
Satu bulan berlalu Li hanya menghabiskan Waktu liburan dan santai bersama yang lainnya di kota maju terus dan sering mengunjungi pantai setiap hari Untuk menghilangkan kebosanan
Pagi itu setelah sarapan Li dan yang lain duduk berbincang di ruang keluarga membicarakan masalah kuliah mereka yang sudah terdaftar dan jurusan masing masing masih mereka sembunyikan tidak ada yang mau memberi tahu satu sama lain
"jadi jurusan apa yang kalian pilih di universitas yang sebulan lagi kalian akan belajar disana"tanya Dani ke pada Li, Zain dan kelima istrinya yang akan berkuliah satu bulan lagi
"Karena disana hanya masalah bisnis dan tidak banyak jurusan yang menarik ,jadi aku memilih jurusan bisnis digital"kata Li sambil berpikir
"Aku memilih jurusan manajemen pemasaran karena dari dulu aku suka bekerja mamasarkan sesuatu"kata Lisa Wen
"aku sama dengan saudari Lisa memilih manajemen pemasaran karena dari dulu aku juga suka memasarkan sesuatu"kata Lila wang
"Karena dulu aku suka menghitung jadi aku memilih jurusan Akuntansi"kata Shanti
"aku juga sama dengan saudari Santi karena suka menghitung aku memilih jurusan akuntansi"kata Len sing
"aku juga sama memilih jurusan akuntansi"kata Nina dung
"Waw ketiga kalian memilih akuntansi"kata Dani terkejut
"iya kek"ucap Nina,Len dan Shanti bersamaan
"bagaimana denganmu cucu Zain"tanya Dani
"aku memilih jurusan kewirausahaan karena ingin membangun sebuah bisnis sendiri nantinya"kata Zain
"bagus itu adalah ide yang bagus"ucap Dani
Setelah berbicara membicarakan masalah kuliah mereka di ruang kerja itu Li tampak berpikir keras bagaimana caranya menghadapi kuliahnya
"Apa yang sedang kau pikirkan cucuku"tanya Dani kepada Li terlihat bingung
"Mmmm aku ingin hidup sederhana sementara di kuliah apa boleh kek"kata Li
"Maksudmu"kata Tanya Dani penasaran
"aku ingin hidup sederhana saja, takut kalo ada yang tau aku dari keluarga Rettes mereka akan menjilat untuk mengemis karena harta dan jabatan dan terlalu hormat kepadaku"kata Li
"Mmmmm baiklah aku tidak memaksamu untuk hidup bagaimana tapi kamu harus tetap tinggal di rumah"kata Dani
"tidak bisa begitu kek, aku harus pergi dari sini untuk hidup sederhana, biar saja kakek menjaga Zain dan yang lainnya"kata Li
"aku akan ikut denganmu saudara Li, aku juga ingin hidup sederhana"kata Zain
"aku juga"kata kelima istri Li bersamaan
"tidak bisa, jika Zain ikut aku masih bisa menerimanya, tapi untuk kalian berlima tidak boleh"kata Li
"kenapa"tanya Shanti
"begini kalian harus selalu berada di sisi kakek karena takut ada hal yang terjadi dan keselamatan kalian juga sangat penting"kata Li
"bukankah kami sudah kuat kenapa menghawatirkan kami"kata Shanti
"Bukan begitu maksud Li mungkin kalian memang harus tetap berada di sini karena takut kalian di jebak atau apa sama orang di luar sana, walaupun kalian kuat tapi manusia adalah makhluk yang licik apa lagi kalian berlima adalah wanita cantik bagaimana Li tidak mengkhawatirkan kalian dan mungkin Li berencana agar kalian di kawal saat kuliah dan pergi kemanapun"kata Riska
__ADS_1
"Benar saudari Shanti sebaiknya begitu"kata Nina
"baiklah aku setuju"kata Shanti
"aku juga"kata ke empat lainnya
"jadi kapan kamu dan Zain akan pergi"tanya Dani kepada Li
"Hari ini aku sudah menyiapkan barangku di tas dan saudara Zain silahkan siapkan pakaian dan barangmu kita berangkat hari ini"kata Li
"baik tunggu sebentar aku akan mengambil beberapa pakaianku dulu dan berkas untuk kuliah"kata Zain berdiri dan berjalan pergi
"jadi kemana tujuan kalian"tanya Dani
"tidak jauh dari universitas ada daerah yang sangat miskin aku akan tinggal di sana"kata Li
"apa perlu seperti itu"kata Riska
"iya, karena aku ingin sekali lagi hidup berbaur di antara orang miskin"kata Li
"baiklah jika itu keputusanmu"kata Dani
"tapi tolong kakek dan semuanya jangan ikut campur masalah urusanku, dan jangan kalian berkunjung ke tempat itu dengan mobil dan barang mewah karena aku tidak ingin penyamaranku di ketahui, Jika membutuhkan sesuatu lebih baik kalian hubungi ku lewat telpon saja"kata Li
"iya udah jika itu sudah menjadi keputusanmu kakek tidak akan menolak"kata Dani
"aku juga"kata Kelima calon istri Li karena tau Li berencana yang terbaik untuk semuanya
"ayo saudara Li kita pergi"kata Zain saat sudah kembali menyiapkan barangnya dan menaruhnya di gelang ruangnya
"baiklah kakek, bibi, paman-paman, dan kelima orang yang aku cintai , aku akan pergi dulu"kata Li berdiri untuk pamit
