakan seperti elemen cahaya sebelumnya yang dia kuasai.


Setelah berlatih dua jam lebih Li masuk ke kamar, di kamar Li merebahkan tubuhnya, walaupun seorang yang berkultuvasi tidak terlalu membutuhkan tidur tapi Li sudah terbiasa tiduran di atas kasur dan biasa tertidur tanpa mengingat apapun.


tok tok tok


tok tok tok


tok tok tok


Suara ketukan pintu kamar, membangunkan Li saat itu juga.


"Maaf tuan, Di luar ada kepala sekte, para master dan saudara Zain Long"kata Rika dengan menunduk.


"Haaaaahhhhh, apa saudara Rika mau tuan ini melakukan yang tidak-tidak kepadamu, Sudah berhenti panggil aku tuan, sebut saja Li atau sebagainya, suruh mereka menunggu, aku akan membersihkan diri"kata Li sambil menutup pintu. sedangkan Rika masih bengong menunduk memerah mukanya saat Li mengatakan yang pertama Li katakan padanya.

__ADS_1


Tak lama Rika tersadar dari lamunannya dan keluar memberi tahu apa yang Li katakan kepada master dan Zain, sedangkan Li di dalam kamar tak lama membersihkan diri keluar dari kamar.


"Ada apa kepala sekte ,para master dan saudara Zain mencariku"kata Li sambil memberi hormat kepada tamunya di depan halaman depan perumahan miliknya saat Li sampai di depan rumah miliknya.


"Apa kamu lupa hari ini kita sudah janji dua hari yang lalu akan pergi ke mana"kata Zain


"Aku ingat apa perlu sepagi ini, dan sebanyak ini master akan ikut"kata Li


"ini untuk menjaga keselamatan"kata Kepala sekte menyela perbincangan Li dan Zain


"Ouh aku lupa, maaf sebelumnya nama master siapa"tanya Li ke salah satu master yang tampak asing baginya.


"Nama saya Far eng saya pemilik aula pedang"kata seorang yang Li tanya yang belum Li kenal yaitu master far eng


"Hahaha kamu ini selama di sini tidak pernah mengunjungi aula milikku malah menanyakan orang lain"kata master Zao yang juga ada di sana.

__ADS_1


"maaf master Zao aku tidak sempat pergi berkultuvasi di aula kultivasi"kata Li


"sudah sebaiknya kita berangkat sekarang nanti takut kemalaman kita sampai di sekte bintang terang"kata Liman great mengajak semuanya yang ada di halaman depan rumah Li itu.


__ADS_2