Di perjalanan Li dan Zain berjalan kaki keluar kediaman yang besar itu menuju ke daerah yang penduduknya miskin
"kemana tujuan kita saudara Li"tanya Zain
"kita akan pergi ke tempat kampung atau daerah termiskin di kota ini, kita akan menyamar sebagai orang miskin"kata Li
"ouh itu tujuanmu"kata Zain
"Yap benar, sebaiknya kita mencari pasar terdekat lebih dulu untuk mencari pakaian yang tidak terlalu mewah"kata Li
Setelah itu Li dan Zain tidak jauh sudah meninggal kan kediaman dan berjalan di jalanan kota mencari pasar biasa tempat baju murah yang di jual
Tak lama berjalan Zain dan Li melihat sebuah pasar yang penuh dengan banyak orang di pasar itu sedang berbelanja kebutuhan
"Ayo kita cari baju biasa dan baju untuk kuliah nanti yang biasa"kata Li
"ayo "kata Zain semangat
Setelah berjalan mengelilingi Pasar itu Li dan Zain menemukan tempat orang yang berjualan baju serba murah di sana bisa mendapatkan beberapa baju hanya dengan beberapa puluhan ribu saja
"Paman ini berapa harga baju ini"tanya Li kepada penjual itu yang sedikit tua
"Ini tiga lima puluh ribu dapat tiga dan ini lima puluh ribu dapat dua"kata penjual itu
__ADS_1
"kalo celana panjang ini"tanya Li menunjuk celana di sebelahnya
"Celana panjang ini dua lima puluh ribu dan sebelahnya satu lima puluh ribu"kata penjual itu
"paman aku ingin baju yang tiga lima puluh ribu itu sama dua lima puluh ribu itu, dan untuk celananya juga begitu berikan dua yang harga lima puluh ribu dan satu lima puluh ribu itu tolong bungkuskan"kata Li
"Baik tuan tunggu sebentar"kata penjual itu
"bagaimana denganmu saudara Zain"tanya Li
"aku juga ingin yang sama paman seperti yang di pesan oleh saudaraku ini dan tolong warnanya harus di bedakan"kata Zain
"baik tuan tunggu sebentar"kata penjual itu
Li dan Zain menunggu paman penjual itu membungkus pakaian Li dan Zain melihat area pasar itu
"ini tuan harganya untuk tuan dua ratus ribu dan untuk tuan sama, untuk warna semuanya sudah saya bedakan"kata penjual itu setelah menyelesaikan membungkus pakaian yang Li dan Zain inginkan
"ini jadikan satu saja paman"kata Li memberikan uang lima ratus ribu pada paman penjual itu
"ini kelebihan uangnya tuan"ucap paman itu ingin mengembalikan seratus uang yang lebih itu kepada Li setelah menghitungnya
"itu untuk paman saja, siapa tau paman membutuhkannya"kata Li menolak mengambil kembali uang yang dia berikan ke penjual itu
Sengaja Li lebihkan karena melihat Raut wajah penjual itu terlihat sedih
"Terima kasih tuan aku akan gunakan uang ini sebaik mungkin"kata paman penjual itu melihat Li dan Zain yang berpakaian mewah
"Apa paman ada kesulitan"tanya Zain yang selalu peka terhadap kesusahan orang lain
"Tidak hanya saja anakku sedang sakit jadi aku membutuhkan biaya pengobatan"kata paman penjual itu dengan duduk kembali di tempat duduk dengan raut wajah yang sedih
"kalo boleh tau anak paman sakit apa"tanya Zain
"hanya sakit biasa saja tuan, tapi Karena biaya rumah sakit sangat mahal sekarang, aku mulai pusing bagaimana membayarnya sedangkan dagangan ini hanya milik orang dan aku hanya mengambil ke untungan sedikit"kata penjual itu
"Berapa kira-kira biaya yang paman butuhkan"tanya Zain
"sekitar satu juta lebih lagi"kata penjual itu
lalu Zain membisikkan kepada Li agar meminjamkan uang kepadanya untuk memberikan uang pada paman penjual tersebut
Li yang mendengar bisikan Zain mengeluarkan dua juta lebih dari yang Zain minta
"ini paman ada sedikit rezeki tolong paman terima"kata Zain setelah menerima uang dari Li, lalu Zain memberikan. Uang itu ke paman penjual itu
"aku tidak bisa menerimanya tuan"kata paman penjual itu
"kenapa paman"tanya Zain
"karena itu uang yang sangat banyak"kata penjual itu melihat uang yang di berikan oleh Zain
"ini paman terima saja, ini sebagai bantuan dariku agar anak paman bisa sembuh, kami berdua pamit dulu"kata Zain menaruh uang itu di atas paha paman penjual itu lalu pergi menarik tangan Li untuk pergi
"terima kasih tuan"teriak penjual itu sambil bersujud di tanah
__ADS_1
Li dan zain pun pergi menuju ke Pemukiman yang terlihat miskin yang akan mereka tuju, tak lama sampai di sana Li kemudian melihat bahwa pemukiman itu tidak jauh dari pasar tersebut, dan berada tepat di belakang universitas sekitar seratus meter lebih kurang
"oh jadi nama tempat ini adalah kampung harapan"kata Li melihat Pelang jalan masuk menuju kedalam kampung tersebut